5 Gejala Gangguan Kesehatan pada Kondisi Keuangan Anda

Apakah Anda sudah sehat secara finansial? Kami yakin pertanyaan ini sering muncul dalam benak Anda. Apa pun pekerjaan Anda, dan berapa pun usia Anda sekarang, pastinya Anda ingin memiliki kondisi keuangan yang sehat. Tidak perlu bersusah payah mencari konsultan profesional untuk mengetahui gejala gangguan kesehatan finansial Anda. Berikut adalah lima gejala yang dapat Anda kenali dengan mudah untuk mengetahui bahwa kesehatan finansial Anda sedang terganggu.

1.  Tidak Memiliki Tabungan

gangguan kesehatan pada kondisi keuangan

Mungkin saat ini 30% dari penghasilan Anda dialokasikan untuk membayar cicilan KPR. Mungkin juga, saat ini Anda sedang menyicil mobil atau membiayai pendidikan anak-anak Anda. Namun, satu hal yang harus Anda ingat, jika Anda memiliki banyak pengeluaran yang menjadikan Anda sulit untuk menabung, maka keuangan Anda sedang tidak sehat.

Sebelum memutuskan untuk membuat pengeluaran, pikirkan apakah Anda masih dapat menabung dengan penghasilan yang ada. Paling sedikit 3 sampai 5 persen dari penghasilan Anda harus masuk ke dalam rekening tabungan. Jika pada akhirnya apa yang Anda inginkan menghambat Anda untuk menabung, tunda dulu pengeluaran tersebut.

2.  Tidak Memiliki Dana Pensiun

75-2

Terlepas dari usia dan pekerjaan Anda, dana pensiun harus menjadi salah satu prioritas. Hilangkan istilah “banyak anak banyak rejeki” dari pikiran Anda. Kesejahteraan saat pensiun adalah tanggung jawab Anda sendiri. Hilangkan pula pikiran bahwa masa pensiun Anda masih lama. Jika Anda berumur 25 sampai 30 tahun saat ini, itu artinya Anda memiliki sekitar 30 tahun lagi untuk mempersiapkan masa pensiun. Ingat, 30 tahun bukanlah waktu yang lama, melainkan cukup untuk mengumpulkan dana pensiun. Makin lama Anda menunda, maka makin sedikit dana yang Anda kumpulkan untuk hari tua. Jika Anda belum mempersiapkan diri untuk masa pensiun nanti, maka keuangan Anda tidak dalam kondisi sehat.

Ada beberapa jalan yang dapat ditempuh untuk mempersiapkan dana pensiun. Selain tabungan atau deposito, Anda juga dapat mengikuti program reksadana atau program dana pensiun yang diadakan oleh lembaga-lembaga keuangan dan asuransi. Tentu saja, semua ini hanya dapat dilakukan jika Anda memiliki penghasilan tetap. Jika Anda berada dalam kondisi tidak bekerja, jumlah tabungan Anda yang dapat dialokasikan untuk membayar iuran dana pensiun akan terbatas.

3Tidak Memiliki Dana Darurat

75-3

Pernahkah Anda merasa bingung dan panik ketika ada kebutuhan mendadak, tapi Anda tidak memiliki dana untuk memenuhi kebutuhan tersebut? Jika ya, maka kondisi keuangan Anda sedang ‘sakit’. Dana darurat merupakan alokasi penting yang harus Anda miliki.

Tidak ada yang tahu kapan seseorang akan sakit, mengalami pemberhentian hubungan kerja, atau dimintai iuran mendadak yang cukup besar nilainya. Dana darurat berfungsi untuk menyelamatkan Anda dari kejadian-kejadian seperti ini. Selain harus dialokasikan, dana darurat juga harus disimpan dengan aman. Gunakanlah produk perbankan seperti tabungan untuk menyimpan dana darurat. Pastikan juga dana darurat mudah diakses kapan saja dan di mana saja.

4.  Tidak Memiliki Alokasi Dana

75-4

“Budgeting” atau melakukan alokasi dana merupakan sikap finansial yang sehat. Jika penghasilan Anda habis sebelum tanggal pembayaran gaji berikutnya, maka keuangan Anda tentu menderita. Membuat alokasi dana dapat membantu Anda mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.

Dalam membuat alokasi dana bulanan ataupun tahunan, Anda harus dapat menghitung dan memberi kategori untuk tiap kebutuhan. Rencanakan alokasi dana yang sesuai dengan kemampuan secara realistis. Dengan demikian, Anda dapat konsisten mengikuti alokasi dana yang sudah dibuat. Jika Anda disiplin dalam mengikuti alokasi yang sudah dibuat, maka Anda tidak akan kebingungan saat akhir bulan.

5.  Tidak Memiliki Perencanaan Keuangan

Gejala gangguan kesehatan finansial berikutnya adalah ketika Anda tidak memiliki perencanaan keuangan. Perencanaan keuangan bukan hanya alokasi dana bulanan, melainkan juga target keuangan yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu. Misalnya, kapan Anda memiliki usaha sendiri, berapa deposito yang ingin Anda miliki tahun ini, atau kapan Anda akan membeli rumah pribadi. Semuanya ini diatur dalam rencana keuangan Anda.

Saat yang paling baik dalam membuat rencana keuangan adalah di awal tahun. Namun, tidak ada salahnya untuk memulai di bulan ini. Dengan membuat evaluasi akan kondisi keuangan Anda di tahun sebelumnya, Anda dapat merancang rencana baru untuk tahun ini. Apa pun rencana keuangan yang Anda buat, semuanya dapat terwujud jika Anda disiplin. Kedisiplinan dalam mematuhi rencana yang sudah dibuat juga dapat mencegah ‘penyakit’ keuangan lainnya.

Komentar