20 Perusahaan Terbesar di Indonesia Berdasarkan Laba dan Penjualan (Updated 2019)

20 Perusahaan Terbesar di Indonesia Berdasarkan Laba dan Penjualan (Updated 2019)

Banyak faktor yang menjadi penyebab mengapa sebuah perusahaan adalah perusahaan terbaik. Perusahaan-perusahaan berikut ini mendapatkan predikat terbaik bukan hanya karena keuntungan penjualannya, melainkan juga karena kredibilitas yang diterima baik dari pihak pemerintah maupun swasta.

Selanjutnya, mari kita simak lebih jauh tentang 20 perusahaan terbaik di Indonesia yang didasarkan dari laba bersihnya dan penjualan selama 2018. Adapun data kami ambil dari berbagai sumber website keuangan seperti CNBC, market.bisnis, katadata, hingga portal berita lain seperti Liputan 6 dan Tribunnews.

NoBerdasarkan Penjualan Berdasarkan Laba Bersih
1Pertamina
Rp 826,30 triliun
Pertamina
Laba : Rp 35,99 triliun
2Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Rp 808,9 triliun (penyaluran kredit)
Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Laba : Rp 32,4 triliun
3Bank Central Asia (BCA)
Rp 678,8 triliun (penyaluran kredit)
Bank Central Asia (BCA)
Laba : Rp 25,9 triliun
4Bank Negara Indonesia (BNI)
Rp 512,71 triliun (penyaluran kredit)
Bank Mandiri
Laba : Rp 25 triliun
5Astra International Rp 239,21 triliunAstra International
Laba : Rp 21,67 triliun
6Bank Tabungan Negara
Rp 220,07 triliun (penyaluran kredit)
Telkom Indonesia
Laba : Rp 18,56 triliun
7Bank Danamon
Rp 178,2 triliun (penyaluran kredit)
Bank Negara Indonesia (BNI)
Laba : Rp 15 triliun
8Telkom Indonesia
Rp 130,78 triliun
PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (Sampoerna)
Laba : Rp 13,63 triliun
9PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (Sampoerna)
Rp 106,74 triliun
PT Hero Supermarket Tbk
Laba : Rp 9,8 triliun
10Gudang Garam
Rp 95,71 triliun
Unilever
Laba : Rp 9,1 triliun
11PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Rp 83,06 triliun
Gudang Garam
Laba : Rp 7,79 triliun
12Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN)
Rp 60,86 triliun (pendapatan bunga)
PT Adaro Energy Tbk
Laba : Rp 5,8 triliun
13PT Adaro Energy Tbk
Rp 55,9 triliun
Indofood
Laba : Rp 4,58 triliun
14Perusahaan Gas Negara (PGN)
Rp 55,24 triliun
Perusahaan Gas Negara (PGN)
Laba : Rp 4,34 triliun
15PT Unilever Indonesia Tbk.
Rp 41,80 triliun
Bank Danamon
Laba : Rp 3,9 triliun
16Indofood
Rp 38,41 triliun
Bank Tabungan Negara (BTN)
Laba : Rp 3,2 triliun
17Semen Gresik
Rp 30,68 triliun
Semen Gresik
Laba : Rp 3,08 triliun
18PT Kereta Api Indonesia (Persero)
Rp 26,86 triliun
Kalbe Farma
Laba : Rp 2,42 triliun
19Kalbe Farma
Rp 21,08 triliun
Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN)
Laba : Rp 1,97 triliun
20PT Hero Supermarket Tbk
Rp 12,97 triliun
PT Kereta Api Indonesia (Persero)
Laba : Rp 1,55 triliun

Kreditcepat banner

Perusahaan terbesar berdasarkan laba

1. Pertamina

Laba : Rp 35,99 triliun

Perusahaan yang sudah berdiri sejak 1957 ini menjalankan kegiatan usaha eksplorasi, produksi, hingga transmisi minyak dan gas. Pertamina juga mendukung program pemerintah dalam penyediaan 10.000 Megawatt (MW) listrik, dengan melakukan kegiatan eksplorasi dan produksi panas bumi sepenuhnya di Indonesia.

2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI)

Laba : Rp 32,4 triliun

Dari kegiatan usaha sepanjang 2018, BRI berhasil meraup laba sebesar Rp 32,4 triliun. Keberhasilan BRI dalam meningkatkan laba bersihnya di tahun ini tidak lepas dari kinerja penyaluran kredit. Dimana kredit dari BRI tumbuh sebanyak 10% dibandingkan tahun 2017.

3. Bank Central Asia (BCA)

Laba : Rp 25,9 triliun

Sebagaimana dilansir oleh beberapa media, BCA berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 25,9 triliun di akhir tahun 2018. Angka ini menunjukkan pertumbuhan laba sebesar 10,9% dibandingkan tahun 2017.

Pihak BCA sendiri menyatakan bahwa pertumbuhan laba ini dikarenakan kenaikan kinerja keuangan yang positif selama tahun 2018.

4. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Laba : Rp 25 triliun

Laba bersih Bank Mandiri tahun 2017 naik hingga 53,09% dibandingkan tahun 2016 menjadi Rp 20 triliun. Kenaikan laba ini tidak lepas dari usaha Bank Mandiri yang menekan biaya operasionalnya serta kenaikan dalam pendapatan dari segmen korporasi maupun ritel (individu).

5. PT Astra International Tbk

Laba : Rp 21,67 triliun

Akhir tahun 2017 lalu, PT Astra Internasional Tbk (ASII) mencatat penerimaan laba bersih yang mencapai Rp 18,88 triliun. Angka ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan labar bersihnya tahun 2016 yaitu Rp 15,15 triliun.

Secara keseluruhan, pendapatan Astra pada tahun 2017 sendiri mencapai Rp 2016,1 triliun. Perbaikan pendapatan ini tidak lepas dari keuntungan yang didapat Astra dari sektor perbankan (Bank Permata), bisnis alat berat, dan pertambangan.

6. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom)

Laba : Rp 18,56 triliun

Dari kegiatan usaha sepanjang 2018, Telkom Indonesia berhasil meraup laba bersih sebesar Rp 18,56 triliun. Keberhasilan BRI dalam meningkatkan laba bersihnya di tahun ini tidak lepas dari kinerja penyaluran kredit. Dimana kredit dari BRI tumbuh sebanyak 11,4% dibandingkan tahun 2016.

7. Bank Negara Indonesia (BNI)

Laba : Rp 15 triliun

Tahun 2018 bisa dibilang merupakan salah satu momen gemilang untuk BNI. Perusahaan ini mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 15 triliun pada penutup 2018.

Peningkatan laba ini tidak lepas dari meningkatnya penyaluran kredit BNI menjadi Rp 521,35 triliun. Selain itu, BNI juga berhasil menekan credit cost, serta mengendalikan rasio kredit bermasalah.

8. PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (Sampoerna)

Laba : Rp 13,63 triliun

Kenaikan angka laba bersih tahun 2018 ini disumbang oleh peningkatan penjualan produk Sampoerna. Sektor yang mengalami peningkatan penjualan di antaranya adalah Segmen Kretek Tangan dan Segmen kretek Mesin. Selain kinerja yang bagus, perusahaan ini juga dikenal dengan dana sosialnya yang disalurkan dalam bentuk Beasiswa Sampoerna.

9. Hero Supermarket

Laba : Rp 9,8 triliun

Walaupun mengalami penurunan penjualan, Hero Supermarket tetap mampu menjadi salah satu perusahaan dengan laba terbesar di Indonesia. Salah satu anak perusahaan yang mengalami kerugian adalah Diary Farm. Selain itu, pada Januari tahun 2019, Hero mengumumkan penutupan 26 gerainya.

10. Unilever

Laba : Rp 9,1 triliun

Bicara soal perusahaan terbaik di Indonesia, rasanya tidak mungkin untuk menghilangkan Unilever dari daftar ini. Perusahaan ini mencatat kenaikan laba bersih di tahun 2018 menjadi Rp 9,1 triliun. Kenaikan laba ini ditopang oleh peningkatan penjualan Unilever yang mencapai Rp 41,8 triliun.

Masyarakat Indonesia sendiri sangat familiar produk-produk dari Unilever seperti Sunsilk, Switzal, Dove dan lain-lain.

11. Gudang Garam

Laba : Rp 7,79 triliun

PT Gudang Garam Tbk berhasil menaikan laba bersihnya di tahun 2018 menjadi Rp 7,79 triliun. Kenaikan laba tahunan ini ditopang oleh penjualan rokok di pasar lokal dan ekspor. Dimana penjualan Gudang Garam naik hingga 13,6% sepanjang tahun 2018.

PT Adaro Energy Tbk

Laba : Rp 5,8 triliun

Tahun 2018 menandakan penurunan laba bersih sebanyak 13,5%, yaitu Rp 5,8 triliun. Walaupun dihadapkan dengan cuaca buruk sepanjang tahun, namun kinerja dari sektor batu bara meningkat dan berkontribusi pada total penjualan 2018.

13. Perusahaan Gas Negara (PGN)

Laba : Rp 4,34 triliun

PGN mencatat laba bersih tahunannya untuk 2018 sebnyak Rp 4,33 triliun. Laba ini didukung dari hasil penjualan tahunan sekitar Rp 55,24 triliun selama tahun 2018. Untuk mendukung operasionalnya, PGN juga telah menambah panjang pipa gasnya menjadi 9.909 km pada 2018.

14. Indofood

Laba : Rp 4,58 triliun

Siapa yang tidak kenal dengan Indomie? Merek mie instan ini bahkan terkenal sampai ke manca negara. Induk dari merek Indomie ini adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk yang masih diperhitungkan sebagai salah satu perusahaan terbesar di Indonesia.

Pada akhir tahun 2018, perusahaan ini membukukan laba bersih tahunan sebesar Rp 4,58 triliun. Penjualan perseroan sendiri di tahun 2018 adalah Rp 38,41 triliun.

15. Bank Danamon

Laba : Rp 3,9 triliun

Pengelolaan dana Danamon yang lebih disiplin membuahkan hasil berupa laba bersih sebesar Rp 3,9 triliun untuk tahun 2018. Angka laba ini naik 7% jika dibandingkan dengan tahun 2017.

16. Bank Tabungan Negara (BTN)

Laba : Rp 3,2 triliun

Aset BTN tercatat mengalami peningkatan sekitar 18% menjadi Rp 308 triliun. Dana pihak ketiga juga meningkat sebanyak 19% di tahun 2018.

17. Semen Gresik

Laba : Rp 3,08 triliun

Semen Gresik merupakan pabrik semen terbesar di Indonesia. Pada dasarnya anak perusahaan Semen Indonesia ini mengalami peningkatan penjualan pada kuartal III tahun 2018 yaitu Rp 30,68 triliun. Sebagai informasi, Semen Gresik merupakan penyedia dari 40% kebutuhan semen di Indonesia.

18. Kalbe farma

Laba : Rp 2,42 triliun

Perusahaan yang bergerak di bidang medis ini mencatat dirinya sebagai salah satu penghasil laba terbesar di Indonesia. Laba yang mencapai angka Rp 2,46 triliun ini merupakan sumbangan dari bagian distribusi dan logistic, obat resep, serta nutrisi.

19. Bank Tabungan Pensiun Nasional (BTPN)

Laba : Rp 1,97 triliun

Pada tahun 2018, laba BTPN memang mengalami kenaikan menjadi Rp 1,97 dibandingkan laba tahun 2017 yaitu Rp 1,22 triliun. Adapun pendapatan dari bunga yang didapatkan BTN selama 2018 mencapai lebih dari Rp 60 triliun.

20. PT Kereta Api Indonesia (Persero)

Laba : Rp 1,55 triliun

Tahun 2018, PT KAI mengalami penurunan laba sebesar 10,92%. Pada tahun 2017, KAI berhasil membukukan laba sebanyak Rp 1,72 triliun. Sesuai laporan keuangan yang diterbitkan bulan Maret 2019, perusahaan ini mengalami kenaikan beban keuangan, dari Rp 710,2 miliar di tahun 2017 menjadi Rp 1 triliun di tahun 2018.

Mau berkarir di perusahaan terbesar di Indonesia? Tentu bisa! Selain itu ketahui juga Perusahaan Paling Membahagiakan di Indonesia Bagi Fresh Graduate.

Komentar