Apakah Anda Siap dengan Biaya Perawatan Penyakit Kritis?

Apakah Anda Siap dengan Biaya Perawatan Penyakit Kritis?

Anda pasti sudah mengenal asuransi kesehatan. Namun, apakah Anda mengetahui bahwa ada produk asuransi yang dibuat untuk memberi pertanggungan pada penyakit kritis?

Asuransi penyakit kritis hadir karena biaya diagnosa dan perawatan untuk penyakit kritis memang jauh lebih mahal. Sehingga uang pertanggungan dari asuransi kesehatan, seringkali, tidak cukup untuk menutupi biayanya. Bahkan ada perusahaan yang menjamin perawatan untuk penderita HIV/AIDS.

Akan sangat memberatkan keluarga jika Anda tidak memiliki persiapan penjaminan sejak dini.

Berikut ulasan sederhana kami mengenai asuransi untuk penyakit-penyakit yang, seringkali, mematikan ini.

Penyakit mematikan di Indonesia

Ada beberapa kondisi atau penyakit kritis yang menjadi “pembunuh” utama di Indonesia. Tujuh penyakit itu adalah stroke, jantung koroner, diabetes mellitus, influenza dan pneumonia, tuberkolosis, liver, penyakit paru-paru.

penyakit mematikan di indonesia

Sumber : katadata.co.id

Melihat angka ini, selain menjaga kesehatan, penjaminan untuk perawatan penyakit kritis juga perlu disiapkan. Apalagi jika lingkungan tempat tinggal atau kerja Anda tidak sehat. Contoh, jika Anda menjadi perokok pasif di lingkungan kerja atau rumah, maka Anda bisa berisiko menderita penyakit paru-paru.

Juga bagi Anda yang memiliki tanggungan seperti orang tua dan anak, harus menyiapkan biaya perawatan penyakit kritis sedini mungkin.

Berikut ulasan lebih lengkapnya mengenai asuransi untuk penyakit kritis.

Apa perbedaan asuransi penyakit kritis dengan lainnya?

Misalnya saat ini Anda sudah memiliki asuransi kesehatan biasa, apakah Anda memerlukan asuransi untuk penyakit kritis? Sebelum terburu-buru menjawab, mari kita lihat dulu perbedaannya.

Jika asuransi memberikan manfaat berupa uang pertanggungan sesuai dengan perhitungan penjaminan. Maka asuransi penyakit kritis memberikan uang tunai sekaligus saat tertanggung membutuhkan perawatan.

Hal ini karena penderita penyakit kritis membutuhkan perawatan berkelanjutan yang lebih lama. Sehingga uang pertanggungan diberikan sekaligus, sesuai diagnosa, agar memudahkan pasien dalam membayar biaya perawatannya.

Selain itu, yang dimaksud dengan penyakit kritis adalah penyakit yang memang mebahayakan jiwa seperti kanker, penyakit jantung, atau gagal ginjal. Kalau misalnya Anda terkena demam, lalu terlambat dirawat hingga kondisinya kritis, maka asuransi penyakit kritis tidak akan menjamin.

Dari definisi ini bisa dilihat apakah Anda membutuhkan asuransi penyakit kritis atau tidak. Seperti yang disebutkan sebelumnya, jika Anda memiliki tanggungan seperti orang tua dan anak, maka Anda bisa mempertimbangkan produk ini. Pertimbangkan juga apakah Anda memiliki sakit bawaan atau tidak. Lalu yang terpenting adalah kemampuan finansial Anda.

Bagaimana mendapatkan asuransi untuk penyakit kritis?

Sudah banyak pihak asuransi yang menyediakan produk asuransi penyakit kritis. Hal ini mengingat kebutuhannya makin meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk.

Seperti asuransi-asuransi lainnya, Anda bisa mendaftarkan diri lewat online untuk kemudian dihubungi kembali oleh pihak asuransi.

Anda akan dipertemukan dengan seorang agen yang akan menjelaskan semua manfaat serta ketentuan asuransi. Kemudian, Anda bisa tanda tangan jika persyaratan dan prosedur yang dibutuhkan sudah terpenuhi.

Adapun usia pendaftaran untuk asuransi penyakit kritis biasanya minimal 1 bulan sampai 60 tahun. Kemudian untuk persyaratan dokumen, tidak jauh beda dengan persyaratan saat Anda membeli polis asuransi kesehatan.

Apa yang harus diperhatikan?

Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan dengan teliti sebelum membeli polis asuransi penyakit kritis.

Periode perlindungan

Beda perusahaan, beda pula ketentuan untuk periode perlindungannya. Rata-rata sampai tertanggung berusia antara 85 sampai 100 tahun. Artinya, jika sampai periode perlindungan selesai -saat mencapai usia maksimal- maka pihak asuransi akan memberikan manfaat sebesar uang pertanggungan.

Jika Anda membutuhkan perlindungan yang lama, maka carilah asuransi penyakit kritis dengan periode perlindungan terpanjang, atau seumur hidup.

Klaim uang pertanggungan

Jika pada asuransi penyakit kritis generasi pertama uang pertanggungan diberikan ketika pasien sudah pada kondisi kritis. Jadi, misalnya, tertanggung terdiagnosa kanker stadium awal, penjaminan tidak akan diberikan.

Namun pada generasi kedua, penjaminan sudah bisa diberikan sejak stadium awal penyakit. Ada 4 tahap atau stadium dalam ketentuan pencairan manfaat. Uang pertanggungan dicairkan sesuai dengan tingkat keparahan dan diagnosa. Asuransi juga mengharuskan biopsi untuk diagnosa kanker.

Kemudian klaim juga dilihat dari survival period atau masa bertahan hidup. Misalnya, seorang tertanggung dengan penyakit kritis dinyatakan memiliki survival period 7 hari. Artinya, sejak didiagnosa, pasien harus bertahan hidup selama 7 hari. Jika, pasien meninggal di hari ke 5, maka klaim akan ditolak karena belum melewati masa bertahan hidup atau survival period.

Jadi, pastikan Anda memperhatikan ketentuan-ketentuan ini. Hal ini mengingat uang pertanggungan besar, jadi pihak asuransi memiliki standar prosedur yang berbeda dari asuransi kesehatan biasa.

Termasuk pahami juga berapa lama uang pertanggungan dicairkan sejak mendapat persetujuan penjaminan.

Daftar penyakit kritis

Perlu diingat bahwa setiap perusahaan asuransi menerapkan persyaratan berbeda-beda mengenai klaim penyakit kritis. Mereka juga memiliki daftar penyakit kritis yang dijamin. Jadi pastikan Anda membandingkan beberapa perusahaan asuransi sebelum menghubungi agen asuransi.

Jadi, lindungi diri dan keluarga dengan memiliki polis asuransi yang dibutuhkan. Jangan sampai Anda panik saat membutuhkan biaya perawatan yang besar.

Komentar