Apakah Menikah dengan Orang Kaya Menjamin Masa Depan yang Cerah?

Apakah Menikah dengan Orang Kaya Menjamin Masa Depan yang Cerah?

Mungkin di antara Anda sudah mendengar kabar tentang pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bahwa sebaiknya orang kaya menikahi orang miskin. Ide ini disampaikannya sebagai solusi untuk memutus rantai kemiskinan.

Ia menyampaikan usulan ini sebagai sebuah fatwa dan gerakan moral. Usulan ini juga disarankan pada Menteri Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar mengeluarkan fatwa mengenai pernikahan ini.

Nah, bagaimana menurut Anda? Apakah pernikahan merupakan langkah paling efektif untuk meningkatkan kualitas keuangan seseorang? Bagaimana dengan pendidikan dan jenjang karir?

Yuk, simak apa saja cara yang bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas keuangan tanpa menikahi orang kaya.

Financial check up

Sebagaimana proses penyembuhan pada penyakit, hal pertama yang dilakukan dokter adalah menentukan diagnosanya. Begitupun dalam keuangan, langkah utama yang harus dilakukan adalah menentukan permasalahan yang harus diselesaikan.

Menentukan sumber masalah

Ketika Anda melihat kebutuhan hidup susah terpenuhi, maka langkah pertama adalah mencari sumber permasalahannya. Kecilnya penghasilan seringkali dianggap sebagai permasalahan utama. Namun, sebenarnya ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian untuk mengatasi masalah keuangan.

Berikut pertanyaan-pertanyaan yang harus Anda jawab untuk menentukan permasalahan utama keuangan.

  1. Berapa penghasilan Anda?
  2. Apakah Anda memiliki tabungan?
  3. Apa saja cicilan Anda? Dan kapan tenggat waktunya?
  4. Apa saja pengeluaran Anda? Buatlah rinciannya dengan jelas.
  5. Apakah Anda memiliki tanggungan?

Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dengan jelas, Anda bisa menemukan sumber permasalahan atau kesalahan dalam penggunaan uang yang membuat keuangan Anda.

Menentukan sumber penghasilan

Setelah menemukan permasalahannya, tentukan sumber penghasilan Anda atau aset yang bisa Anda jadikan dana.

Di sini juga Anda bisa menemukan apakah Anda membutuhkan dana tambahan berupa pinjaman atau tidak untuk menyelesaikan permasalahan keuangan.

Membuat rencana

Selanjutnya tentu saja membuat rencana. Ingat, rencana yang terbaik adalah rencana yang dijalankan. Jadi disiplin dalam mematuhi rencana keuangan bisa membantu kehidupan finansial Anda.

Pelunasan hutang

Buat daftar hutang atau cicilan yang Anda miliki sekarang. Prioritaskan untuk melunasi hutang yang ada terlebih dulu sebelum membeli kebutuhan yang lebih besar seperti kendaraan atau barang elektronik.

Misalnya Anda memiliki lebih dari satu hutang, maka lunasi satu per satu dengan fokus pada hutang yang paling kecil terlebih dahulu.  Tentu saja sembari membayar minimal cicilan hutang yang lain. Setelah satu hutang lunas, maka fokus untuk melunasi hutang yang lebih besar.

Ketika hutang sudah terlunasi, fokuskan dana untuk menabung atau berinvestasi. Hal ini karena mempersiapkan masa depan harus dilakukan sesegera mungkin.

Rencana pengeluaran

Anda pasti pernah mendengar tentang rumus anggaran bulanan, seperti 70-20-10 dan 50-20-30. Usahakan untuk membagi pengeluaran Anda dengan cara ini, agar lebih mudah untuk dilakukan dengan disiplin.

ilustrasi budget bulanan

Sumber penghasilan tambahan

Jika Anda tidak bisa mengurangi beberapa pengeluaran, maka Anda harus mencari penghasilan tambahan. Anda bisa menjadi pekerja lepas dengan mengerjakan berbagai proyek yang tersedia di internet. Selain itu, Anda juga bisa menawarkan jasa mengajar atau les.

Menggunakan kesempatan dan kemampuan sebaik-baiknya bukan hanya menambah penghasilan di luar pekerjaan utama. Melainkan juga bisa mengembangkan kemampuan dan kepribadian Anda sehingga bermanfaat untuk kemajuan karir nantinya.

Hal lain yang bisa dilakukan

Selain beberapa hal mendasar di atas, Anda juga harus memiliki rencana jangka panjang. Berikut adalah dua hal yang sering kami bahas dalam ulasan-ulasan kami untuk meningkatkan kemampuan finansial seseorang.

Mendapat karir yang lebih tinggi

Kami sempat membahas beberapa jalan yang bisa ditempuh untuk menapaki jenjang karir yang lebih tinggi. Secara singkat dapat diurutkan sebagai berikut.

  1. Menjadi intrepreneur
  2. Mempelajari kemampuan baru
  3. Pindah ke divisi lain
  4. Menjadi pemimpin proyek

Hal ini tentunya bukan rencana jangka pendek, karena meniti karir membutuhkan waktu dan proses.

Usaha sampingan

Jangan remehkan usaha sampingan. Sekecil apapun itu, jika Anda memiliki ide dan kemampuan untuk menghasilkan uang tambahan, kenapa tidak?

Anda tidak pernah tahu kalau usaha yang awalnya sebagai penghasilan sampingan bisa memberi keuntungan besar, atau bahkan menjadi penjamin masa depan Anda. Jadi, jangan takut untuk mulai mengumpulkan modal dan membuka usaha yang bisa dirintis dengan tekun.

Status “kaya” belum tentu investasi yang tepat

Status keluarga atau kekayaan belum tentu menjadikan calon pasangan Anda sebagai investasi yang menjanjikan. Lebih penting lagi, belum tentu menjamin kebahagiaan Anda.

Hal ini karena pada dasarnya, Anda membutuhkan orang yang mau berkembang dan maju untuk mendukung masa depan Anda. Jangan sampai kekayaan yang harusnya dijaga malah habis di tangan Anda dan pasangan.

Oleh karenanya, sebelum menginvestasikan uang, waktu, dan pikiran untuk calon pasangan Anda. Ada baiknya untuk berinvestasi pada diri sendiri terlebih dahulu. Sehingga nantinya Anda bisa merintis kekayaan sendiri, serta bisa memilih pasangan yang bisa mendukung Anda selama prosesnya.

Jangan lupa untuk membekali diri dengan kemampuan finansial setelah menikah. Simak berbagai panduan keuangan kami mengenai pengaturan uang keluarga, hingga tips melatih kemampuan finansial untuk anak-anak.

Komentar