Layanan Keuangan Online Yang Aman, Kenapa Tidak?

Layanan Keuangan Online Yang Aman, Kenapa Tidak?

 

 

Ancaman peretas data di dunia maya memang masih menghantui para pengguna fasilitas keuangan online. Walaupun sudah banyak edukasi untuk masyarakat, masih saja ada korban yang datanya disalahgunakan oleh para peretas atau hacker.  Ini artinya, para pelaku kejahatan di dunia maya juga mengembangkan tekniknya untuk membobol data nasabah.

Di sisi lain, dengan adanya fasilitas yang berbasis internet, penggunaan transaksi keuangan secara online tidak dapat dihindari. Hampir semua lembaga keuangan menyediakan fasilitas ini. Hanya saja, keamanan data nasabah selalu menjadi kekhawatiran utama dari penggunanya.

Untuk menghindari kerugian yang bisa diderita akibat kejahatan pencurian data atau scam saat melakukan transaksi online, Anda harus memastikan layanan keuangan yang benar-benar aman.

Apalagi, jika menggunakan aplikasi keuangan online, Anda harus tahu mana aplikasi yang terjamin keamanannya dan mana yang tidak. Oleh karenanya, kami akan membantu Anda mengetahui risiko dari transaksi keuangan yang tidak aman, serta apa saja ciri dari aplikasi keuangan yang aman.

Risiko dari menggunakan layanan keuangan online yang tidak aman

Menjadi korban scam atau pencurian dana di dunia maya bukan hal yang perlu ditakuti secara berlebihan, namun perlu diwaspadai. Jika Anda menggunakan layanan keuangan berbasis internet yang tidak aman maka risiko yang dihadapi adalah sebagai berikut:

  1. Situs tiruan

Anda pasti pernah mendengar tentang modus situs tiruan ini. Situs layanan dari sebuah bank saja bisa ditiru yang menyebabkan tersimpannya data-data nasabah di sistem situs palsu ini.

Oleh karenanya, menggunakan layanan website untuk melakukan pengelolaan keuangan seperti transaksi dan cek saldo memang tidak ada salahnya. Namun bukankah lebih aman dan praktis jika ada aplikasi keuangan yang menawarkan layanan serupa? Dengannya Anda hanya perlu mengunduh aplikasi sekali dan tidak mungkin tersasar ke halaman palsu dalam aplikasi. Nah, untuk ciri aplikasi keuangan yang aman, akan dijelaskan pada bagian selanjutnya.

  1. Peretas data dari layanan internet publik

Pernah mendengar bahwa mengakses situs keuangan di ruang publik berbahaya? Hal ini karena sambungan internet yang digunakan bersama bisa memungkinkan seseorang meretas informasi yang sedang kita buka.

Memang perilaku pencurian data ini banyak yang dilakukan atas dasar iseng. Namun Anda juga harus berhati-hati karena tidak sedikit juga orang yang memang mencari penghasilan dari cara ini. Mereka bisa saja menggunakan nama dan kata sandi Anda untuk bertransaksi, atau malah mencuri dana Anda.

  1. Memasukkan informasi penting untuk keperluan belanja

Jika Anda hendak berbelanja menggunakan kartu kredit, Anda diminta untuk memasukkan tiga angka Card Verification Value (CVV). Dimana jika situs belanja yang Anda gunakan tidak aman maka informasi kartu kredit bisa disalahgunakan.

Dengan banyaknya kasus semacam ini tidak mengherankan jika banyak orang yang masih ragu menggunakan kartu kredit untuk bertransaksi online. Apalagi jika bertransaksi menggunakan situs yang tidak dikenal. Kasus ini juga menjadikan banyak orang mencari solusi lain yang lebih aman untuk berbelanja online. Maka tidak heran kalau sekarang kita banyak menemukan aplikasi belanja online dan ada yang menerapkan sistem e-wallet juga.

  1. Risiko Phishing

Phishing adalah jenis penipuan dengan modus mengirimkan email atau menelpon calon korban. Para pelaku penipuan ini bisa mendapatkan data Anda dari berbagai sumber. Salah satunya dengan pencurian data saat Anda memasukkan informasi Anda ke sebuah situs belanja atau keuangan.

Jika tidak mau menjadi korban dari phishing maka Anda harus berhati-hati saat menerima email atau telepon yang meminta data-data Anda. Jika Anda tidak merasa mengajukan permintaan apapun maka jangan pernah memberikan data-data dengan mudah.

  1. Scam investasi di internet

Siapa yang tidak ingin uangnya berkembang dan bertambah hanya dengan cara menyimpannya. Sayangnya tidak semua lembaga yang menawarkan layanan ini aman bagi nasabah. Ketidaktahuan masyarakat untuk memilih layanan keuangan online yang aman mengakibatkan banyak orang menjadi korban investasi bodong via internet.

Namun jika dilihat dari gaya hidup dan kebutuhan masyarakat yang berkembang, tidak bisa dipungkiri bahwa layanan keuangan seperti tabungan atau investasi berbasis online juga dibutuhkan. Masalahnya, bagaimana caranya mengetahui layanan yang aman dan terpercaya?

Permasalahan yang disebutkan ini merupakan tantangan bagi para pengembang jasa keuangan untuk menemukan solusinya. Sebenarnya, aplikasi keuangan yang sangat aman sekaligus mampu memaksimalkan saldo Anda agar terus berkembang sudah tersedia. Satu-satunya platform fintech terkini di Indonesia yang bisa Anda gunakan adalah IPOTPAY.

Ciri-ciri aplikasi keuangan yang aman

Berikut kami jabarkan ciri-ciri layanan keuangan online yang aman. Karena bagaimanapun, kemudahan dalam mengelola dana secara online dibutuhkan untuk mendukung rencana dan gaya hidup Anda.

  1. Mengapa aplikasi lebih aman?

Pernah terpikirkan bahwa layanan keuangan online yang lebih aman berbentuk aplikasi?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dengan aplikasi Anda tidak harus berulang kali memasukkan alamat situs ke browser Anda. Kita tahu, kesalahan dalam memasukkan alamat situs bisa mengakibatkan risiko pencurian data Anda.

Selain itu, aplikasi selalu ada di ponsel Anda sehingga bisa diakses kapan saja. Di Indonesia sendiri aplikasi keuangan yang memungkinkan Anda bisa bertransaksi online, menyimpan dana dan mengembangkannya, bahkan membayar tagihan adalah IPOTPAY. Jadi tidak ada salahnya untuk mencari tahu lebih banyak tentang aplikasi ini sebagai solusi layanan keuangan online Anda.

  1. Menggunakan sistem keamanan yang baik

Tentunya Anda harus tahu apakah sistem keamanan yang digunakan aplikasi keuangan Anda aman atau tidak. IPOTPAY menggunakan sistem keamanan SSL 256 bit encryption. Sistem keamanan ini merupakan standar keamanan untuk website. Jika tidak ada keterangan keamanan seperti ini maka website atau aplikasi tersebut tidak cukup aman digunakan.

  1. Three layer security

Dalam layanan keuangan keamanan data nasabah adalah hal yang sangat penting. Oleh karenanya, keamanan berlapis saat mengakses aplikasi diperlukan untuk menyulitkan pelaku kejahatan seperti peretas data untuk mencuri data nasabah.

Selain rekening di bank dibuat atas nama Anda sendiri, IPOTPAY sendiri menerapkan three layers security yaitu berupa password, secure PIN, dan kode OTP (One Time Password). Sistem keamanan lapis tiga ini tentu saja selangkah lebih maju dari dunia perbankan yang hanya menggunakan 2 Factor Authentication (2FA) yaitu hanya level password dan level OTP. Dengan adanya tiga lapis sistem keamanan ini orang yang bukan pemilik akun akan kesulitan mengakses data. Selain itu, kode OTP yang dikirimkan ke nomor ponsel memungkinkan Anda untuk mengetahui bahwa ada yang berusaha mengakses akun aplikasi Anda.

  1. Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Sebagai layanan aplikasi keuangan, IPOTPAY tidak hanya berfungsi menyimpan dan bertransaksi, melainkan juga sebuah solusi untuk Anda yang ingin mengembangkan dana. Dengan layanan yang ditawarkan ini, IPOTPAY telah terdaftar di OJK. Artinya, aplikasi ini merupakan layanan keuangan resmi yang diawasi oleh pihak berwenang. Dengan demikian, sudah jelas bahwa IPOTPAY akan menjamin dana Anda aman selama berada dalam pengelolaannya.

Tidak seperti investasi online yang banyak ditemukan di internet, IPOTPAY merupakan layanan keuangan yang mengelola dana Anda dalam bentuk reksadana. Itulah mengapa untuk masyarakat Indonesia, IPOTPAY yang bisa diunduh di Play Store dan App Store merupakan tawaran solusi untuk aplikasi keuangan online yang aman. Apalagi banyak orang yang mengandalkan gadgetnya untuk melakukan semua keperluan. Aplikasi yang bisa digunakan untuk berbagai kepentingan seperti ini merupakan pilihan yang patut dicoba.

 

Komentar