5 Besar Investasi Berpotensi Laris di Tahun 2014

Tahun 2014 sudah berjalan beberapa bulan dan sampai saat ini belum terlihat geliat investasi yang signifikan. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh faktor akan diselenggarakannya Pemilu pada bulan April 2014 di Indonesia yang memunculkan sentimen negatif akan iklim investasi Indonesia. Terlepas dari permasalahan tersebut, investasi apa yang masih menjadi primadona dan berpotensi laris di 2014? Berikut daftarnya investasi berpotensi laris.

Reksa Dana

Reksa Dana

Produk investasi reksa dana dianggap produk investasi yang fleksibel karena cocok bagi pemula ataupun mereka yang telah berpengalaman dalam dunia investasi. Jika dilihat dari kondisi ekonomi dan politik Indonesia tahun ini, reksa dana memang relatif aman karena investasi ini ditanggung oleh pemerintah. Banyak investor yang sebelumnya bermain dalam saham mulai melirik reksa dana campuran. Ditambah dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No. 100 tahun 2013 yang menyatakan bahwa insentif pajak penghasilan obligasi sebesar 5% atas kupon dan capital gain untuk reksadana masih diberikan. Hal ini tentunya menjadi nilai tambah sendiri bagi investor untuk memilih produk reksa dana karena memiliki hasil yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan investasi pada obligasi biasa.

Logam Mulia

Logam Mulia

Investasi pada logam mulia seperti emas dan perak juga dianggap potensial dan akan laris di tahun ini. Beberapa pakar investasi mengatakan bahwa di tahun 2014 ini harga logam mulia masih akan menurun sehingga ini adalah saat terbaik untuk membelinya. Investasi logam mulia akan sangat menguntungkan jika dilakukan dalam jangka panjang atau paling tidak untuk 2 tahun yang akan datang. Karena kondisi ekonomi global yang tidak menentu dan tren harga logam mulia yang cenderung menurun di 2014, investor akan rugi jika ia melepas investasi logam mulia di tahun ini. Lebih lanjut, penulis buku Rich Dad’s Poor Dad sekaligus pakar bidang investasi, Robert Kiyosaki, juga mengatakan jika investasi pada logam mulia khususnya emas dinilai lebih berpotensi di tahun ini.

Tabungan dan Deposito

Tabungan dan Deposito

Ingin mencari investasi jangka pendek? Di tahun 2014, banyak pakar perencana keuangan menyarankan para investor memilih tabungan atau deposito untuk investasi kurang dari 1 tahun. Pakar keuangan Eko Indarto berpendapat, di awal tahun 2014 menjelang Pemilu tidak akan ada pergerakan investasi yang signifikan sehingga para investor dianjurkan berinvestasi di bidang perbankan. Faktor lain yang menyebabkan investasi tabungan dan deposito lebih menguntungkan adalah suku bunga simpanan yang masih tinggi, meskipun ada kecenderungan akan sedikit menurun tahun ini. Bagi yang ingin bermain aman, pilihan investasi tabungan adalah yang terbaik karena tidak akan terpengaruh krisis ekonomi. Namun jika ingin sedikit mengambil risiko, pilihlah deposito berjangka panjang (1 tahun) dari bank BUMN yang bisa meminimalkan risiko.

Properti

Properti

Kondisi ekonomi dan politik yang tidak menentu akibat akan diselengarakannya Pemilu di 2014 membuat iklim investasi Indonesia tidak terlalu baik. Sentimen negatif terhadap pertumbuhan investasi pada sektor non-riil pun meningkat. Karenanya beberapa pakar perencana keuangan menyarankan investasi properti, mengapa? Karena sudah dipastikan harga rumah dan tanah akan terus merangkak naik tiap tahunnya, sehingga jika membeli salah satu jenis properti tersebut untuk dijual 3-5 tahun kemudian harganya pasti akan meningkat. Berdasarkan survei yang dilakukan Manulife Investor Sentiment Index (MISI) terhadap 500 orang, diketahui bahwa 10,6% responden memiliki investasi properti dalam bentuk rumah.

Saham

Saham

Meskipun banyak pakar keuangan yang mengatakan investasi saham di tahun 2014 kurang potensial, faktanya harga saham yang menurun malah membuat para investor berlomba-lomba membeli saham. Manulife Investor Sentiment Index (MISI) memperkirakan hal ini dipengaruhi oleh cerahnya investasi saham pada kuartal IV di 2013 yang mencatat hampir 70% dari total 500 investor yang memilih berinvestasi di saham. Tentunya para investor ini berani melakukan hal ini karena pemikiran bahwa harga saham-saham ini pasti akan naik dalam 10 tahun mendatang. Meskipun demikian, bagi Anda yang berniat membeli saham, pilihlah saham perusahaan yang sudah terkenal reputasinya untuk memastikan memperoleh gain yang besar dan pastikan Anda jeli melihat pergerakan saham untuk menghindari kerugian besar.
Pastikan Anda mendapatkan informasi tentang investasi lainnya di artikel . Dapatkan juga informasi tentang bunga deposito terkini di link ini.

Komentar