Ini Yang Harus Disiapkan Untuk Antisipasi Kondisi Darurat Saat Liburan

Ini Yang Harus Disiapkan Untuk Antisipasi Kondisi Darurat Saat Liburan

Becana alam gempa bumi menimpa Lombok, Nusa Tenggara Barat, dalam beberapa hari belakangan ini. Kejadian ini menimbulkan korban jiwa juga kerusakan fisik, yang pastinya mempengaruhi semua segi kehidupan masyarakat Lombok.

Dari segi ekonomi, gempa bumi ini juga mempengaruhi sektor penting yang menjadi kekuatan ekonomi Lombok, seperti pariwisata.

Dikabarkan ribuan wistawan diungsikan dari lokasi pariwisata Gili Terawangan, Gili Air, dan Gili Mino menyusul kabar terjadinya gempa bumi yang berpotensi tsunami. Sebagian turis ada yang menuju bandara untuk langsung pulang ke negara asalnya, ada pula yang memutuskan untuk menunggu di Bali. Data dari Kementerian Pariwisata sendiri ada sekitar 2.000 turis yang sudah dievakuasi.

Lalu bagi Anda yang memiliki rencana untuk berwisata, salah satu cara paling efektif dalam mengantisipasi kondisi darurat adalah dengan memiliki asuransi perjalanan.

Berikut adalah penjabaran mengenai asuransi perjalanan yang bisa membantu Anda jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat, baik kecelakaan, sakit, bencana alam, bahkan kehilangan barang.

Apa saja manfaat dalam asuransi perjalanan?

Sebagaimana yang disebutkan pada bagian sebelumnya, bahwa memiliki asuransi perjalanan sangatlah disarankan. Tidak hanya untuk kecelakaan, asuransi perjalanan juga memberikan manfaat untuk kejadian-kejadian yang tidak dinginkan lainnya.

Di bawah ini adalah kejadian yang bisa dicover oleh asuransi perjalanan;

  1. kecelakaan,
  2. medis,
  3. kehilangan barang pribadi,
  4. keterlambatan bagasi,
  5. penundaan, pembatalan, dan pengurangan perjalanan,
  6. penerbangan yang tidak sinambung.

Setelah mengetahui jenis kejadian yang masuk dalam coverage asuransi, pastikan juga Anda mendapatkan informasi lengkap mengenai berapa limit manfaatnya. Hal ini mengingat besarnya premi tidak lebih dari biaya perjalanan. Misalnya di negara-negara Asia, besaran premi untuk asuransi perjalanan sekitar 12 US dolar per minggunya.

Informasi berikutnya yang perlu diketahui adalah apa saja persyaratan yang dibutuhkan saat klaim manfaat asuransi perjalanan.

Apa saja syarat yang harus disiapkan?

Karena asuransi perjalanan memberikan berbagai manfaat, setiap kejadian bisa saja membutuhkan kelengkapan dokumen yang berbeda. Agar lebih jelasnya, kami akan menjabarkan persyaratan klaim yang dibutuhkan.

Namun perlu diingat bahwa beberapa perusahaan asuransi mungkin menerapkan kebijakan yang berbeda terkait persyaratan klaim. Hanya saja secara umum, persyaratan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut.

KejadianPersyaratan klaim
Umum- Sertifikat kepemilikan asuransi
- Tiket perjalanan dan foto copynya
Kecelakaan- Surat berobat dari rumah sakit
- Surat kematian (jika terjadi kematian)
Medis / rumah sakit- Kuitansi pengobatan (rincian biaya medis)
- Kuitansi tambahan biaya, jika ada tambahan biaya perjalanan dengan alasan medis
- Surat rawat inap (jika ada) yang menyatakan tanggal masuk keluar pasien
- Fotocopy paspor/ identitas
- Laporan perawatan medis
Kehilangan bagasi/ barang pribadi - Laporan barang hilang atau rusak dari pihak dinas penerbangan
- Kuitansi barang yang dituntut
Keterlambatan bagasi- Kuitansi barang yang dibeli
- Pernyataan tertulis dari pihak penerbangan mengenai lama dan alasan penundaan
Penundaan perjalanan- Pernyataan tertulis dari pihak penerbangan mengenai lama dan alasan penundaan
Pembatalan perjalanan- Laporan dari penyelenggara perjalanan mengenai pembatalan (agen perjalanan)
- Jika alasan pembatalan medis, maka diperlukan pernyataan lengkap dari dokter
Pengurangan perjalanan- Jika dikarenakan kecelakaan/ sakit saat di tempat tujuan, maka dibutuhkan pernyataan dari dokter
- Semua kuitansi saat berobat
Penerbangan yang tidak sinambung- Kuitansi barang-barang yang dibeli
- Pernyataan tertulis dari pihak penerbangan mengenai lama penundaan dan alasannya
Sumber : axa.co.id

Melihat semua persyaratan klaim di atas, Anda harus memastikan bahwa semua dokumen perjalanan dan kuitansi belanja saat liburan. Adapun dokumen perjalanan yang dimaksud adalah tiket pesawat dan paspor atau kartu identitas.

Untuk mencegah hilangnya dokumen, Anda bisa menggunakan kantong plastik untuk mengamankan semua dokumen ini agar tidak hilang atau basah.

Bagaimana cara klaimnya?

Setelah mengetahui semua persyaratan yang sudah dijabarkan di atas, selanjutnya akan kami jelaskan pula mengenai cara pengajuan klaim asuransi perjalanan.

Laporkan segera

Hal pertama yang harus dilakukan saat ingin klaim diterima adalah dengan melaporkan pada pihak asuransi segera.

Kebanyakan asuransi menerapkan aturan pelaporan paling lambat 3X24 jam. Tapi sebaiknya laporkan sesegera mungkin, karena pihak asuransi akan mengurus pengajuan klaim yang masuk terlebih dahulu.

Hubungi pihak asuransi lewat telepon atau email. Namun sangat disarankan untuk melapor lewat telepon karena bisa lebih cepat, apalagi jika Anda berada di tempat tanpa sambungan internet.

Lengkapi syarat yang dibutuhkan

Setelah menelpon pihak asuransi, pastikan Anda mengetahui syarat dan ketentuan untuk pengajuan klaim. Jika masih belum jelas, tanyakan saat Anda membuat laporan awal.

Lengkapi semua dokumen yang dibutuhkan sesuai dengan jenis klaim yang Anda ajukan. Walaupun Anda akan diminta untuk mengirim dokumen dalam bentuk soft copy, namun jangan sampai kehilangan bukti aslinya.

Unduh formulir asuransi yang diperlukan

Selanjutnya Anda bisa unduh formulir pengajuan klaim yang dibutuhkan dari website asuransi. Jika Anda berada pada area tanpa sambungan internet, maka ada baiknya menanyakan dengan jelas mengenai prosedur reimburse.

Kirim ke pihak asuransi untuk diproses

Proses selanjutnya tentunya adalah mengirimkan semua dokumen yang dibutuhkan ke pihak asuransi. Usahakan semua persyaratan discan agar jelas, jika tidak ada fasilitas scan Anda bisa mengambil foto dokumen untuk dikirim lewat email ke pihak asuransi. Usahakan dokumen jelas dan bisa dibaca, serta telah ditandatangani oleh pihak yang terkait.

Catatan penting lainnya mengenai klaim yang harus Anda ketahui adalah ada tidaknya sistem pengembalian premi jika selama perjalanan Anda tidak pernah mengajukan klaim. Memang ada perusahaan asuransi yang menerapkan pengembalian premi jika selama perjalanan tidak terjadi klaim. Namun banyak pula yang tidak menerapkan kebijakan ini.

Untuk menghindari kesalahpahaman nantinya, baiknya Anda mengetahui tentang kebijakan pengebalian premi juga.

Panduan saat terjadi bencana alam

Perlu diakui bahwa mengantisipasi bencana alam atau kondisi tidak terduga seringkali tidak ada dalam pikiran kita saat hendak bepergian. Namun belajar dari apa yang menimpa Lombok, antisipasi kondisi darurat karena bencana alam harus ada dalam daftar persiapan Anda.

Selain berjaga-jaga dengan asuransi, Anda pun perlu mengetahui langkah-langkah penyelamatan diri untuk memperkecil risiko. Pihak pusat krisis pemerintah telah mengeluarkan panduan yang bisa Anda lihat sebelum bepergian. Adapun panduan ini dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan jenis bencana alam, yaitu gempa bumi, banjir, dan tsunami.

Informasi cuaca

Walaupun bencana alam memang tidak bisa diprediksi sebelumnya, namun Anda perlu memantau apakah cuaca di tempat tujuan buruk atau tidak. Jangan sampai liburan yang seharusnya menyenangkan jadi berantakan karena tidak adanya persiapan untuk menghadapi cuaca setempat. Gunakan referensi resmi dari pemerintahan setempat untuk mengetahui perkiraan cuaca.

Jika ternyata diperkirakan akan terjadi kondisi cuaca buruk yang ekstrim, jangan memaksakan diri untuk berangkat. Batalkan rencana liburan segera, dan minta refund pada pihak hotel atau penerbangan.

Dengan menyimak informasi ini, Anda bisa bepergian dengan tenang dan aman. Cek kembali daftar kebutuhan perjalanan Anda, jika item untuk antisipasi situasi darurat ini belum ada maka persiapkanlah sebelum hari keberangkatan.

Jangan lupa untuk mengunjungi informasi lainnya mengenai strategi memanfaatkan tabungan untuk perjalanan, yang kami sajikan.

Komentar