Alasan Tidak Menggunakan KTA Untuk Renovasi Rumah

KTA

Biaya pengeluaran yang sifatnya mendesak itu sungguh tidak menyenangkan. Apalagi biaya mendesak tersebut dipergunakan untuk membayar kebutuhan pokok seperti renovasi rumah. Bisa dibayangkan biaya yang harus dikeluarkan untuk merenovasi rumah tidaklah sedikit. Apalagi jika  terjadi kerusakan yang parah, seperti dinding yang rapuh, menata langit-langit agar tidak bocor , mengubah pekarangan rumah dan masih banyak kasus lainnya. Demi mengatasi keterbatasan anggaran yang tidak pernah dipersiapkan untuk membiayai renovasi rumah, Anda mencoba mencari bantuan dari KTA (Kredit Tanpa Agunan). Tanpa Anda sadar bahwa untuk kebutuhan tertentu ada alasan tidak menggunakan KTA.

Dalam artikel ini, kita akan membandingkan perhitungan biaya angsuran dengan menggunakan KTA dan juga pinjaman renovasi. Umumnya, pinjaman KTA memakai bunga tetap. Dan pinjaman renovasi mengutamakan bunga anuitas. Lalu, mana yang lebih pantas dipakai untuk biaya renovasi rumah. Kami akan memaparkan kepada Anda bahwa pinjaman renovasi itu cara terbaik untuk mengatasi masalah renovasi rumah. Bisa dilihat dari perbedaan cicilannya dan jumlah keseluruhan yang Anda bayar. Meskipun keduanya sama-sama menawarkan tenor pinjaman 12-60 bulan, namun tersemat alasan tidak menggunakan KTA untuk renovasi rumah.

Sebagai contoh, kami akan memberikan simulasi jumlah yang harus dibayar untuk merenovasi rumah dalam jangka waktu cicilan selama 5 tahun atau 60 bulan. Pinjaman yang Anda ajukan adalah Rp 100.000.000 dengan bunga per tahun 10%. Dari simulasi perhitungan ini, Anda akan mengetahui alasan tidak menggunakan KTA untuk biaya renovasi rumah.

Pinjaman Renovasi

Total pinjaman                 : Rp 100.000.000,00

Lama pinjaman                : 60 bulan

Bunga per tahun              : 10,00%

Cicilan per bulan             : Rp 2.124.704,47

Tahun

Bunga

Pokok

Angsuran

Sisa Pinjaman

1

Rp9.269.641,69

Rp16.226.811,97

Rp25.496.453,64

Rp 83.773.188,03

2

Rp7.570.482,43

Rp17.925.971,24

Rp25.496.453,64

Rp 65.847.216,81

3

Rp5.693.399,00

Rp19.803.054,65

Rp25.496.453,64

Rp 46.044.162,16

4

Rp3.619.760,40

Rp21.876.693,24

Rp25.496.453,64

Rp 24.167.468,91

5

Rp1.311.425,20

Rp22.060.323,98

Rp25.496.453,64

Rp 0,00

Total

Rp 27.482.268,27

Rp 100.000.000

Rp 127.482.268,27

 

Pinjaman Pribadi (KTA)

Total pinjaman                          : Rp 100.000.000,00

Lama pinjaman                         : 60 bulan

Bunga per tahun                       :10,00%

Angsuran pokok per bulan         : Rp 1.666.666,67

Angsuran bunga per bulan          : Rp 833.333,33

Total angsuran per bulan            : Rp 2.500.000,00

Tahun

Bunga

Pokok

Angsuran

Sisa Pinjaman

1

Rp 10.000.000

Rp 20.000.000

Rp 30.000.000

Rp 80.000.000

2

Rp 10.000.000

Rp 20.000.000

Rp 30.000.000

Rp 60.000.000

3

Rp 10.000.000

Rp 20.000.000

Rp 30.000.000

Rp 40.000.000

4

Rp 10.000.000

Rp 20.000.000

Rp 30.000.000

Rp 20.000.000

5

Rp 10.000.000

Rp 20.000.000

Rp 30.000.000

Rp 0

Total

Rp 50.000.000

Rp 100.000.000

Rp 150.000.000

 

Apabila hendak menghitung pinjaman renovasi gunakan bunga anuitas dan pinjaman kta memakai bunga tetap. Bisa Anda bayangkan perbandingan di antara keduanya, jelas ini jadi alasan tidak menggunakan KTA saat hendak merenovasi rumah. Dari biaya Rp 100 juta, Anda harus membayar bunga hampir setengah dari jumlah pinjaman.

Pinjaman KTA bisa dipergunakan untuk kebutuhan lainnya yang jauh lebih berguna misalnya memperoleh dana tunai dalam waktu cepat dan juga untuk modal usaha.  Alasan tidak menggunakan KTA lainnya adalah karena untuk merenovasi rumah tidak perlu biaya yang mengharuskan sampai melakukan pinjaman pribadi.

Nah, bila sudah tahu gambaran mengenai bunga yang dikenakan pada kedua pinjaman, apakah Anda masih tetap memaksakan diri untuk menggunakan KTA dalam merenovasi rumah?

Di samping itu, Anda juga harus menghindari 5 Cara Pelunasan Pinjaman Pribadi yang Tidak Disarankan.

 

Komentar