Anggaran THR dan Gaji Ke-13 PNS Mencapai Rp 35,76 Triliun

Anggaran THR dan Gaji Ke-13 PNS Mencapai Rp 35,76 Triliun

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjawab keraguan beberapa pihak mengenai pengaruh dari anggaran Tunjangan Hari Raya terhadap ekonomi Indonesia. Menurutnya, kenaikan anggaran untuk membayar THR dan gaji ke-13 Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak akan mengganggu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kita lihat saja nanti dan fokus pada stabilitas. Pertumbuhan kita lihat dari komponennya yakni konsumsi, investasi, terutama ekspor. Bersama Bank Indonesia, kita fokus pada stabilitas. Jangan sampai terganggu, semoga optimisme bisa dibangun,” jelas Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta.

Ia pun menjelaskan bahwa kenaikan anggaran untuk THR dan gaji ke-13 ini 68,92% lebih besar dibandingkan sebelumnya, atau mencapai Rp 35,76 triliun. Hal ini karena yang dijadikan perhitungan bukan hanya gaji pokok melainkan komponen tunjangan lainnya.

Sedangkan rincian untuk THR dan gaji ke-13 adalah THR gaji Rp 5,24 triliun, THR tunjangan kinerja Rp 5,79 triliun, THR pensiun Rp 6,85 triliun, gaji ke-13 Rp 5,24 triliun, tunjangan kinerja ke-13 Rp 5,79 triliun, dan pensiunan/tunjangan ke-13 sebesar Rp 6,85 triliun.

Sri Mulyani juga menuturkan bahwa alokasi anggaran pembaran THR, gaji ke-13, dan tunjangan pensiun ke-13 untuk tahun 2018 sudah menjadi ketetapan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018. “Ini sudah dibahas dan dengan persetujuan DPR,” tegasnya.

 

[Source]

Komentar