10 Miliarder Yang Merintis Dari Kemiskinan

Ada beberapa jutawan maupun miliarder di dunia yang mendapatkannya karena faktor warisan keluarga. Namun, ada juga miliarder yang memulainya tanpa mendapat warisan maupun limpahan kekayaan lainnya. Para miliarder ini membangun kekayaannya dari nol dengan melalui berbagai pengalaman hidup yang pahit. Berikut ini adalah 10 miliarder yang merintis dari kemiskinan dan sukses menjadi orang kaya.

1. Sara Blakely

Miliarder SpanxWanita perancang busana ini merupakan salah satu miliarder yang merintis dari kemiskinan. Namun, jalan yang ia tempuh menuju kesuksesan tidaklah mudah.

Ia pernah gagal dua kali ujian masuk sekolah hukum. Ia juga pernah melamar kerja di Walt Disney World untuk menjadi Goofy, tapi lagi-lagi ditolak karena tinggi tubuhnya yang tidak mencukupi. Selama tujuh tahun ia juga pernah menjadi penjual mesin faksimile. Kemudian, dengan menghabiskan tabungannya sejumlah 5.000 dollar, ia berinvestasi untuk membangun perusahaan yang menjadikannya seorang miliarder sekarang ini, yaitu Spanx.

Ia merupakan perempuan pertama yang bergabung dengan The Giving Pledge, sebuah kampanye yang didanai Warren Buffet dan Bill Gates untuk mendorong para miliarder menyumbangkan sebagian kekayaannya untuk kegiatan amal.

 

2. Jan Koum

Miliarder WhatsAppJan Koum masih berusia 16 tahun ketika berimigrasi ke Amerika Serikat dari Ukraina dengan ibunya. Mereka berdua bertahan hidup hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah AS.

Kemudian Koum belajar komputer secara otodidak saat remaja, dan ketika sudah dewasa, ia menjadi salah satu pendiri aplikasi WhatsApp, yang kemudian dibeli oleh Facebook seharga 19 miliar dolar.

 

3. Chan Laiwa

Miliarder Fu Wah InternationalWalaupun masih keturunan Dinasti Manchu, tapi keluarga Chan sangat miskin pada tahun 1940-an. Bahkan, ia terpaksa berhenti sekolah karena harus bekerja, dan pada akhirnya ia mulai menjalankan bisnis perbaikan furniturnya.

Selama beberapa dekade, bisnisnya berkembang pesat, dan sebelum berumur 40 tahun ia pindah ke Hong Kong untuk memulai investasi real estate. Awalnya ia hanya memiliki 12 properti, tapi kemudian semakin banyak. Saat ini Chan merupakan direktur Fu Wah International, perusahaan yang bergerak di bidang real estate, pariwisata, elektronik, dan lainnya. Menurut Chan, kemiskinan adalah pendidikan terbaik yang pernah ia alami.

 

4. Sheldon Adelson

MiliarderSheldon adalah pemilik megaresor Las Vegas dan properti lainnya, tapi kehidupan Sheldon tidaklah selalu penuh kemewahan. Ia termasuk salah satu miliarder yang merintis dari kemiskinan untuk menuju kesuksesan. Ia pernah berbagi kamar tidur dengan kedua orangtua dan saudara-saudaranya. Ayahnya adalah sopir taksi, dan ibunya menjalankan usaha jahit.

Adelson memulai bisnisnya ketika berumur 12 tahun dengan membeli lisensi untuk menjual koran di Boston. Dan saat ini, ia merupakan salah satu orang terkaya di dunia.

 

5. Zhang Xin

Miliarder SOHOSOHO China adalah salah satu perusahaan properti paling sukses di Cina, dan Zhang Xin berada di pucuknya. Ketika remaja Zhang hidup dalam kemiskinan. Ia bekerja di pabrik mainan dan elektronik dengan upah yang sangat rendah. Ia membutuhkan waktu sekitar lima tahun mengumpulkan duit untuk membeli tiket pesawat ke London dan kursus bahasa Inggris. Ketika sudah di Inggris, ia kuliah di Universitas Cambridge, kemudian bekerja di Goldman Sachs di New York City.

 

6. Howard Schultz

Howard SchultzCEO Starbucks ini tumbuh di perumahan rakyat bersama orangtua dan saudara-saudara kandungnya. Ayah Schultz, seorang sopir truk, mendorongnya untuk menyukai olahraga. Dan ketika mendapat beasiswa sepakbola di NorthernMichiganUniversity, Schultz merupakan orang pertama dari keluarganya yang merasakan bangku universitas.

Untuk membiayai kuliahnya, ia menjadi bartender dan sesekali menjual darahnya. Ia akhirnya bekerja di Starbucks sebagai marketing director pada tahun 1980, dan dari situ mulai merintis jalan menjadi CEO. Di bawah kepemimpinannya, kafe kecil di Seattle ini berubah menjadi jaringan kedai kopi paling besar di dunia dengan jumlah 5.500 kafe di 50 negara saat ini.

 

7. George Soros

MiliarderGeorge Soros selamat dari pendudukan Nazi di Hungaria pada zaman Perang Dunia II, lalu ia pindah ke Inggris pada 1947. Ia berhasil masuk ke London School of Economics dengan melakukan berbagai pekerjaan, seperti pencuci piring atau tukang cat rumah. Ia juga pernah menjadi pelayan, tapi tidak lama.

Ia kemudian menjadi ahli keuangan, dan pada 1992 ia menghasilkan satu miliar dollar ketika ia bertaruh melawan uang poundsterling Inggris yang kemudian dikenal dengan nama Black Wednesday. Sekarang ia menjadi warga negara Amerika dengan kekayaan miliaran dan sering mendonasikan uangnya.

 

8. Oprah Winfrey

MiliarderTak ada seorang pun yang tak kenal Oprah Winfrey. Namun, tak banyak yang tahu bahwa dulu ia pernah hidup sengsara. Oprah Winfrey merupakan salah satu miliarder yang merintis dari kemiskinan dan hidup yang sangat menderita. Winfrey lahir pada tahun 1954 dari seorang single mother yang miskin di pedesaan Mississippi. Kehidupan remajanya sangat keras. Ia pernah mengalami pelecehan seksual dan pada umur 14 tahun sudah mengandung. Sayangnya, bayi tersebut tidak terselamatkan.

Ia mulai menunjukkan kemahirannya berkomunikasi ketika menjadi penyiar radio, dan pada umur 32 tahun ia sudah memiliki program televisi sendiri. Ia telah memandu acara “The Oprah Winfrey” selama 25 tahun. Kemudian ia menjadi CEO Oprah Winfrey Network yang tersedia di 80 juta rumah.

 

9. Larry Ellison

Miliarder OracleEllison lahir dari seorang ibu tunggal yang masih remaja. Karena ibunya tak sanggup mengasuhnya, ia kemudian diadopsi oleh saudaranya kemudian pindah ke selatan Chicago ketika masih bayi. Ayah angkatnya adalah seorang imigran Rusia yang miskin.

Setelah ibu angkatnya meninggal, Ellison drop out dari kampusnya, lalu pindah ke California, pindah-pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya. Kemudian, pada tahun 1977, ia mendirikan perusahaan database Oracle.

 

10. Jeff Bezos

Miliarder AmazonCEO Amazon ini sudah menunjukkan bakatnya sebagai mekanik ketika masih bayi, di mana ia mencoba untuk membongkar tempat tidurnya. Bezos bekerja di McDonald selama musim panas ketika remaja. Setahun kemudian, ia mulai menemukan jiwa entrepreneur-nya dengan mengadakan summer campbagi anak-anak yang ingin belajar mengenai sains. Ia mengenakan biaya 600 dolar kepada enam orang anak tetangganya yang mendaftar. Dan saat ini, perusahaan online miliknya ini, Amazon, bernilai miliaran dolar.

 

Lihat juga 8 pebisnis cilik yang meraih kesuksesan pada tahun 2014.

Komentar