5 Musuh Terbesar Dalam Meraih Kesuksesan Anda

5 Musuh Terbesar Dalam Meraih Kesuksesan Anda

Siapa yang ingin sukses? Rasanya hampir semua orang mau menjadi individu sukses. Sebenarnya mencapai sebuah kesuksesan sangat mudah dan bisa dimulai dari diri sendiri.

Perjalanan menuju sebuah kesuksesan dan berujung pada kekayaan akan sangat mudah dicapai apabila kita konsisten menjalankan sesuatu. Serta fokus pada satu mimpi yang hendak dicapai. Apabila kita hanya bisa mengeluh pada keadaan niscaya kesuksesan akan menjauh.

Pada dasarnya musuh terbesar saat menuju kesuksesan bukan kompetitor di lingkup bisnis atau pekerjaan Anda, melainkan diri sendiri. Seringkali kita menyalahkan keadaan atau orang lain karena gagal meraih kesuksesan. Padahal ada beberapa sifat dalam diri manusia yang berpotensi mencegah hadirnya kesuksesan itu sendiri.

Apakah kalian pernah mengalami pertarungan dengan diri sendiri ketika menuju puncak kesuksesan? Ada 5 musuh terbesar dalam diri yang harus dikalahkan demi meraih sukses. Ketika kita mengalah pada 5 hal ini maka kesuskesan akan menjauh. Pernahkah Anda mengalaminya?

1. Ego

“Beberapa orang memiliki ego yang sangat besar sehingga mereka bisa sangat gembira atau mati karena ego itu.”
John C. Maxwell

Semua orang memiliki ego. Semua orang mementingkan egonya. Dan ini yang menyebabkan kesuksesan menjauh. Ketika sang ego datang maka pikiran sehat akan sirna. Bahkan Maxwell mengatakan seseorang bisa saja mati karena terlalu mementingkan ego.

Dalam sepak bola, seorang pemain akan menuju kesuksesan sekaligus ketenaran apabila mengikuti arahan sang pelatih. Hal ini karena pelatih mengetahui cara menyalurkan potensi para pemainnya dan membentuk karakter sang pemain dalam lapangan sehingga berbuah kesuksesan. Apabila dalam pertandingan sang pemain lebih mementingkan ego ketimbang mendengarkan petuah pelatih maka karirnya bisa saja hancur.

Jadi, masih mau mementingkan ego demi kepuasan semu?

2. Gengsi

“Terlalu banyak orang menghabiskan uang yang belum mereka miliki, untuk membeli barang-barang yang mereka tidak inginkan, hanya untuk mengesankan orang yang sebenarnya mereka tidak suka”
Will Smith

Ketika ego merupakan pertarungan dengan diri sendiri, lain halnya dengan gengsi. Sifat ini sedikit naik kelas karena melibatkan pihak kedua. Benar! Rasa gengsi timbul karena ada pertarungan dengan orang lain. Rasa iri melihat teman atau orang lain lebih dahulu meraih kesuksesan.

Saat melihat teman bisnis membeli mobil BMW seri X terbaru, hati Anda langsung panas. Anda langsung berpikir, saya harus punya mobil yang lebih keren dari dia. Lalu, besoknya membeli Mercedes Benz Class- S yang notabene harganya jauh di atas BMW milik rekan Anda. Padahal kondisi finansial Anda sedang pas-pasan. Demi gengsi, Anda rela bangkrut.

Rasa gengsi karena dikalahkan oleh orang lain kerap menjadi bumbu kehancuran menuju kesuksesan. Apalagi jika Anda selalu merasa ingin lebih tapi tidak memikirkan kondisi finansial atau kemampuan diri sendiri. “Ah, saya harus punya rumah lebih mewah daripada dia”, “Saya bisa kok keliling Eropa, memang cuma dia saja yang bisa”, apabila kata-kata tersebut pernah terucap dari mulut Anda, segera tarik kembali.

Rasa gengsi sejatinya tidak bisa membeli kesuksesan. Alangkah lebih baik, Anda fokus pada usaha serta misi Anda untuk menggapai kesuksesan.

3. Tidak Disiplin

“Mengapa disiplin penting? Karena disiplin mengajarkan kita mengoperasikan sesuatu berdasarkan prinsip bukan keinginan”
John F. MacArthur Jr.

Awalnya mau membayar tagihan kartu kredit tepat waktu, tapi karena sedang ada diskon besar-besaran di salah satu pusat perbelanjaan maka uang untuk membayar tagihan dipakai dahulu. Ujung-ujungnya ketika sudah jatuh tempo, tak ada dana untuk membayar tagihan. Dan untuk melunasi tagihan serta utang-utang, Anda kemudian meminjam pinjaman dana tanpa jaminan. Dengan begitu utang Anda tak kunjung usai.

Contoh lain, hari ini sudah membuat janji bertemu dengan rekan bisnis untuk membicarakan ekspansi bisnis, tapi kurang dari 1 jam waktu perjanjian malah membatalkan karena pasangan Anda minta dijemput dari salon. Kesempatan bisnis itu bisa hilang dalam sekejap. Segitu mudahnya Anda berlaku tidak disiplin pada diri sendiri.

Bila sikap tidak disiplin ini terus berlanjut dan jadi kebiasaan, maka akan menghancurkan karir maupun bisnis Anda secara perlahan. Sikap profesionalitas kerja sudah terabaikan.

Masih mau memelihara sikap tidak displin dalam diri Anda?

4. Mudah Menyerah

“Orang sudah terlalu terbiasa berpikir secara linier. Kalau mau usaha, pasti mencari untung; mencari berhasil. Padahal dalam usaha itu ya pasti ada rugi dan gagal toh? Bagi kamu yang mau berhasil, justru cari kegagalan sebanyak-banyaknya. Sebab keberhasilan itu hanyalah sebuah titik di puncak gunung kegagalan.”
Bob Sadino

Baru satu tahun menjalankan usaha dan merugi langsung putus asa. Langsung menyerah dan tak mau lagi menyentuh bisnis atau bekerja. Padahal, demi meraih kesuksesan kita harus melewati lembah berliku terlebih dahulu serta tekanan dari berbagai pihak.

Almarhum Bob Sadino pun mengalami kegagalan berkali-kali sebelum meraih puncak keemasannya. Jangan berpikir bahwa kesuksesan Bob diproleh secara instan.

Sebelum bergelar sebagai pengusaha sukses, Bob pernah bekerja sebagai karyawan di perusahaan pelayaran di Belanda lalu banting setir jadi pengusaha mobil Mercedes sewaan sekaligus supirnya. Kemudian beralih usaha menjadi tukang batu. Meski harus berganti-ganti profesi demi menyambung hidup, Bob tak pernah menyerah.

Kalau Om Bob saja bisa, masa kita tidak bisa menjadi sukses dan mudah menyerah pada keadaan?

5. Pikiran Negatif

“Saat Anda mengganti pikiran negatif dengan yang positif, Anda akan mendapatkan hasil yang positif”
Willie Nelson

“Paling dia sukses gara-gara orang tua nya tajir”

“Dia sih bisnisnya pasti cepat melejit soalnya tantenya kan ketua komunitas pengusaha”

“Ah, dia banyak uang karena lagi deket sama anak pejabat, kan?”

Oke, stop berpikir negatif tentang orang lain! Apabila teman Anda sudah lebih dulu sukses, bukan berarti Anda harus berpikir buruk tentangnya. Jadikan itu sebuah acuan untuk meraih kesuksesan Anda sendiri.

Kesuksesan akan menjauh jika Anda terus menerus berpikir negatif mengenai orang lain. Pun, hidup juga menjadi gelisah karena Anda hanya fokus pada orang lain bukan pada diri sendiri.

Salah satu kunci meraih kesuksesan adalah terus berpikir positif dan percaya bahwa Anda memiliki potensi diri.

Mau Jadi Entrepreneur Sukses? Ikuti Nasihat 12 Entrepreneur Ini yang membawa Anda pada puncak kemenangan!

Image : youtube

Komentar