BI Mencatat Aliran Modal Asing Yang Masuk Indonesia Capai 800 Juta Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dinyatakan lebih stabil oleh Bank Indonesia (BI). Hingga minggu kedua bulan April ini, aliran modal asing (capital inflow) yang sudah diterima Indonesia pun tercatat sudah berada di angka 800 juta dolar AS.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan bahwa ada beberapa hal yang menjadi pendorong stabilnya nilai tukar rupiah ini. Diantaranya adalah neraca perdagangan Indonesia yang mencetak surplus sebanya 1,09 miliar dolar AS di bulan Maret lalu. Kondisi ini menjadikan Indonesia berhasil menimbun cadangan valuta asing.

Faktor lainnya yang terpenting adalah masuknya lairan dana modal ke Indonesia dalam dua pekan pertama bulan April ini. Dody juga mengatakan bahwa hal ini berhubungan dengan perbaikan peringkat utang Indonesia serta dimasukkannya Surat Berharga Negara (SBN) dalam Global Bond Index, di mana saat ini kepercayaan asing akan obligasi makin membaik.

Menurutnya aliran dana asing secara bersih (netto) hingga pekan kedua bulan April ini mencapai 800 juta dolar AS.

“Akibat semuanya, rupiah kembali stabil di pertengahan April ini,” ungkapnya.

Meskipun stabil, BI mencatat rupiah masih terdepresiasi terhadap dolar AS sebesar 1,3 persen sampai akhir bulan Maret kemarin.

“Nilai tukar sampai tahun 2018 ini masih akan ada tekanan dari global. Tidak akan bisa lepas dari pergerakan mata uang dunia,” jelas Dody.

Adapun langkah yang dilakukan BI pada umumnya masih merupakan operasi moneter. Yaitu intervensi dari segi valuta asing dan SBN, atau yang dikenal dengan dual intervention.

Dengan langkah intervensi ini, BI mampu mengguyur pasokan valas di pasar valas, serta membeli SBN.

“Dan kami juga akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk memberikan confidence ke pasar agar ketahanan nilai tukar bisa terjaga,” pungkasnya.

Ssebagai informasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada tanggal 19 April kemarin melemah 9 poin ke level Rp 13.785 per dolar AS.

 

[Source]

Komentar