Apakah Saat Ini Musisi Menciptakan Sedikit Uang?

musisi menciptakan sedikit uang

Maraknya kasus pembajakan karya-karya musisi Indonesia maupun Internasional sontak meresahkan. Kasus ilegal ini belum bisa dipecahkan. Bahkan semakin hari, pembajakan malah semakin marak. CD dan kaset bajakan kerap ditemui di toko-toko sampai pinggiran jalan. Belum lagi ditambah dengan munculnya proses mengunduh gratis lagu-lagu para musisi yang dapat ditemui di berbagai situs internet. Seolah karya para musisi yang sudah susah payah diciptakan tidak ada artinya. Kondisi seperti ini tentu sangat mengenaskan terhadap kondisi finansial para musisi.

Sebelumnya diberitakan, penyanyi country terkenal Taylor Swift sempat bertikai dengan salah satu layanan streaming musik internasional, Spotify. Taylor Swift menarik semua lagu-lagunya dari layanan ini. Padahal menurut Spotify, sebenarnya Swift bisa menghasilkan lebih dari 6 juta dollar AS jika tetap bekerja sama. Berbeda dari layanan streaming musik lainnya, seperti Soundcloud dan YouTube, Spotify menawarkan fitur mengunduh bagi para pengguna yang rela membayar sejumlah uang. Penjualan lagu secara “ritel” itu dipercaya mampu membuat anjlok penjualan album musik. Layanan streaming online ini memang baru bisa dinikmati para pendengar musik di Singapura, Malaysia, dan Filipina. Lalu, apakah benar saat ini musisi menciptakan sedikit uang? Dan bagaimana cara mereka menghasilkan pundi-pundi untuk finansialnya?

Konser

Sungguh aneh apabila musisi menciptakan sedikit uang. Sebab, karya mereka tidak hanya dinikmati oleh para fans dalam bentuk kepingan CD dan kaset saja. Para penggemar setia senantiasa menantikan penampilan langsung musisi kesayangan melalui perhelatan konser. Meskipun terkadang harga tiket yang ditawarkan selangit dan kerap tidak masuk akal, tetapi tetap saja penjualan tiket ludes terjual. Misalnya, konser Taylor Swift di Jakarta Juni 2014 lalu. Tiket konsernya dijual dengan harga Rp 800.000 untuk kelas Festival , Silver seharga Rp 1.250.000, Gold seharga Rp 2.000.000, Ruby seharga Rp 3.000.000, dan Diamond seharga Rp 4.000.000. Hampir 10.000 penonton memadati arena konser kala itu. Menurut Forbes, Taylor Swift termasuk dalam 7 musisi dengan bayaran termahal, Sekali manggung ia memperoleh 55 juta dollar.

Konser lain yang juga fenomenal ialah Maroon 5. 2012 lalu, konsernya di Jakarta sangat menggemparkan hingga pihak promotor menambah satu hari lagi untuk pelaksanaan konser. Dalam hitungan menit, tiket konser yang dijual hanya dua kelas yakni, Tribun Rp 950.000 dan Festival Rp 1.350.000 habis terjual. Melalui konser seperti ini para musisi dapat mengumpulkan pundi-pundi.

Penerbitan dan Perizinan

Metode lain yang dilakukan oleh para musisi dalam mengumpulkan pundi-pundi ialah dengan cara penerbitan dan perizinan. Biasanya ini terkait dengan izin royalti. Apabila karya sang musisi dipakai untuk soundtrack film atau iklan, maka otomatis mereka akan mendapatkan aliran uang. Cara ini pun ampuh untuk menepis anggapan bahwa saat ini musisi menciptakan sedikit uang. Persaingan ketat dalam industri musik juga menjadi salah satu alasan bagi para musisi untuk menciptakan ide kreatif dalam menghasilkan pundi-pundi keuangan mereka.

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan di Rolling Stone, jika sebuah lagu seorang musisi diputar sebanyak 60 kali, penulis lagu akan menerima bagian 9,1 sen dollar AS dalam mekanisme pembayaran royalti (bukan jumlah sebenarnya). Sedangkan pihak musisi mendapat bagian 38 sen (atau membagi uang 50-50 dengan label rekaman sesuai kontrak). Seandainya sang musisi juga seorang penulis lagu dari karya-karyanya maka ia berhak menerima royalti penuh setiap lagunya dimainkan di televisi atau radio. Hal ini juga berlaku apabila lagu sang musisi dimainkan oleh orang lain dalam ajang kontes pencarian bakat.

Digital dan Penjualan Rekaman Fisik

Selama lebih dari dua dekade, penjualan CD telah menjadi saluran yang paling menguntungkan bagi finansial sang musisi. Sayang, zaman yang sudah canggih ini membuat pendengar musik bisa menikmati karya para musisi melalui MP3 bajakan, iTunes, Napster, Spotify, dan jaringan lainnya.

Misalnya saja melalui iTunes. Sudah banyak penggemar musik yang memanfaatkan jaringan ini untuk menikmati lagu-lagu bahkan album dari musisi kesayangan. Josh Grier, seorang pengacara musik-bisnis veteran di AS memaparkan perhitungan yang diterima oleh pihak artis maupun si pihak retail. Pihak retail akan menerima 30 % dari penjualan sedangkan sisanya sebanyak 70% dibagi antara artis dan label rekaman. Sebagai contoh, Album Sheila on 7 terbaru dijual di iTunes seharga Rp 45.000. 30% penjualan diberikan untuk iTunes dan sisanya untuk Sheila On 7 dan Sony Music entertainment Indonesia.

Brand Ambassador

Musisi juga menyetujui menjadi brand ambassador bagi sejumlah produk. Nilai yang diberikan oleh perusahaan produk yang menyewa jasa mereka ini juga tidak main-main. Misalnya saja, Beyonce yang sepakat menjadi duta ambassador untuk Pepsi. Nilai yang diperolehnya tidak tanggung-tanggung, yakni mencapai USD 50 juta atau sekitar Rp 500 miliar.
Di Indonesia, banyak juga musisi yang berperan aktif sebagai bintang iklan dan brand ambassador. Sebut saja, Ungu, Agnes Monica, BCL, Noah dan lainnya. Nominal yang diberikan juga fantastis. Agnes Monica misalnya, sekali berperan sebagai bintang iklan ia memperoleh Rp 1 miliar. Cara ini kian menjamur di kalangan musisi sehingga memperbaiki stigma musisi menciptakan sedikit uang di zaman pembajakan ini.

Merchandise

Hal lain yang dilakukan oleh musisi pada umumnya ialah menjual merchandise. Umumnya, musisi menjajakan merchandise mereka pada saat menggelar konser atau tur perjalanan. Produk yang biasanya dijual oleh para musisi ini biasanya berupa kaos, gantungan kunci, topi, sampai bendera. Hal ini berhasil diterapkan oleh band besar Bon Jovi. Berkat penjualan merchandise secara online, mereka meraup revenue sampai USD 2 juta per tahun. Cara ini terbilang ampuh dalam menanggulangi kasus musisi yang menciptakan sedikit uang.

Di samping itu ada beberapa 10 Women Celebpreneur yang Eksis dengan Berbisnis untuk memperkuat kondisi finansialnya.

 

Komentar