Masih Mau Pindah Ke Jakarta? Simak Dulu Ulasan Ini Sebelum Memutuskan!

Masih Mau Pindah Ke Jakarta? Simak Dulu Ulasan Ini Sebelum Memutuskan!

Jakarta masih menjadi tempat favorit banyak orang untuk mengadu nasib. Pembangunan yang tampak terpusat di Jakarta menjadikan daerah ini sebagai tujuan impian sebagian besar orang di seluruh Indonesia.

Namun sekarang, apakah kota ini masih menjanjikan seperti dulu? Jawabannya bisa iya dan bisa tidak. Semuanya tergantung dari sudut pandang Anda dan tujuan Anda dalam berkarir.

Kali ini AturDuit.com ingin mengulas apakah pindah ke ibu kota selalu menjadi keputusan terbaik? Atau adakah solusi lain bagi mereka yang tidak ingin pindah ke Jakarta? Berikut ulasan kami.

pemandangan kota jakarta

Mengapa orang pindah ke Jakarta

Selain alasan keuangan atau lapangan kerja, pasti masih ada beberapa alasan lainnya yang juga sama pentingnya untuk diperhatikan. Mulai dari pernikahan, pendidikan, hingga masalah lingkungan.

Mari kita simak satu per satu beberapa poin di bawah ini yang sering melatarbelakangi pindahnya seseorang dari daerah ke kota.

Lapangan pekerjaan

Bisa dikatakan bahwa lapangan pekerjaan merupakan faktor utama urbanisasi. Banyak orang yang pindah ke ibu kota dengan harapan dapat memperbaiki kehidupan ekonominya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkirakan pada tahun 2018 ada sekitar 72.167 orang yang pindah ke Jakarta. Dari angka ini, kebanyakan merupakan pencari kerja.

Jika dilihat dari keterbatasan kesempatan kerja di daerah, bisa dipahami mengapa Jakarta merupakan pilihan para pencari kerja. Makin pesatnya pembangunan, maka makin banyak tenaga pekerja yang dibutuhkan.

Jenis pekerjaan yang baru juga bisa ditemukan di Jakarta. Misalnya, akan sulit bagi seorang yang menyukai bidang teknologi informasi (TI) untuk mendapat kerja di daerah, terutama daerah kecil. Tapi di Jakarta, tenaga TI sangat dibutuhkan. Baik itu sebagai pegawai tetap maupun pekerja lepas.

Sayangnya, bagi mereka yang tidak memiliki keahlian atau tidak mendapatkan pekerjaan, bisa terjerumus untuk melakukan tindak kriminal. Selain itu, kondisi ini juga bisa menambah jumlah penduduk miskin di Jakarta.

Pernikahan

Faktor yang satu ini juga tidak dapat dihindari.

Biasanya para pemuda mendapatkan pekerjaan di Jakarta dan menikahi wanita dari kampung halamannya. Kemudian mereka membawa istrinya untuk ikut tinggal di Jakarta.

Tidak seperti faktor lapangan pekerjaan, faktor pernikahan tidak bisa dihindari. Karena tradisi yang umum dijalankan oleh orang Indonesia adalah para istri akan mengikuti suaminya di manapun mereka tinggal.

Pendidikan

Fasilitas pendidikan terkemuka memang adanya di area Jakarta dan sekitarnya, seperti Depok dan Tangerang.

Sebut saja Universitas Indonesia di Depok dan Jakarta, lalu banyak perguruan tinggi bertaraf internasional lainnya yang siap menampung mahasiswa dari berbagai daerah.

Faktor ini juga tidak bisa dihindari. Hal ini karena untuk mengejar pendidikan yang lebih baik, orang memang harus hijrah ke kota, termasuk Jakarta. Kualitas pendidikan dan reputasi perguruan tinggi, pada banyak kasus, mempengaruhi karir seseorang. Lulusan perguruan tinggi ternama seringkali memiliki kesempatan untuk mendapat pekerjaan yang lebih besar dibanding dengan mereka yang lulus dari sekolah atau perguruan tinggi kecil di daerah.

Lingkungan

Kita tidak bisa melupakan faktor bahwa generasi muda yang baru memulai karirnya adalah milik golongan generasi y dan z. Di mana generasi ini dekat dengan teknologi dan dunia maya. Pola pikir mereka pastinya, sedikit banyak, dipengaruhi oleh apa yang dilihatnya lewat sarana komunikasi yang dimiliki. Baik itu televisi, radio, atau gadget lainnya seperti smartphone.

Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau ada yang merasa tidak cocok dengan pola pikir umum di lingkungan daerahnya, yang notabene merupakan nilai warisan turun temurun.

Contohnya, banyak anak muda di pedesaan yang lebih memilih untuk bekerja kantoran di kota daripada menjadi petani. Kurangnya minat generasi muda untuk berkarir di bidang pertanian ini juga bisa menjadi ancaman bagi harga pangan di Indonesia. Hal ini mengingat dunia pertanian juga membutuhkan generasi yang dekat dengan teknologi.

Belum lagi nilai-nilai konservatif yang dianut oleh masyarakat di pedesaan atau daerah, terkadang bertolak belakang dengan karakter umum para milenial. Di mana mereka berpikiran lebih terbuka dan mementingkan kebebasan.

Tantangan hidup di Jakarta

Setiap kota pasti memiliki tantangannya sendiri, apalagi kota metropolitan seperti Jakarta. Di bawah ini merupakan sedikit dari tantangan yang harus diantisipasi jika Anda tinggal di Jakarta. Adapun poin-poin ini kami rangkum dari berbagai sumber sebagai tantangan umum yang dihadapi masyarakat ibu kota.

Macet

Lalu lintas yang macet bukan lagi hal asing jika Anda tinggal di Jakarta. Tingkat urbanisasi yang tinggi juga mendorong bertambahnya jumlah kendaraan di kota ini.

Jika Anda mau ke Jakarta, pastikan untuk berangkat satu hingga dua jam lebih awal ke manapun Anda pergi. Hal ini untuk mengantisipasi macet yang terjadi secara tidak terduga. Sebagai informasi, kemacetan di Jakarta tidak hanya terjadi di jam-jam sibuk saja.

Biaya hidup mahal

Bukan rahasia lagi bahwa hidup di Jakarta memang tidak murah. Tidak hanya masalah inflasi, namun perputaran uang di kota ini terasa cepat sekali. Kalau tidak hati-hati, Anda akan kaget karena uang yang dimiliki rasanya cepat sekali habis.

Persaingan kerja

Dengan adanya arus urbanisasi menyebabkan persaingan kerja makin ketat. Anda harus mampu bersaing dengan orang dari seluruh Indonesia. Belum lagi tenaga ahli dari luar negeri yang juga ikut berkarir di Jakarta.

Seringkali, mau tidak mau, seseorang harus mau menerima pekerjaan yang tidak sesuai dengan jurusan kuliahnya jika tidak mau menganggur. Salah satu hal yang banyak dilakukan pencari kerja adalah memasukkan resumenya ke badan outsourcing untuk kemudian disalurkan ke perusahaan yang membutuhkan. Sayangnya, tenaga dari outsourcing tidak mendapatkan hak yang sama dengan pegawai lainnya, karena bukan berstatus pegawai tetap perusahaan.

Kriminalitas

Hidup di Jakarta juga tidak boleh lengah. Karena mendapatkan pekerjaan tidak mudah, maka dampak negatifnya adalah angka kriminalitas yang meningkat.

Anda harus hati-hati jika menggunakan kendaraan umum agar aman dari pencopet. Mengunci pintu rumah, bahkan kamar, adalah hal yang harus dilakukan. Apalagi jika tinggal di rumah kos dengan orang-orang yang baru Anda kenal.

Penipuan mulai dari berkedok investasi bodong sampai perjalanan haji pun bisa ditemuka di Jakarta. Jadi, kehati-hatian adalah tips aman untuk tinggal di kota ini.

Solusi bagi yang tidak ingin ke Jakarta

Karena keruwetan yang ada di Jakarta, tidak semua orang berminat untuk pindah ke kota metropolitan ini. Namun terkadang mereka mengalami dilema karena di daerahnya tidak ada kesempatan untuk bekerja.

Bagi Anda yang tidak ingin pindah ke Jakarta, atau berencana pindah dari Jakarta, berikut adalah beberapa ide pekerjaan yang bisa dilakukan. Walaupun kami hanya memberikan tiga poin sebagai contoh, masih banyak solusi lainnya yang bisa dilakukan jika tidak mau tinggal di Jakarta.

Menjadi pekerja digital

Ketersediaan internet sekarang bisa dinikmati di mana saja, bahkan di area pedesaan.

Menjadi pekerja digital yang hanya membutuhkan keterampilan, sambungan internet, dan gadget bisa menjadi pilihan bagi Anda yang tidak ingin meninggalkan kampung halaman.

Berwirausaha

Pilihan ini rasanya memang solusi bagi siapa saja. Anda bisa memulai usaha dalam bidang apa saja, asal memang dibutuhkan di arean sekitar. Jangan sampai Anda menjual produk atau layanan yang tidak sesuai dengan gaya hidup masyarakat sekitar.

Jenis usaha yang dirintis bisa berupa usaha kuliner, menjual kebutuhan sehari-hari, pertanian budidaya, jasa laundry, atau usaha lainnya yang memiliki potensi di daerah Anda.

Tenaga pengajar

Pemerintah saat ini memang sedang merekrut banyak guru untuk dikirim ke berbagai daerah di Indonesia.

Jika Anda lebih menyukai suasana di kota kecil atau pedesaan, menjadi guru merupakan solusi yang tepat. Bahkan bagi yang memiliki keahlian seperti memasak, tata rias, memahat, menjahit, atau mengaji, Anda tidak membutuhkan institusi resmi.

Anda bisa membuka pusat pelatihan atau kursus kecil-kecilan untuk melatih anak-anak dan pemuda di sekitar lingkungan tempat tinggal. Keahlian praktis atau kejuruan seperti ini sangat dibutuhkan bagi mereka yang tidak berniat melanjutkan pendidikan ke universitas atau perguruan tinggi.

Bagi Anda yang merupakan perantau di ibu kota pasti bisa merasakan apa yang tertulis dalam artikel ini. Namun di sisi lain, setiap kota pasti memiliki plus minusnya tersendiri.

Perlu juga diakui bahwa kemajuan dan pembangunan yang masih terpusat di area Jakarta, akan terus menarik banyak orang untuk pindah mencari penghidupan di kota ini.

Walaupun banyak solusi lainnya, namun tidak semua orang memiliki pengetahuan untuk mencari kesempatan di daerah, apalagi kota-kota kecil. Selain itu, tidak semua orang juga cocok dengan lingkungan di pedesaan atau kota kecil.

Nah, bagaimana menurut Anda? Apakah Jakarta merupakan solusi bagi yang minimnya lapangan kerja di daerah?

Komentar