40 Persen Aduan Konsumen Ke YLKI Terkait Masalah Fintech

40 Persen Aduan Konsumen Ke YLKI Terkait Masalah Fintech

Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat aturan tentang besaran bunga pinjaman yang ditetapkan Financial Technology (fintech).

Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kerugian yang dialami oleh konsumen. Mengingat pengetahuan masyarakat akan fintech masih minim.

“Karena literasi yang rendah, konsumen tereksploitasi bunga dan denda yang tak masuk akal. Jangan sampai fintech menjadi rentenir online,” kata dia saat ditemui di Jakarta.

Dia pun mengatakan bahwa hingga saat ini, pengaduan masyarakat terkait fintech menduduki porsi tertinggi dari total aduan yang diterima oleh YLKI.

Hingga saat ini sudah ada lebih dari 200 aduan terkait fintech. “Yang paling banyak itu adalah fintech. Bisa 40 persen,” ungkapnya lagi.

Dia pun berharap OJK dapat memberikan tindakan tegas pada  fintech yang terbukti melakukan pelanggaran atau menjalankan praktik bisnis yang merugikan konsumen.

“Kami mendesak OJK untuk melakukan action yang lebih tegas untuk memblokir fintech yang tidak berizin, tapi sudah beroperasi. Kedua, sanksi tegas fintech yang sudah berizin tapi melanggar ketentuan,” tandasnya.

 

[Source]

Komentar