5 Hambatan Yang Masih Dihadapi Pelaku Bisnis Digital Indonesia

5 Hambatan Yang Masih Dihadapi Pelaku Bisnis Digital Indonesia

Bisnis digital akan terus bertumbuh di Indonesia dan hal ini tidak dapat dihindari. Namun pertumbuhan bisnis digital ini masih mengalami kendala atau hambatan.

Chief Information Officer Indonesia (iCIO Community) merilis rekomendasi tentang lima hambatan yang masih dihadapi pengusaha ICT di Indonesia.

Rekomendasi ini difasilitasi oleh Departemen Teknik Eelektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia dan melibatkan sejumlah CIO di dalam sebuah forum diskusi khusus.

“Dari pembahasan itu, kami menemukan setidaknya ada lima masalah yang perlu menjadi perhatian dan diharapkan dapat teratasi dalam waktu 3-5 tahun mendatang sehingga visi sebagai salah satu negara dengan ekonomi digital terbesar dapat tercapai,” jelas Chairman iCIO Community, Agus Wicaksono.

Masalah yang juga masih menjadi perhatian adalah kesenjangan infrastruktur teknologi, kurangnya tenaga ahli, privasi data, standar pertukaran informasi, dan kepemilikan data.

“Infrastruktur yang merata dapat mendorong pelaku bisnis berkompetisi dengan setara. Namun jika belum terjadi, hal itu dapat menyebabkan ketimpangan,” lanjutnya. Agus juga mengapresiasi langkah pemerintah lewat Proyek Palapa Ring yang mampu membuka jaringan internet untuk seluruh wilayah Indonesia.

Kemudian dalam rangka menghadapi kurangnya tenaga ahli, iCIO Community menandatangani nota kesepahaman dengan Universitas Indonesia dan Universitas Bina Nusantara untuk meningkatkan program pendidikan digital di perguruan tingginya.

“Privasi data mungkin menjadi salah satu masalah yang masih dianggap remeh. Akan tetapi, kesadaran akan hal ini perlu ditingkatkan, termasuk melalui regulasi, sehingga timbul digital trust, yaitu sikap percaya pada transaksi digital,” jelasnya lebih lanjut.

Mengenai kepemilikan data, pemerintah Indonesia mendorong agar setiap perusahaan agar memiliki pusat datanya di Indonesia. Namun di sisi lain, cara ini sudah tidak relevan digunakan berhubung teknologi cloud sudah makin optimal, sehingga tidak diperlukan pembangunan perangkat secara fisik lagi di Indonesia. Oleh karenanya, sebuah regulasi yang dapat mengakomodasi informasi dan pertumbuhan bisnis sangatlah dibutuhkan.

“Seluruh pemangku kepentingan dan pelaku digital harus sama-sama berkoordinasi untuk menuju masyarakat yang dapat memanfaatkan teknologi informasi dengan lebih cerdas dan baik,” pungkas Agus mengakhiri pembicaraan.

[Source]

Komentar