April Jasmine : Berbisnis Itu Harus Sabar dan Berani Ambil Risiko! (Exclusive Interview)

Summary

April Jasmine semakin serius menekuni dan menjalani perannya sebagai perancang dan pebisnis di bidang pakaian muslimah.

Karir April Jasmine di dunia entertainment berawal dengan membintangi sinetron Pesantren Rock N Roll. Perlahan-lahan berbagai tawaran main sinetron dan FTV mulai berdatangan menghampirinya. April Jasmine yang lahir pada 1 April 1985 ini juga sempat menjadi bintang iklan.

Kiprahnya di dunia entertainment tak lantas membuatnya puas diri. Justru, ia kini beralih profesi menjadi seorang entrepreneur. Melalui Butik April Jasmine, istri Ustad Solmed ini membuka lini nya sendiri yang dikhususkan bagi para wanita muda berjilbab. April Jasmine pun sangat serius mengembangkan bisnis butik busana muslim yang hingga saat ini sudah memiliki 10 cabang yang tersebar di beberapa kota. (Kebun Jeruk, Blok M Square, Thamrin City, Bekasi, CBD Ciledug, Palembang, Balikpapan, Aceh, Bogor, Tangerang)

Keseriusannya dalam berwirausaha ini ia tuangkan melalui petikan wawancara bersama tim AturDuit. April juga menceritakan bagaimana ketekunannya dalam menjalani peran barunya sebagai pebisnis dan perancang busana. Berikut kisah lengkapnya ;

Hai April, sekarang lagi sibuk sekali berbisnis, apakah kamu masih aktif di dunia entertainment?

Aku sekarang sudah tidak terlalu aktif terjun di dunia entertainment. Jujur saja passion aku sudah nggak di situ lagi. Tapi, kalau ada undangan untuk acara talk show atau syuting yang waktunya cuma sebentar masih aku jalani. Lumayan bisa sekalian promosi butik aku.

Apa yang memicu April untuk berubah haluan dari seorang artis menjadi entrepreneur?

Semenjak berhijab, aku berpikir untuk membuka bisnis yang sesuai kebutuhan. Aku berpikir bagaimana bisa punya baju yang sesuai dengan keinginan aku dan harganya juga terjangkau. Soalnya harga baju muslim yang dijual di butik atau toko harganya lumayan mahal.

Apa tujuan April membuka butik ini selain memenuhi kebutuhan dalam berbusana?

Aku menganggap ini suatu ‘syiar’, buat pakaian muslimah yang nyaman dan enak dilihat. Di samping itu ingin memproduksi pakaian muslim yang harganya terjangkau bagi semua kalangan. Aku juga ingin menciptakan bahwa memakai baju musim itu jauh dari kesan ribet dan mudah luntur.  Aku berharap banyak orang – orang yang memakai baju muslimah. Ada tujuan dari sisi ‘syiar’ juga untuk berhijrah.

april 2

Dok : pribadi

Sudah berapa lama menjalani bisnis butik April Jasmine?

Ini sudah masuk tahun ke-4 dan sampai sekarang aku sudah bekerja sama dengan 7 orang yang berinvestasi di butik aku.

Apakah keberadaan tujuh investor ini sebagai penanam saham?

Mereka sebagai franchiser. Dan aku berpikir ini bisnis bisa berkembang dan harus diseriuskan. Makanya sampai sekarang aku terus membuka franchise sebagai tanda ingin membesarkan butik aku.

Boleh cerita dong April, bagaimana sih awal mula kamu menjalani bisnis butik ini?

Pertama kali memang berawal dari ide iseng saja. Aku mau pakai baju yang desainnya sesuai dengan keinginan sendiri. Ya sudah, aku gambar desainnya dan minta tolong ke tukang jahit langganan untuk membuatkannya. Eh, lama-lama banyak teman dan jamaah yang bertanya di mana aku beli baju. Terus aku bilang, baju-bajuku buat sendiri. Mereka malah banyak yang minta dibikinkan juga. Nah, dari situ aku akhirnya mulai iseng memasarkan lewat online.

Ternyata respon pasar sangat bagus. Bahkan mereka pada bertanya ada butiknya tidak? Soalnya banyak yang mau beli tapi sekaligus pegang langsung bahannya supaya lebih yakin. Akhirnya, aku minta modal ke suami untuk membuka butik kecil-kecilan. Pokoknya aku optimis saja deh kalau bisnis ini akan berhasil.

Di mana pertama kali buka butik?

Aku buka di Thamrin City. Luasnya hanya 5 meter.

Berapa lama sewa di Thamrin City dan apakah sudah balik modal pada saat itu?

Sewanya waktu itu setahun, perkembangannya bagus dan sudah balik modal juga. Dan aku berniat membuka butik sendiri, jadi tidak perlu sewa tempat lagi. Akhirnya ketemu tempat di Kebun Jeruk. Waktu itu belum sampai satu tahun sewa di sini terus aku bilang sama ustad tokonya di beli saja. Alhamdulillah saya dikasih rezeki sama Allah dan punya orang-orang yang bisa dipercaya untuk menjalankan bisnis ini.

April Jasmine

Hanin dari tim AturDuit sedang melakukan wawancara bersama April di butiknya

Bagaimana cara April memasarkan bisnis ini sehingga mengundang investor tertarik untuk membuka franchise?

Kita harus aktif mencari orang yang mau bekerja sama dan punya visi sama dalam mengembangkan bisnis ini. Aku sempat bikin surat penawaran untuk kerja sama ke beberapa orang yang memang tertarik dengan bisnis butik muslimah ini. Intinya harus optimis sih, apalagi jika ingin bisnisnya berkembang dan jadi besar. Aku juga belajar sabar saat mengembangkan bisnis ini. Waktu menawarkan ke beberapa orang untuk franchise ya mereka tidak langsung mau. Menurut aku kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda tapi kita jangan berputus asa. Kalau tidak ada yang mau franchise ya sudah nggak apa-apa. Kan saya juga sudah punya butik sendiri.

Dari mana April belajar berbisnis?

Sama teman-teman aku yang sudah lebih dulu punya usaha dan sukses bikin franchise. Aku banyak mengambil ilmu dari mereka.

Konsep franchise yang April tawarkan seperti apa?

Pertama tentu mereka harus punya tempat, karyawan, dan untuk baju-baju bisa supply dari aku dan bisa juga mengambil dari orang lain.  Aku sama sekali tidak memberlakukan royalty fee. Jujur aku membuat ini menjadi mudah banget, bahkan tidak mengharuskan harga mereka sama dengan harga aku.  Franchiser boleh menaikkan harga sesuai dengan kebijaksanaan masing-masing owner.

Keuntungan apa saja yang diberikan April untuk para franchiser?

Pertama, mereka mendapatkan diskon pakaian 30 persen. Kedua, kita bantu promosi. Sampai sekarang sudah ada 10 cabang butik April Jasmine dan semuanya terus kita promosikan ke konsumen hingga sekarang. Dan ketiga, kita juga memberikan training sebulan sekali bagi karyawan. Kita memberi pelatihan bagaimana cara melayani konsumen, cara mencatat kas masuk dan keluar, cara kerja di lapangan dan sebagainya.

Bagaimana kriteria investor yang dicari oleh April untuk membantu membesarkan bisnis ini?

Tidak ada kriteria khusus sih. Aku justru menawarkan konsep franchise ini pertama kali ya ke teman-teman dekat dahulu. Kalau sudah punya satu cabang kan nanti cabang berikutnya akan dilirik oleh orang lain. Jadi, ada ketertarikan untuk ikut franchise juga. Intinya sih aku buka franchise ini supaya konsumen mudah mendapatkan produk April Jasmine.

Berapa sih biaya buka franchise di April?

Untuk franchise setiap outlet aku beri harga Rp 50 juta. Itu sudah termasuk gratis produk sebesar Rp 10 juta selama 5 tahun. Aku juga memperbolehkan mereka untuk retur produk jika ada yang tidak laku. Selama 3 bulan produk yang tidak jalan boleh di retur dengan yang baru.

Apa sih ekspektasi yang diharapkan oleh April saat berbisnis butik?

Goal utamanya sih dari sisi ‘syiar’ nya, aku ingin banyak orang yang hijrah. Aku senang banget waktu itu ada anak SMA yang pakai hijab karena beli baju di butik aku. Aku juga suka menawarkan ke konsumen aku untuk jadi model. Jadi nggak perlu susah-susah cari model. Ekspektasi selanjutnya yaitu menjadikan bisnis yang bisa menghasilkan sesuatu. Allah kan memberi rezeki melalui butik ini dan rezekinya bukan untuk aku saja. Keuntungan dari bisnis ini ada yang aku tabung, ada yang diputar untuk modal, dan ada juga untuk fakir miskin. Setiap bulan aku sisihkan keuntungan ini untuk anak yatim.

april jasmine

Butik April Jasmine di kawasan Kebun Jeruk

Apakah setiap bulan selalu mengeluarkan desain terbaru?

Setiap 2 minggu sekali keluar model terbaru, walaupun modelnya sama tapi yang satu polos yang lainnya ada coraknya. Kita bikin orang jadi ingin punya , itu strategi kita.

Bagaimana strategi marketing atau branding butik April Jasmine ini ?

Awalnya aku pakai produk sendiri supaya teman-teman melihat. Terus mencoba juga melalui social media dan sempat endorse para artis. Dan lama-lama metode itu berhasil.

Berapa banyak produk yang terjual dalam sebulan?

Untuk baju bisa ratusan karena modelnya bervariasi. Sementara kerudung itu mencapai ribuan dan bisa produksi berkali-kali.

Saat ini produk apa yang paling diminati oleh pelanggan April?

Sekarang kan lagi model outer vest ya , jadi yang penjualannya bagus model itu.

Apa saja kendala yang dihadapi ketika membuka bisnis butik seperti ini?

Setiap usaha pasti ada kendalanya. Standar sih ya kalau jualan baju, kendalanya produk bisa tidak laku sesuai harapan, padahal sudah produksi sekian banyak. Kita harus pintar menyiasatinya. Misalnya,  buat desain yang modelnya memang banyak disukai dan produk-produk yang sudah lama tidak terjual bisa diobral. Tadinya Rp 100 ribu diskon jadi Rp 50 ribu. Dengan membeli harga yang di diskon orang jadi liat barang-barang kita yang lain.

Boleh dong sharing ke kita, bagaimana sih kiat berinvestasi dalam bidang usaha seperti ini supaya langgeng?

Aku banyak belajar juga dari ustad (Ustad Solmed). Walaupun beliau bukan pebisnis, tapi ustad mengajarkan untuk sabar. Sejatinya, Allah tidak akan menukar rezeki orang. Aku juga belajar sabar di saat mengalami kerugian seperti ada klien yang bayarnya susah banget tapi kita jangan langsung marah-marah melainkan harus pendekatan. Dari pengalaman seperti itu, aku banyak belajar jadi kita tidak akan mengeluarkan barang dan supply ke klien sebelum dibayar.

photo1 (4)

Tim AturDuit, Hanin dan Pradiksa berkunjung ke butik April Jasmine

April tipe pebisnis yang seperti apa?

Aku termasuk tipe orang yang berani ambil risiko sih, terus memang senang menawarkan produk dan tidak malu. Waktu di Thamrin City, aku terjun langsung ke lapangan buat jual dan menawarkan produk ke konsumen.

Dari segi finansial termasuk tipe saver atau spender?

Tergolong tipe saver karena aku jarang belanja kalau sekarang. Aku juga bukan orang yang mudah bosan sama sesuatu. Aku berpikir sih kalau beli tas harganya mahal banget itu nggak worth it. Uangnya kan bisa buat makan orang banyak juga atau sedekah ke fakir miskin.

Sebagai pebisnis yang sudah mapan menjalankan bisnis ini boleh kasih tips buat pembaca yang mau jadi entrepreneur?

Pertama kita harus sabar dan punya kemauan. Pelajari semuanya dari nol. Menurut aku semua yang kita pelajari dari nol rasanya nikmat banget. Setelah kita punya karyawan bisa sharing ilmu nih yang dirasakan waktu pertama kali bangun usaha. Anggap saja kalau ada kerikil-kerikil saat usaha itu adalah ongkos belajar deh . Allah kasih kendala agar kita jadi lebih pintar bukan bodoh. Selalu usaha, dan jangan lupa doa juga.

Bagi Anda yang tertarik mau melihat koleksi fashion dari butik April bisa cek di sini! Ikuti juga update produk fashion April melalui Instagram dan Facebook.

Komentar