Angka Pengangguran Indonesia Menurun Hingga 5,33%

Angka Pengangguran Indonesia Menurun Hingga 5,33%

Dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengungkapkan bahwa momen inilah saat yang tepat untuk memenuhi janji kemerdekaan. Janji yang dimaksud adalah mewujudkan negeri yang makmur, sejahtera, berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan menjadi negara yang berkepribadian.

Dilihat dari sisi ketenagakerjaan, janji-janji ini diwujudkan dalam bentuk memberikan pekerjaan dan kehidupan yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia. Dimana hal ini ada dalam Pasal 27 ayat (2) Undang Undang Dasar 1945, yang berbunyi “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.”

“Artinya mereka yang belum bekerja harus difasilitasi masuk ke pasar kerja. Fasilitasi itu antara lain dengan kepastian untuk memberikan akses pekerjaan dan peningkatan kompetensi sesuai yang dibutuhkan di pasar kerja,” kata Hanif dalam keterangan tertulis dari Kemnaker.

Hal ini disampaikan oleh Hanif saat menjadi inspektur upacara HUT RI ke-72 di kantor Kemnaker Jakarta.

Hanif melanjutkan, bagi yang sudah bekerja, pemerintah akan terus mewujudkan harapan akan ketersediaan pekerjaan yang layak. Dimana semua pekerja memiliki perlindungan social yang memadai dan kesejahteraan bersama yang meningkat.

Hanif juga menjelaskan bahwa Program Kabinet Kerja  Presiden Joko Widodo, salah satunya yaitu memprioritaskan investasi dan perluasan proyek infrastruktur di seluruh Indonesia. Hal ini juga termasuk pembangunan bandara, kereta api, jalan tol, pelabuhan, pembangkit listrik, yang nantinya memberikan dampak luas bagi ketersediaan lapangan pekerjaan di seluruh daerah.

“Patut disyukuri, selama dua tahun terakhir tingkat pengangguran terbuka di Indonesia terus menurun. Dari angka 5,5 persen pada Februari 2016 menjadi 5,33 pada Februari 2017. Ini merupakan angka terendah sejak era reformasi,” kata Hanif.

Di sisi lain, menurunnya jumlah pengangguran tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri karena masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Tantangan itu antara lain adalah produktivitas dan kualitas pekerjaan.

“Kualitas SDM angkatan kerja Indonesia masih didominasi lulusan SD-SMP yang mencapai 60,39 persen. Upaya mewujudkan pekerjaan yang layak dan peningkatan kesejahteraan pekerja juga masih menjadi tantangan,”jelasnya.

 

[Source]

Komentar