Sambut Tahun Ajaran Baru 2018/2019 Dengan Persiapan Ini

Sambut Tahun Ajaran Baru 2018/2019 Dengan Persiapan Ini

Memasuki bulan Juli artinya kesibukan menyambut tahun ajaran baru juga dimulai. Pada pertengahan bulan ini, tepatnya tanggal 16 Juli, kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru 2018/2019 sudah aktif dilakukan.

Kesibukan tahun ajaran baru ini bukan hanya milik anak-anak yang merupakan siswa. Lebih dari itu, para orang tua juga disibukkan dengan persiapan menjelang tahun ajaran baru. Di masa-masa ini juga kesiapan mental dan finansial Anda akan diuji.

Kali ini kami menyajikan referensi untuk membantu Anda, para orang tua, yang hendak mempersiapkan kebutuhan tahun ajaran baru 2018/2019. Tentunya semua ini berkaitan dengan kebutuhan finansial yang harus diantisipasi.

Iuran sekolah

Pihak Kementerian dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah memperingatkan pihak komite sekolah untuk tidak memungut dana tambahan dari peserta didik atau orang tua siswa. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 75 Tahun 2016. Dimana dijelaskan bahwa Komite Sekolah bukanlah pihak yang berwenang untuk memungut biaya atau dana dari siswa dan orang tua siswa.

Namun demikian, tidak dipungkiri bahwa masih ada sekolah yang memungut biaya tambahan atau sumbangan dari orang tua siswa, terutama sekolah-sekolah swasta. Hal ini mengingat mereka juga membutuhkan dana untuk pembangunan atau penambahan fasilitas sekolah.

Adapun Bantuan Operasional Sekolah (BOS) hanyalah bantuan dari pemerintah untuk menutupi biaya pelayanan pendidikan yang mendasar.

Oleh karenanya, sebaiknya Anda menyiapkan dana untuk berbagai iuran di luar biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Di sisi lain sebagai orang tua, Anda pun harus bisa membedakan antara iuran dan pungutan liar yang diberlakukan oleh komite sekolah.

  1. Iuran ditetapkan oleh komite sekolah tanpa melibatkan orang tua atau siswa.

Perlu diingat bahwa komite sekolah adalah organisasi yang dibentuk sekolah untuk membantu sekolah. Iuran tidak melanggar peraturan Mendikbud jika organisasi orang tua siswa, organisasi kesiswaan, atau organisasi mahasiswa ikut dalam pembahasan dan persetujuannya.

  1. Tidak ada batas nominal dan waktu pembayaran

Pemungutan biaya disebut sumbangan atau legal jika tidak ada batas nominalnya, serta tidak ada tenggat waktu pembayarannya.

  1. Tidak ada dasar hukumnya

SPP merupakan pemungutan iuran yang didasarkan pada kebijakan Pemerintah Provinsi. Sedangkan iuran dari pihak sekolah di luar itu tidak memiliki dasar hukum, apalagi jika diputuskan sepihak oleh sekolah.

Dengan panduan ini, diharapkan Anda bisa jeli mana yang merupakan iuran yang legal dan mana yang tidak. Salah satu kasus yang bisa dijadikan pelajaran adalah pungutan uang pembangunan pagar sebesar Rp 250.000 yang diberlakukan sepihak oleh sekolah.

Alat tulis

Kebutuhan alat-alat tulis tidak bisa dihindarkan setiap tahunnya. Alasan penting kenapa Anda harus menyiapkan peralatan tulis dengan lengkap adalah agar anak-anak tidak perlu meminjam peralatan tulis milik temannya.

Memenuhi kebutuhan alat tulis ini bukan berarti Anda harus membelikan yang mahal. Berikut adalah daftar harga alat-alat tulis sekolah utama yang harus dimiliki saat tahun ajaran baru.

Item Harga satuan
TotalRp 75.300
Buku tulisRp 3.300
Buku gambar besarRp 4.200
Buku tulis garis lima Rp 2.300
Pulpen Rp 3.800
Pensil 2BRp 1.800
Pensil warnaRp 53.000
PenggarisRp 3.000
PenghapusRp 1.500
Sumber : alattulis.biz.id

Setelah semua daftar alat-alat tulis utama ini terpenuhi, barulah Anda membeli perlengkapan belajar tambahan seperti tempat pensil, kompas, globe, atau permainan edukatif untuk anak usia Taman Kanak-Kanak.

Seragam (termasuk sepatu)

Jika anak-anak Anda memasuki jenjang pendidikan yang baru, tentu saja Anda membutuhkan seragam baru. Anda juga harus membeli seragam khusus yang digunakan siswa pada hari-hari tertentu seperti seragam batik. Selain itu, setiap sekolah juga memiliki seragam olahraga masing-masing.

Sebagai referensi, Anda bisa membuat daftar seragam dan perlengkapannya seperti di bawah ini.

ItemHarga
Seragam sekolah umumnyaSD : Rp 94.900 (atasan + bawahan)
SMP : Rp 107.000 (atasan + bawahan)
SMA : Rp 110.000 (atasan + bawahan)
Seragam batik atau seragam khusus sekolahRp 20.000
Seragam olahragaRp 75.000 (dibeli langsung di sekolah)
SepatuRp 90.000
Tas sekolahRp 110.000
Aksesoris seragam (dasi dan topi)Rp 18.000
Sumber : tokopedia.com

Bagi Anda yang memiliki anak remaja, keinginan untuk membeli sepatu atau tas yang mahal memang tidak terelakan. Namun sebagai orang tua, Anda harus bisa meredam keinginan ini dengan cara memberi pengertian tentang prioritas dalam finansial.

Buku pelajaran

Pada tahun ajaran baru ini, semua sekolah Indonesia diwajibkan untuk menggunakan kurikulum baru (Kurikulum 2013). Perubahan kurikulum ini juga artinya perubahan dalam kebutuhan buku pelajaran.

Adanya perubahan kurikulum juga menjadikan ada buku-buku yang tidak bisa didapatkan dari kakak kelas sebelumnya. Selain itu, buku-buku pelajaran dari toko buku bekas pun mungkin sudah tidak sesuai lagi.

Namun demikian, tidak ada salahnya Anda mengecek juga apakah buku-buku dari angkatan sebelumnya masih bisa dipakai. Jika masih bisa dipakai, Anda bisa meminta anak-anak untuk membeli buku bekas dari mereka. Biasanya, kakak kelas akan memberikan buku mereka secara gratis pada adik kelas yang dikenalnya. Kalaupun dijual, mereka akan memberika harga yang jauh lebih murah.

Kebutuhan akan buku pelajaran yang baru ini sangat penting jika anak Anda hendak memulai tahun ajaran baru di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Hal ini karena mau tidak mau Anda harus menyiapkan buku baru.

Oleh karenanya, pastikan Anda mendapatkan informasi mengenai daftar buku-buku pelajaran yang dibutuhkan dari pihak sekolah. Pastikan juga Anda mengetahui apakah semua buku ini disediakan sekolah atau tidak. Jika tidak, maka pastikan buku mana yang disediakan dan mana yang harus dibeli.

Dengan demikian, Anda dan anak bisa membuat perencanaan untuk membeli buku pelajaran dengan mudah.

Peralatan pendukung ekstrakurikuler

Pada kurikulum 2013 ini, kegiatan Pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib. Artinya, Anda harus siap dengan perlengkapan ekstrakurikuler ini.

Adapun peralatan untuk ekstrakurikuler ini adalah sebagai berikut:

Seragam Pramuka

Jenjang Pendidikan Atasan ukuran panjangAtasan ukuran pendekBawahan
Sekolah Dasar (SD)Rp 38.000Rp 41.000Rp 36.000 -
Rp 40.000
Sekolah Menengah Pertama (SMP)Rp 45.000Rp 49.000Rp 49.000
Sekolah Menengah Atas (SMA)Rp 49.000Rp 53.000Rp 53.000
Sumber : hargaindo.com
ItemHarga
Sabuk PramukaRp 6.750
Ring kacu Pramuka Rp 20.250
Topi Pramuka Rp 26.500
Bordir Tunas KelapaRp 1.000
Tali PramukaRp 10.000
Tongkat pramuka Rp 15.000
Sumber : tokopedia.com

Sedangkan untuk kegiatan ekstrakurikuler lainnya tidaklah diwajibkan. Namun jika anak-anak Anda memiliki minat dan bakat tertentu, maka tidak ada salahnya untuk didukung.

Mintalah daftar perlengkapan yang dibutuhkan saat mereka mendaftarkan diri untuk kegiatan ekstrakurikuler. Tentu saja Anda harus bisa membatasi anak-anak agar tidak terlalu larut dalam kegiatan ekstrakurikuler dan melupakan kewajiban utamanya untuk belajar.

Anggaran uang jajan

Poin ini merupakan hal yang penting, karena makin tinggi jenjang pendidikan anak, makin besar pula uang jajan yang dituntut.

Untuk mengatasi hal ini, Anda harus membahas dengan anak mengenai besaran uang jajan yang akan diterima. Jika sudah ada kesepakatan, maka anak Anda bisa belajar untuk membeli sesuatu berdasarkan budget yang ada. Anda juga lebih mudah dalam membuat anggaran uang jajan untuk anak setiap minggu atau bulannya.

Jika Anda berniat untuk membiasakan anak-anak menabung sebagian dari uang jajannya, maka Anda bisa membuat target tabungan untuk mereka. Misalnya daripada membelikan mainan yang mereka minta, Anda bisa menggunakan keinginan mereka ini sebagai tujuan dari menabung.

Dengan demikian selain melatih mereka untuk menabung, membeli sesuatu dengan uang sendiri juga akan memberikan kebanggaan tersendiri pada diri mereka.

Peraturan utama mengenai pemberian uang jajan adalah jangan memberikan uang jajan tambahan. Dengan langkah ini, anak-anak akan belajar untuk menabung jika ingin membeli sesuatu yang lebih mahal daripada uang jajannya.

Setelah mengetahui apa saja yang dibutuhkan, Anda juga harus membuat prioritas. Apalagi tahun ajaran baru kali ini jaraknya tidak terlalu jauh dengan Lebaran.

Hal lain yang harus diperhatikan

Lebaran atau pendidikan

Tahun ajaran baru kali ini jaraknya hanya sebulan dengan Lebaran. Sebagaimana setiap tahunnya, Lebaran membutuhkan banyak biaya apalagi jika Anda harus pulang kampung.

Dengan jarak waktu yang tidak terlalu jauh, kebutuhan tahun ajaran baru menjadi tantangan bagi para orang tua. Bahkan, tidak jarang banyak orang tua yang mengajukan pinjaman atau menggadaikan asetnya untuk kebutuhan pendidikan anak.

Jika memang kondisi keuangan mengharuskan Anda untuk mencari dana tambahan lain, maka pastikan Anda memilih lembaga keuangan yang terpercaya. Serta tetap memperhitungkan kemampuan membayar cicilan bulanannya.

Solusi lain yang bisa dilakukan adalah dengan memiliki tabungan pendidikan atau menabung emas untuk simpanan pendidikan anak. Dengan persiapan ini, Anda bisa menghadapi tahun ajaran baru dengan lebih tenang.

Satu hal lagi yang perlu diingat adalah, pastikan Anda sudah memiliki simpanan untuk tahun ajaran baru sebelum membuat anggaran untuk Lebaran. Cara ini untuk memisahkan anggaran, agar uang untuk pendidikan anak tidak terpakai untuk Lebaran.

Selain itu, Anda juga bisa meminta anak-anak mengalokasikan uang jajan yang didapatkan dari sanak keluarga saat Lebaran untuk membeli sebagian kebutuhan sekolahnya.

Kursus tambahan

Sebenarnya kursus atau pelajaran tambahan tidak diperlukan jika anak Anda mampu mengikuti pelajaran dengan baik. Hanya saja tidak dipungkiri, terkadang mereka membutuhkan bantuan dari kelas tambahan untuk memahami pelajaran di sekolah.

Untuk kisaran harga kursus yang mencakup pelajaran kurikulim terbaru (2013), dapat dilihat di bawah ini.

Jenjang pendidikanHarga Per Pertemuan
Taman Kanak-KanakRp 120.000
Sekolah Dasar (SD) kelas 1 - 5Rp 125.000
Sekolah Dasar (SD) Kelas 6Rp 140.000
Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Kelas 1 - 2
Rp 150.000
Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 3Rp 160.000
Sekolah Menengah Atas (SMA) Kelas 1 - 2Rp 170.000
Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas 3Rp 180.000
Persiapan ujian masuk perguruan tinggiRp 250.000
Sumber : tutorindonesia.co.id

Oleh karenanya, jangan terburu-buru mendaftarkan anak ke kursus tertentu tanpa mengetahui apa yang dibutuhkan. Harus diingat juga jika anak bisa belajar di rumah dengan bantuan Anda maka tidak perlu membayar lebih untuk kursus.

Ingin atau perlu?

Poin ini paling penting! Pastikan Anda tahu apakah item yang ada daftar kebutuhan Anda adalah kebutuhan atau keperluan.

Komunikasikan juga pada anak-anak mengenai hal ini. Ajarkan pada mereka untuk membedakan kebutuhan dan membuat prioritas. Jangan sampai tekanan teman-teman atau lingkungan memaksa Anda untuk membeli sesuatu yang tidak perlu. Contohnya, memasukkan anak ke kursus musik hanya karena teman-temannya juga mengikuti kursus musik.

Bagi Anda yang memiliki anak-anak di Taman Kanak-Kanak (TK) atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hindarilah membeli mainan edukatif yang tidak perlu. Solusi lain yang bisa dilakukan, belilah perabotan yang juga bisa digunakan keperluan pembelajaran. Seperti karpet denan alfabet atau angka.

Dari ulasan biaya di atas, rata-rata keluarga Indonesia mengeluarkan Rp 500.000 untuk biaya persiapan tahun ajaran baru. Angka ini belum termasuk uang sekolah, uang saku, dan biaya kursus.

Membuat perencanaan dalam menyembut tahun ajaran baru memang tidak mudah. Namun dengan melibatkan anak-anak dalam memenuhi kebutuhannya, Anda bisa sekaligus memberikan pendidikan finansial pada mereka.

Komentar