Alasan Deposito Layak Jadi Pilihan Investasi

deposito layak jadi pilihan investasi

Tabungan berjangka”, investasi yang satu ini mengharuskan seseorang menyimpan sejumlah uang di bank—tanpa penarikan—sepanjang jangka waktu tertentu.

Tidak sulit menjelaskan kenapa deposito layak jadi pilihan investasi, terutama bagi investor pemula. Produk bank yang satu ini menyediakan pengembalian cukup baik, tanpa perlu dihantui risiko besar. Baca terus untuk mengenali lebih lanjut kelebihan dan kekurangan deposito.

Andai kita belum menyamakan persepsi, pertama-tama marilah kita bahas definisi deposito. Dikenal juga sebagai ”tabungan berjangka”, investasi yang satu ini mengharuskan seseorang menyimpan sejumlah uang di bank—tanpa penarikan—sepanjang jangka waktu tertentu. Sebagai imbalan, bank menjanjikan pembayaran bunga untuk jangka tersebut, biasanya lebih besar dari bunga rekening tabungan biasa.

Kenapa Deposito Layak Jadi Pilihan Investasi?

Suku bunga lebih tinggi
Ini sangat tergantung bank atau layanan keuangan yang Anda pilih untuk mendepositokan uang Anda. Hampir semua bank menawarkan suku bunga deposito yang relatif lebih tinggi ketimbang suku bunga rekening tabungan biasa.

Potensi Pengembalian Rutin
Deposito memberi Anda bunga (dalam jumlah lebih tinggi) secara rutin pada interval tertentu, misalnya bulanan atau kuartal (bahkan kadang, tahunan). Beberapa bank memungkinkan bunga itu disimpan atau di-transfer ke rekening yang Anda inginkan. Artinya, walau Anda tidak punya akses ke uang di dalam deposito itu, Anda masih bisa menikmati aliran kas periodik dalam bentuk pembayaran bunga secara rutin. Inilah salah satu alasan kenapa banyak pensiunan memilih berinvestasi dalam deposito.

Produk Investasi Relatif Paling Aman
Tidak semua orang bersedia menempatkan uang mereka di saham, properti, atau investasi lain yang berisiko tinggi. Pertama, pemahamannya tidak mudah; ada banyak hal yang harus dipelajari kalau Anda ingin menjadi investor saham profesional. Di sisi lain, deposito memberi Anda kesempatan untuk berdiam diri dan menunggu pengembalian. Juga patut disebut di sini bahwa kebanyakan bank yang menawarkan deposito tergolong kredibel, stabil, dan diatur oleh pemerintah. Deposito di Indonesia dilindungi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan syarat tertentu, misalnya bank Anda tercatat sebagai anggotanya, suku bunga maksimal 7,5%, dan jumlah uang yang dijamin untuk tiap nasabah di tiap bank maksimal Rp 2 miliar. Artinya, uang yang Anda depositokan—selama masih sesuai dengan ketentuan—dijamin oleh LPS bahkan kalaupun bank Anda kolaps.

Kekurangan Deposito

Tiap produk investasi tidak sempurna. Dan seperti produk investasi lainnya, deposito juga memiliki beberapa kekurangan yang kerap jadi alasan orang-orang enggan memilihnya.

Relatif paling aman, tapi pengembalian juga paling rendah
Kita kini tahu kenapa deposito tergolong investasi yang relatif paling aman. Tapi, deposito juga investasi yang pengembaliannya paling rendah. Pakar investasi yang bijak akan meyakinkan Anda, eliminasi risiko di deposito cukup berharga. Lagipula, kalau memilih deposito, Anda sebaiknya tidak melihat nilai pengembalian belaka. Sebaiknya Anda juga pertimbangkan manfaat—yang tidak terukur oleh uang—dalam bentuk keamanan (misalnya perasaan tenang!).

Tidak ada partisipasi aktif dari investor
Beberapa orang tidak suka berada di posisi pasif saat berinvestasi. Kalau Anda termasuk orang seperti ini, deposito mungkin kurang memikat. Tapi, fakta bahwa deposito tidak memerlukan partisipasi aktif dari investornya boleh jadi justru menjadikannya pilihan bagus karena meminimalkan kesalahan investor yang bisa berakibat kerugian.

Siap mulai berinvestasi dalam deposito? Cari tahu bank apa di Indonesia yang menawarkan suku bunga tertinggi!

Komentar