5 Kesalahan Umum Investor Pemula

5 Kesalahan umum investor pemula

Tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai sesuatu. Demikian pula halnya dalam berinvestasi. Namun, sebagai pemula dalam dunia investasi, tentu Anda harus banyak belajar mengenai dunia investasi itu agar dapat menghindari kesalahan umum investor pemula yang sering terjadi, termasuk bagaimana untuk mendapatkan keuntungan yang besar—setidaknya agar tidak mengalami kerugian.

Investor yang masih muda umumnya memiliki waktu dan kesempatan yang banyak untuk mengambil risiko, serta untuk melakukan pemulihan finansial akibat kesalahan yang pernah dilakukannya. Karena itu, beberapa hal di bawah ini perlu diperhatikan oleh investor pemula dan muda untuk meningkatkan kemampuannya berinvestasi. Inilah lima kesalahan umum investor pemula yang harus dihindari.

1. Menunda

Kesalahan umum investor pemula yang biasanya terjadi adalah menunda untuk mengambil keputusan. Kebiasaan ini bisa sangat merusak investasi ketika pasar bergerak begitu cepat. Oleh karena itu, segeralah bertindak ketika Anda melihat ada peluang untuk masuk. Tidak perlu menunggu sampai harga saham sangat murah, baru Anda membeli saham tersebut.

Investor muda pada umumnya tidak segera bertindak karena takut atau merasa belum berpengalaman. Padahal, apabila sebuah kesempatan lewat begitu saja, bisa jadi itu akan memengaruhi mental ketika melakukan investasi. Misalnya saja, ketika Anda menunggu harga sebuah saham turun hingga Rp100 dari Rp150, dan ternyata harga saham itu sudah berbalik arah ketika baru menyentuh harga Rp130. Ketika melihat tersebut, investor muda biasanya langsung merevisi target dan langsung membeli ketika harga bergerak naik kembali tanpa melakukan riset dulu. Jika hal tersebut terjadi, sebaiknya jangan gegabah, dan lakukan riset terlebih dahulu.

2. Berspekulasi

Investor muda memiliki keuntungan sendiri dibandingkan investor yang sudah senior, yakni dalam hal usia. Investor muda dapat memilih investasi dengan risiko yang tinggi dengan harapan mendapat hasil yang lebih besar pula. Jika ternyata mengalami kerugian, investor muda tinggal memulihkan kondisi keuangannya dengan membeli investasi yang lebih aman. Namun, hal itu merupakan sebuah spekulasi, bukan berdasarkan hasil riset pasar.

Spekulasi bukanlah sebuah investasi, melainkan seperti judi. Hal itu bisa mengakibatkan kerugian, sebab ada banyak investor profesional yang menunggu untuk mengambil keuntungan dengan menipu investor muda yang kurang berpengalaman.

Daripada melakukan spekulasi, investor muda sebaiknya membeli sebuah saham yang aman dan memiliki potensi akan menanjak harganya. Itu merupakan sebuah investasi jangka panjang. Selain mengharapkan keuntungan dari kenaikan harga saham, investor muda juga akan mendapatkan keuntungan dari dividen yang diberikan.

3. Terlalu banyak leverage

Leverage mempunyai manfaat sekaligus mudarat. Investor dapat meningkatkan leverage dengan menggunakan berbagai instrumen keuangan, termasuk meminjam modal, demi meningkatkan imbal hasil investasinya. Masa terbaik bagi investor untuk dapat menambah leverage pada portofolionya adalah saat masih muda. Investor muda mempunyai kesempatan lebih panjang untuk pulih dari kerugian yang dialaminya. Namun, mirip dengan berspekulasi, leverage bisa menghancurkan portofolio yang bagus sekalipun.

Investor muda mungkin mampu mengatasi dampak penurunan 20%-25% pada portofolionya tanpa menjadi patah arang. Namun, penurunan 40-50% dapat menyebabkan leverage dua kali lebih besar sehingga terlalu berat untuk dikelola. Konsekuensi penurunan seperti itu mirip dengan dampak kerugian akibat spekulasi: investor muda menjadi patah arang, atau sangat menghindari risiko sepanjang hidup investasinya.

4. Tidak cukup bertanya

Jika harga saham yang dimiliki melorot, investor muda cenderung berharap agar harga saham tersebut segera naik lagi. Namun, kondisi ini sering kali tak terjadi, harga saham malah semakin turun. Salah satu faktor penting dalam memutuskan bentuk investasi adalah dengan bertanya? Bila suatu aset diperdagangkan dengan harga separuh dari nilai wajarnya, tentu ada alasan dan menjadi tanggung jawab si investor untuk mencari tahu. Investor muda yang belum pernah mengalami perangkap dalam berinvestasi, cenderung akan mengambil keputusan tanpa terlebih dahulu berusaha mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan transaksi yang akan dilakukannya.

5. Tidak berinvestasi

Kesalahan umum investor pemula yang terakhir adalah tidak melakukan investasi. Seorang investor memiliki kesempatan terbaik untuk mencari hasil tertinggi dan mengambil risiko lebih besar jika mempunyai rentang waktu yang panjang. Investor muda memiliki rentang waktu yang panjang sehingga mampu bertoleransi dengan risiko yang lebih besar. Orang muda juga cenderung kurang berpengalaman mengelola uang. Akibatnya, mereka sering tergoda untuk fokus pada upaya-upaya yang dapat segera mungkin mengambil manfaat dari uang, tanpa berusaha fokus pada tujuan jangka panjang. Membelanjakan uang pada saat ini ketimbang menabung dan berinvestasi dapat membentuk kebiasaan buruk dan akan berdampak pada masalah tabungan dan dana pensiun.

Investor muda sebaiknya mengambil keuntungan dari usia mereka dan berusaha meningkatkan kemampuannya dalam mengambil risiko. Lebih dini melakukan investasi akan sangat membantu menentukan keragaman investasi sepanjang hidupnya. Namun, ada banyak risiko yang akan ditemui para investor tak berpengalaman saat mengambil keputusan. Kesalahan-kesalahan umum yang disebutkan di atas, diharapkan akan membantu para muda dalam mempelajari investasi sejak dini dan mencapai karir investasi yang bagus di kemudian hari.

Anda benar-benar seorang pemula dalam investasi saham? Kami berikan 5 langkah mudah memulai berinvestasi saham

Jika sudah mempelajari langkah awal berinvestasi saham, daftarkan diri Anda secara gratis di perusahaan sekuritas tepercaya

Komentar