20 Perusahaan Terbesar di Indonesia Berdasarkan Laba dan Penjualan (Updated 2018)

20 Perusahaan Terbesar di Indonesia Berdasarkan Laba dan Penjualan (Updated 2018)

Banyak faktor yang menjadi penyebab mengapa sebuah perusahaan adalah perusahaan terbaik. Perusahaan-perusahaan berikut ini mendapatkan predikat terbaik bukan hanya karena keuntungan penjualannya, melaikan juga karena kredibilitas yang diterima baik dari pihak pemerintah maupun swasta.

Selanjutnya, mari kita simak lebih jauh tentang 20 perusahaan terbaik di Indonesia yang didasarkan dari laba bersihnya dan penjualan selama 2017.

NoBerdasarkan Penjualan Berdasarkan Laba Bersih
1PT Astra International Tbk
Penjualan : Rp 206,1 triliun
Pertamina
Laba : Rp 36,4 triliun
2PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.
Penjualan : Rp 128,26 triliun
Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Laba : Rp 29,04 triliun
3PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.
Penjualan : Rp 70,19 triliun
Bank Central Asia (BCA)
Laba : Rp 23,3 triliun
4PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Penjualan : Rp 69,4 triliun
Telkomsel
Laba : Rp 22,14 triliun
5PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.
Penjualan : Rp 61,46 triliun
Bank Mandiri
Laba : Rp 20 triliun
6PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Penjualan : Rp 45,21 triliun
Astra Int
Laba : Rp 18,88 triliun
7PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Penjualan : Rp 44,8 triliun
Bank Negara Indonesia (BNI)
Laba : Rp 13,62 triliun
86. PT Bank Central Asia Tbk.
Penjualan : Rp 41,8 triliun
PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (Sampoerna)
Laba : Rp 12,67 triliun
9PT Unilever Indonesia Tbk.
Penjualan : Rp 41,2 triliun
Unilever
Laba : Rp 7 triliun
10PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.
Penjualan : Rp 27,81 triliun
Gudang Garam
Laba : Rp 7,75 triliun
11PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Penjualan : Rp 26,18 triliun
Indofood
Laba : Rp 4,17 triliun
12PT AKR Corporindo Tbk.
Penjualan : Rp 18,29 triliun
Perusahaan Gas Negara (PGN)
Laba : Rp 1,30 triliun
13PT Bank Tabungan Pensiunan Negara Tbk.
Penjualan : Rp 11,14 triliun
Bank Danamon
Laba : Rp 3,7 triliun
14PT Bumi Serpong Damai Tbk.
Penjualan : Rp 10,35 triliun
PT Adaro Energy Tbk (Adaro)
Laba : Rp 6,5 triliun
15PT Sumarecon Agung Tbk.
Penjualan : Rp 5,64 triliun
Semen Gresik
Laba : Rp 1,4 triliun
16PT Ace Hardware Indonesia Tbk.
Penjualan : Rp 5,94 triliun
PT Kereta Api Indonesia (Persero)
Laba : Rp 1,4 triliun
17PT Pakuwon Jati Tbk.
Penjualan : Rp 5,72 triliun
Bank Tabungan Pensiun Nasional (BTPN)
Laba : Rp 1,22 triliun
18PT Surya Citra Media Tbk.
Penjualan : Rp 4,45 triliun
Sumarecon Agung
Laba : Rp 362,06 miliar
19PT Metropolitan Kentjana Tbk.
Penjualan : Rp 2,54 triliun
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk
Laba : Rp 300,27 miliar
20PT Media Nusantara Citra Tbk.
Penjualan : Rp 938,27 miliar
PT Sarana Meditama Metropilitan Tbk (SAME)
Laba : Rp 72,01 miliar

Perusahaan terbesar berdasarkan penjualan

1. PT Astra International Tbk.

Astra international logo

Penjualan : Rp 206,1 triliun

Perusahaan multinasional yang memproduksi otomotif ini bermarkas di Jakarta. Perusahaan ini telah tercatat di Bursa Efek Jakarta sejak tanggal 4 April 1990. Saat ini mayoritas kepemilikan sahamnya dimiliki oleh PT. Trans Corp sebesar 50,1%. Kegiatan utama serta bisnis yang dilakukan Atsra Interasional mencakup perakitan dan penyaluran mobil, sepeda motor dengan suku cadangnya, penjualan dan penyewaan alat berat, pertambangan dan jasa terkait, pengembangan perkebunan, jasa keuangan, infrastruktur dan teknologi informasi.

2. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.

Telkom Indonesia logo

Penjualan : Rp 128,26 triliun

Perusahaan Telekomunikasi Indonesia atau lebih sering disebut PT Telkom bergerak dalam bidang usaha informasi dan komunikasi serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap di Indonesia. Telkom mengklaim sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, dengan jumlah pelanggan telepon tetap sebanyak 15 juta dan pelanggan telepon seluler sebanyak 104 juta. BUMN ini setengah sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia (52,56%), dan 47,44% dimiliki oleh Publik, Bank of New York, dan Investor dalam Negeri.

3. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

Indofood CBP Sukses Makmur logo

Penjualan : Rp 70,19 triliun triliun

Perusahaan yang bergerak sebagai produsen segala jenis makanan dan juga minuman ini menjadi salah satu favorit konsumen. Pertama kali didirikan pada 14 Agustus 1990 Indofood telah bertransformasi menjadi perusahaan total food solutions yang kegiatan operasionalnya mencakup seluruh tahapan proses produksi makanan. Beberapa produknya antara lain mi instan, makanan ringan, susu, kecap hingga makanan bayi. Perusahaan ini telah mengekspor bahan makanannya hingga Australia, Asia, dan Eropa.

Kreditcepat banner

4. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

bank rakyat indonesia logo

Penjualan : Rp 69,4 triliun

BRI atau Bank Rakyat Indonesia adalah bank pemerintah yang sangat besar di Indonesia. BRI berdiri di Indonesia pada 16 Desember 1895. Fokus BRI konsisten pada produk-produk dana pelayanan kepada masyarakat kecil dengan memberikan berbagai fasilitas kredit pada pengusaha kecil. Pemegang saham BRI adalah pemerintah Republik Indonesia dengan persentase mencapai 56.75% dan publik sebesar 43.25%.

5. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

Sumber Alfaria Trijaya logo

Penjualan : Rp 61,46 triliun

Dengan begerak dalam bidang usaha jasa swalayan, perusahaan ini mencatatkan penjualan hingga Rp 61,46 triliun. Melalui gerai swalayan degan banyak cabang di seluruh Indonesia menjadikan perusahaan ini sebagai perusahaan terbesar di Indonesia. Lebih dari 200 produk makanan dan barang kebutuhan hidup lainnya tersedia dengan harga bersaing, memenuhi kebutuhan konsumen sehari-hari. Brand produknya antara lain Alfamart dan Alfamidi.

6. PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Waskita Karya logo

Penjualan : Rp 45,21 triliun

Badan Usaha Milik Negara (BUN) ini menorehkan prestasi sebagai salah satu perusahaan terbesar di Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi ini merupakan nama besar di balik proyek terciptanya Bandara Internasional Sastranegara di Bandung, Bandara Internasional Radin Intan II, Branti Raya di Lampung Selatan, Lampung, Bandara Internasional APT Pranoto, Sungai Siring di Samarinda dan lainnya. Perusahaan yang berdiri apd atahun 1961 ini berkantor pusat di Jakarta.

7. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

bank mandiri logo

Penjualan : Rp 44,8 triliun

Perusahaan terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang perbankan adalah Bank Mandiri. Bank Mandiri juga menjadi salah satu bank favorit pilihan konsumen dalam menyalurkan uangnya. Jumlah aset Bank Mandiri pada tahun 2013 mencapai Rp670 triliun. Produk yang ditawarkan dari Bank Mandiri antara lain Mandiri Tabungan, Mandiri Deposito, e-Toll Card, dan lain-lain.

8. PT Bank Central Asia Tbk.

logo bca

Penjualan : Rp 41,8 triliun

Eksistensi serta konsistensinya melayani konsumen Indonesia selama 60 tahun menjadikan BCA sebagai salah satu perusahaan terbesar di Indoneisa. Tak tanggung-tanggung penjualannya mencapai Rp 41,8p triliun. Saat ini Bank Central Asia atau BCA merupakan milik salah satu grup perusahaan rokok terbesar di dunia, Djarum. Saham BCA sendiri dimiliki oleh beberapa pihak yakni 47,15 % milik Farindo Investment Ltd, 49,94 % di bawah pemegang saham umum yaitu masyarakat sebesar, 1.76% saham BCA dimiliki secara pribadi oleh Anthony Salim sementara saham dibeli kembali oleh BCA sebesar 1.18%.

9. PT Unilever Indonesia Tbk.

Unilever Logo

Rp 41,2 triliun

Unilever Indonesia merupakan anak perusahaan dari Unilever. Pertama kali berdiri pada 5 Desember 1933 sebagai Lever Zeepfabrieken N.V. di Rotterdam, Belanda. Pada 30 Juni 1997namanya berganti menjadi PT Unilever Indonesia. Perusahaan ini bergerak di bidang produksi barang konsumen. Walaupun dengan nilai penjualan yang besar, sayangnya Unilever belum menempati peringkat perusahaan dengan laba bersih terbesar tahun ini.

10. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Semen Indonesia logo

Penjualan : Rp 27,81 triliun

PT Semen Indonesia didirikan pada tahun 1957 di Gresik, Jawa Timur. Perusahaan ini merupakan produsen semen terbesar di Indonesia. Pada tanggal 8 Juli 1991 Semen Gresik tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya sehingga menjadikannya BUMN pertama yang go public dengan menjual 40 juta lembar saham kepada masyarakat. Saat ini kapasitas terpasang Semen Indonesia sebesar 29 juta ton semen per tahun, dan menguasai sekitar 42% pangsa pasar semen domestik.

11. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Wijaya Karya logo

Penjualan : Rp 26,18 triliun

Ditemukan pada tahun 1960, PT Wijaya Karya terus melebarkan usahanya di bidang konstruksi. PT Wijaya Karya berevolusi menjadi perusahaan infrastruktur yang terintegrasi melalui pengembangan sejumlah anak perusahaan. Di antaranya WIKA Beton, WIKA Intrade, dan WIKA Realty. Hingga kini WIKA memiliki 6 Strategic Business Unit (SBU) yang meliputi konstruksi (Kontruksi sipil dan konstruksi Bangunan Gedung), Mekanikal elektrikal, Industri Beton Pra cetak, Real Estate dan Industri Lainnya yang ke depannya akan semakin terintegrasi menjadi perusahaan Engineering Procurement Construction (EPC) dan Investasi.

12. PT AKR Corporindo Tbk.

AKR Corporindo logo

Penjualan : Rp 18,29 triliun

Perusahaan multinasonal yang bermarkas di Jakarta ini menghasilkan berbagai macam produk bahan bakar dan gas alam. Perusahaan ini mulai eksis di Indonesia pada tahun 1977. Di tahun 1994, Perseroan menapaki babak baru dalam perkembangan usahanya dengan menjadi perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

13. PT Bank Tabungan Pensiunan Negara Tbk.

Bank Tabungan Pensiunan Negara logo

Penjualan : Rp 11,14 triliun

Perusahaan yang bergerak dibidang Perbankaini telah berdiri sejak 1958, dan berkantor pusat di Jakarta. BTPN memiliki aktivitas utama yakni mengkhususkan pelayanan kepada para pensiunan dan pegawai aktif, karena target market Bank BTPN adalah para pensiunan. Dalam rangka memperluas kegiatan usahanya, Bank BTPN bekerja sama dengan PT Taspen, sehingga Bank BTPN tidak saja dapat memberikan pinjaman dan pemotongan cicilan pinjaman, tetapi juga dapat melaksanakan “Tri Program Taspen”, yaitu Pembayaran Tabungan hari Tua, Pembayaran Jamsostek dan Pembayaran Uang Pensiun.

14. PT Bumi Serpong Damai Tbk.

Bumi Serpong Damai logo

Penjualan : Rp 10,35 triliun

Perusahaan ini merupakan bagian dari Sinar Mas Land. Dengan konsistensinya menjadi salah satu pengembang kota mandiri terbesar di Indonesia, menjadikan PT Bumi Serpong Damai sebagai perusahaan terbesar. Sejak tahun 2008, perusahaan ini menjadi perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Hingga kini Pt Bumi Serpon Damai terus berusaha mengembangkan dan mendirikan properti hunian maupun hiburan di kawasan BSD.

15. PT Sumarecon Agung Tbk.

Sumarecon Agung logo

Penjualan : Rp 5,64 triliun

Salah satu perusahaan terbesar yang juga serius menggarap properti-properti di Indonesia adalah PT Sumarecon Agung Tbk. Sumarecon bukan hanya menjadi pengembang namun pioner dalam mengembangkan wilayah Kelapa Gading, Jakarta. Serpong, Tangerang dengan proyek Summarecon Serpong, Bekasi dengan Summarecon Bekasi, dan Bandung dengan Summarecon Bandung. Bukan hanya mendirikan hunian mewah dan apartemen saja, Sumarecon juga mendirikan pusat perbelanjaan dan hotel.

16. PT Ace Hardware Indonesia Tbk.

ace hardware logo

Penjualan : Rp 5,94 triliun

Bergerak dalam bidang retail, perusahaan yang berdiri pada tahun 1995 ini merupakan anak perusahaan dari PT. Kawan Lama Sejahtera – pusat perlengkapan teknik dan industri #1 di Indonesia. Ace Hardware menjadi solusi bagi konsumen yang hendak mencari perlengkapan rumah dan gaya hidup. Dengan mengusung konsep “The Helpful Place” menjadi jawaban dari beraneka kebutuhan yang jamak ditemui pelanggan sehari-hari. Selain melalui koleksi lengkap produk, PT Ace Hardware Indonesia terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik, dari presales hingga aftersales.

17. PT Pakuwon Jati Tbk.

Logo Pakuwon

Penjualan : Rp 5,72 triliun

Perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang konstruksi ini sudah ada di Indonesia sejak tahun 1982. Dengan memilih bermarkas di Surabaya, Pakuwon Jati berdedikasi mengembangkan properti di daerah tersebut seperti pusat perbelanjaan, hunian mewah hingga gedung perkantoran . Beberapa portofolionya di Surabaya, antara lain Plaza Tunjungan I – IV, kantor kompleks BBD Tower, Sheraton Surabaya Hotel bintang 5pembangungan apartemen Supermall Mansion di Pakuwon Indah, pembangunan TP 5, TP 6, dan The Peak Residence di Surabaya Tengah.

18. PT Surya Citra Media Tbk.

scm-logo

Penjualan : Rp 4,45 triliun

Perusahaan yang bergerak di bidang media ini berhasil merajai sektor bisnisnya. Dengan total penjualan mencapai Rp 4,45 triliun, Surya Citra Media menduduki peringkat kedua sebagai 50 perusahaan terbaik di Indonesia tahun 2016 versi majalah Forbes. Fokus bidang usaha Pt Surya Cita Media sendiri meliputi jasa multimedia, hiburan dan komunikasi, terutama di bidang pertelevisian. SCTV dan Indosiar adalah dua saluran televisi nasional yang dimiliki oleh Surya Citra Media.

19. PT Metropolitan Kentjana Tbk.

Metropolitan Kentjana logo

Penjualan : Rp 2,54 triliun

Perusahaan ini bergerak dalam sektor bisnis properti. Properti yang menjadi fokusnya adalah pusat perbelanjaan, gedung perkantoran dan apartemen. Sejumlah karya megahnya yang berdiri di Indonesia adalah Pondok Indah Mall, Wisma Pondok Indah, Pondok Indah Golf Apartment. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1972 ini berhasil mencapai penjualan hingga Rp2,54 triliun.

20. PT Media Nusantara Citra Tbk.

Media Nusantara Citra logo

 

Penjualan : Rp 938,27 miliar

Publik lebih mengenal perushaaan ini dengan nama MNC Media. Dari namanya memang perusahaan ini berfokus pada sektor media sebagai bisnis utamanya. Sejak berdiri tahun 1997, perusahaan ini terus berkembang hingga pada tahun 2007 perusahaan ini resmi melantai di bursa saham. Sumber pendapatan terbesar MNCN berasal dari tiga media televisi nasional yaitu RCTI, Global TV, dan MNCTV. Ketiga stasiun televisi nasional tersebut menawarkan acara beragam seperti film-film box office, acara olahraga, pencarian bakat, reality show, acara musik, berita, infotainment.

Perusahaan terbesar berdasarkan laba

1. Pertamina

logo pertamina

Laba : Rp 36,4 triliun

Perusahaan yang sudah berdiri sejak 1957 ini menjalankan kegiatan usaha eksplorasi, produksi, hingga transmisi minyak dan gas. Pertamina juga mendukung program pemerintah dalam penyediaan 10.000 Mega Watt (MW) listrik, dengan melakukan kegiatan eksplorasi dan produksi panas bumi sepenuhnya di Indonesia.

 

2. Telkomsel

Telkom Indonesia logo

Laba : Rp 22,14 triliun

Pastinya masyarakat Indonesia sudah tidak asing dengan perusahaan telekomunikasi ini. Di akhir tahun 2017 lalu, perusahaan ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 22,14 triliun atau naik 14,43% dari tahun sebelumnya (2016) yaitu Rp 19,3 triliun.

 

3. Bank Rakyat Indonesia (BRI)

ukm

Laba : Rp 29,04 triliun

Dari kegiatan usaha sepanjang 2017, BRI berhasil meraup laba sebesar Rp 29,04 triliun. Keberhasilan BRI dalam meningkatkan laba bersihnya di tahun ini tidak lepas dari kinerja penyaluran kredit. Dimana kredit dari BRI tumbuh sebanyak 11,4% dibandingkan tahun 2016.

 

4. Bank Central Asia (BCA)

logo bca

Laba : Rp 23,3 triliun

Sebagaimana dilansir oleh beberapa media, BCA berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 23,3 triliun di akhir tahun 2017. Angka ini menunjukkan pertumbuhan laba sebesar 13,1% dibandingkan tahun 2016.

Pihak BCA sendiri menyatakan bahwa pertumbuhan laba ini dikarenakan kenaikan dalam penyaluran kredit serta dana dari pihak ketiga.

5. Bank Mandiri

bank mandiri logo

Laba : Rp 20 triliun

Laba bersih Bank Mandiri tahun 2017 naik hingga 53,09% dibandingkan tahun 2016 menjadi Rp 20 triliun. Kenaikan laba ini tidak lepas dari usaha Bank Mandiri yang menekan biaya operasionalnya serta kenaikan dalam pendapatan dari segmen korporasi maupun ritel (individu).

 

6. Astra Int

Astra international logo

Laba : Rp 18,88 triliun

Akhir tahun 2017 lalu, PT Astra Internasional Tbk (ASII) mencatat penerimaan laba bersih yang mencapai Rp 18,88 triliun. Angka ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan labar bersihnya tahun 2016 yaitu Rp 15,15 triliun.

Secara keseluruhan, pendapatan Astra pada tahun 2017 sendiri mencapai Rp 2016,1 triliun. Perbaikan pendapatan ini tidak lepas dari keuntungan yang didapat Astra dari sektor perbankan (Bank Permata), bisnis alat berat, dan pertambangan.

7. Bank Negara Indonesia (BNI)

KTA Bank BNI

Laba : Rp 13,62 triliun

Tahun 2017 bisa dibilang merupakan salah satu momen gemilang untuk BNI. Perusahaan ini mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 13,62 triliun pada penutup 2017. Pendapatan ini 20,1% lebih besar dari tahun 2016.

Peningkatan laba ini tidak lepas dari meningkatnya penyaluran kredit BNI sebanyak 12,2%. Sedangkan untuk pendapatan non bunga BNI mencatat kenaikan fee based income sebanyak Rp 9,78 triliun.

8. PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (Sampoerna)

logo sampoerna

Laba : Rp 12,67 triliun

Tidak seperti beberapa perusahaan sebelumnya, Sampoerna mengalami penurunan laba di tahun 2017 sebanyak 0,71%. Namun demikian, perusahaan ini tetap menunjukkan peningkatan kinerja yang terbukti dari peningkatan penjualan selama 2017 yang mencapai Rp 99,09 triliun. Selain kinerja yang bagus, perusahaan ini juga dikenal dengan dana sosialnya yang disalurkan dalam bentuk Beasiswa Sampoerna.

9. Unilever

Laba : Rp 7 triliun

Bicara soal perusahaan terbaik di Indonesia, rasanya tidak mungkin untuk menghilangkan Unilever dari daftar ini. Perusahaan ini mencatat kenaikan laba bersih di tahun 2017 sebesar 9,5% menjadi Rp 7 triliun. Kenaikan laba ini ditopang oleh peningkatan penjualan Unilever yang mencapai Rp 41,2 triliun.

Masyarakat Indonesia sendiri sangat familiar produk-produk dari Unilever seperti Sunsilk, Switzal, Dove dan lain-lain.

10. Gudang Garam

logo gudang garam

Laba : Rp 7,75 triliun

PT Gudang Garam Tbk berhasil menaikan laba bersihnya di tahun 2017 sebanyak 16,07% menjadi Rp 7,75 triliun. Kenaikan laba tahunan ini ditopang oleh penjualan rokok di pasar lokal dan ekspor. Dimana penjualan di pasar lokal mencapai Rp 80,57 triliun dan ekspor mencapai Rp 2,73 triliun.

11. Indofood

Indofood CBP Sukses Makmur logo

Laba : Rp 4,17 triliun

Siapa yang tidak kenal dengan Indomie? Merek mie instan ini bahkan terkenal sampai ke manca negara. Induk dari merek Indomie ini adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk yang masih diperhitungkan sebagai salah satu perusahaan terbesar di Indonesia.

Pada akhir tahun 2017, perusahaan ini membukukan laba bersih tahunan sebesar Rp 4,17 triliun. Penjualan perseroan sendiri di tahun 2017 naik 5,3% menjadi Rp 70,19 triliun.

12. Perusahaan Gas Negara (PGN)

logo pgn

Laba : Rp 1,30 triliun

PGN mencatat laba bersih tahunannya untuk 2017 sebnyak Rp 1,3 triliun. Laba ini didukung dari hasil penjualan gas sekitar Rp 2,5 miliar selama tahun 2017. Untuk mendukung operasionalnya, PGN juga telah menambah panjang pipa gasnya pada kuartal tiga 2017.

13. Bank Danamon

logo danamon

Laba : Rp 3,7 triliun

Pengelolaan dana Danamon yang lebih disiplin membuahkan hasil berupa laba bersih sebesar Rp 3,7 triliun untuk tahun 2017 atau naik 38%.

Reputasi dari Bank Danamon ini juga menarik Bank of Tokyo Mitshubisi yang berniat untuk membeli 73,8% sahamnya. Dengan langkah ini, pihak Mitshubisi berharap bisa merambah pasar Indonesia terutama kalangan mudanya.

14. PT Adaro Energy Tbk (Adaro)

adaro logo

Laba : Rp 6,5 triliun

Tahun 2017 menandakan kenaikan laba bersih sebanyak 44%, yaitu Rp 6,5 triliun. Walaupun dihadapkan dengan cuaca buruk sepanjang tahun, namun kinerja dari sektor batu bara meningkat dan berkontribusi pada laba bersih perusahaan.

Selain laba bersih yang meningkat, Adaro juga mingkatkan kontribusi pada negara dalam bentuk royalti dan pajak Rp 4,8 triliun dan Rp 6 triliun.

15. Semen Gresik

logo semen gresik

Laba : Rp 1,4 triliun

Semen Gresik merupakan pabrik semen terbesar di Indonesia. Pada dasarnya anak perusahaan Semen Indonesia ini mengalami peningkatan penjualan pada kuartal III tahun 2017 yaitu Rp 20,5 triliun. Namun perusahaan ini juga mengalami kenaikan dalam biaya operasional yang menyebabkan laba bersih mereka turun pada tahun 2017.

Sebagai informasi, Semen Gresik merupakan penyedia dari 40% kebutuhan semen di Indonesia.

16. PT Kereta Api Indonesia (Persero)

logo kai

Laba : Rp 1,4 triliun

Dibandingkan dengan 2016, KAI berhasil meningkatkan laba bersihnya sebanyak 40% menjadi Rp 1,4 triliun. Selain pendapatan dari penumpang, pendapatan dari pengiriman barang juga meningkat di tahun 2017. KAI juga menambah pelayanannya dalam jasa transportasi kereta api dengan adanya proyek jalur kereta ke Bandara Soekarno Hatta serta pengadaan jalur kereta api Martapura-Baturaja sepanjang 32 kilometer.

17. Bank Tabungan Pensiun Nasional (BTPN)

Laba : Rp 1,22 triliun

Pada tahun 2017, laba BTPN memang mengalami penurunan sebanyak 30,3% dari tahun sebelumnya, dan di akhir 2017, mereka membukukan laba bersih sebesar Rp 1,22 triliun. Namun bank ini masih merasakan kenaikan penyaluran kredit dan pendapatan syariah yang meningkat 7,04%.

18. Summarecon Agung

summarecon logo

Laba : Rp 362,06 miliar

Salah satu perusahaan pengembang terbesar di Indonesia ini diduga meraup pendapatan sebesar Rp 1,62 triliun, dengan laba bersih Rp 362,06 miliar. Perusahaan juga mengalami peningkatan total aset menjadi Rp 21,66 triliun dibandingkan dengan total aset tahun 2016 yaitu Rp 20,81 triliun.

19. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk

Sumber Alfaria Trijaya logo

Laba : Rp 300,27 miliar

Siapa yang tidak kenal dengan mini market Alfa. Induk perusahaan dari merek Alfa ini, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, membukukan keuntungan bersih mereka pada tahun 2017 di angka Rp 300,27 miliar. Meskipun demikian, perusahaan ini tetap mengalami kenaikan penjualan sebanyak 12,65% untuk produk makanan dan 3,76% untuk produk non makanan.

20. PT Sarana Meditama Metropilitan Tbk (SAME)

logo omni

Laba : Rp 72,01 miliar

Induk perusahaan dari rumah sakit Omni ini mengalami lonjakan laba bersih yang tajam pada tahun 2017. Dari Rp 14,79 miliar pada tahun 2016, mereka berhasil meningkatkan laba menjad Rp 72,01 miliar pada tahun 2017. Pendapatan jasa yang diterima oleh SAME selama 2017 adalah Rp 775,65 miliar.

 

Mau berkarir di perusahaan terbesar di Indonesia? Tentu bisa! Selain itu ketahui juga Perusahaan Paling Membahagiakan di Indonesia Bagi Fresh Graduate.

Komentar