Aset 50 Orang Terkaya Indonesia Meningkat Jadi Sinyal Buruk Ekonomi

Aset 50 Orang Terkaya Indonesia Meningkat Jadi Sinyal Buruk Ekonomi

Indonesia mencatat rekor terbaru dengan meningkatnya aset bersih dari 50 orang terkaya Indonesia. Hal ini merupakan sinyal bahaya untuk perekonomian Indonesia. Menurut ekonomi Indef Bhima Yudisthira, kondisi ini memperlihatkan akumulasi pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati oleh golongan masyarakat kaya.

“Sementara orang miskin masih terjebak di sektor komoditas perkebunan yang harganya jatuh. Ini justru sinyal yang membahayakan,” ujar Bhima saat dihubungi di Jakarta.

Lebih lanjut lagi, Bhima menerangkan bahwa distribusi 40% pendapatan masyarakat paling bawah hanya berada di kisaran 17% dari total nasional. Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir ini angkanya tidak membaik seiring dengan rasio gini yang stagnan di kisaran 0.38.

Jika harta orang kaya meningkat lebih dari konsumsi rumah tangga yang berada dikisaran 5%, artinya golongan orang kaya ini naik sendiri dan tidak menciptakan multiplier effect ke kelompok masyarakat lainnya.
“Orang kaya di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti cenderung lebih cepat melakukan diversifikasi sektor, dari komoditas ke sektor yang lain. Contohnya Djarum Group dan Lippo grup masuk ke bisnis e-commerce dan fintech,” tandasnya.

 

[Source]

Komentar