Pihak BI Memperingatkan Tentang Kondisi Ekonomi Global yang Tidak Pasti

Pihak BI Memperingatkan Tentang Kondisi Ekonomi Global yang Tidak Pasti

Bank Indonesia (BI) mewanti-wanti tentang kondisi ekonomi global yang tidak pasti. Kondisi ini disebabkan oleh kesepakatan damai Brexit masih tarik ulur. Begitupun dengan masih adanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dengan China juga menjadi pengaruh ketidakpastian ekonomi ini.

Mengenai ketegangan perdagangan kedua negara ekonomi utama dunia ini, bisa dikatakan mulai ada titik terang. Pasar kini mengamati rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping dalam KTT G20 di akhir November nanti.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo, juga mengatakan bahwa pada bulan November ini, pasar keuangan negara berkembang berjalan positif. Namun, risiko tinggi ketika The Fed akan menaikkan suku bunga lagi di bulan Desember nanti.

“Masalah ketidakpastian terhadap risiko pasar keuangan masih mengalami tekanan. Dan akhir bulan, Presiden AS dan China bertemu membahas perdagangan,” ujarnya di Solo, Jawa Tengah.

Hasil dari pertemuan tersebut diharapkan mampu memberikan pengaruh positif pada pasar keuangan. Sehingga nantinya, pasar negara berkembang bisa terus mendapat aliran modal. Sebagaimana yang terjadi dalam dua pekan terakhir bisa terus berlanjut.

“Ini baik untuk saham, surat utang negara, obligasi korporasi dalam dua pekan terakhir,” lanjut Dody.

Dodi memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia ada di level 3,7% dengan bias kebawah. Sebab, perekonomian negara-negara di luar AS akan melambat. Hal ini disebabkan kekuatan AS yang tinggi sehingga berdampak pada ekonomi global.

“Kawasan lain di dunia, Eropa dan China mengalami perlambatan ekonomi. Dengan ini, kita lihat kecenderungan aliran modal akan mengalami perlambatan ke negara berkembang,” pungkasnya.

 

[Source]

Komentar