Bagaimana Pengaruh COVID-19 Pada Keuangan Anda? Simak Obrolan Kami dengan 4 Orang dari Latar Pekerjaan yang Berbeda

Bagaimana Pengaruh COVID-19 Pada Keuangan Anda? Simak Obrolan Kami dengan 4 Orang dari Latar Pekerjaan yang Berbeda

Penyebaran Coronavirus, atau yang sekarang kita kenal dengan COVID-19, mempengaruhi semua aspek kehidupan sehari-hari. Bukan hanya soal kesehatan, melainkan juga keuangan dan kehidupan sosial.

Kali ini kami menghubungi beberapa orang dengan latar belakang berbeda, dan menanyakan bagaimana COVID-19 mempengaruhi keuangan mereka. Lebih penting lagi, apa siasat mereka dalam menghadapi tantangan ini.

Berikut tanggapan dari 4 orang dengan 3 jenis pekerjaan berbeda, seorang karyawan, pengusaha, dan ibu rumah tangga, tentang bagaimana pengaruh kondisi darurat ini terhadap keuangan.

Apa pengaruh wabah ini pada keuangan?

“Berkurang,” merupakan tanggapan dari Agnes (37), seorang ibu rumah tangga, saat kami tanyakan apakah keadaan saat ini mempengaruhi pengeluaran keluarga. Pos pengeluaran yang berkurang adalah biaya transportasi, karena suaminya bisa bekerja di rumah, dan si kecil pun belajar di rumah.

Hal berbeda disampaikan oleh Grace Lenita (29). Karyawan sebuah perusahaan belanja online ini mengakui bahwa keuangannya berkurang karena makin banyak pengeluaran, namun penghasilannya tetap. “Lumayan karena harus beli masker dan vitamin lebih banyak. Harga kebutuhan pokok juga ada yang meningkat,” ungkapnya.

Bertambahnya pengeluaran lain yang dihadapi Grace, karena ia masih harus ke kantor. Pasalnya, jenis usaha perusahaan tempat ia bekerja berkaitan dengan penjualan kebutuhan pokok. Ia pun masih harus membayar biaya transportasi pulang pergi kerja setiap harinya.

Di sisi lain, Fiona Latisiya (31) mengaku usahanya malah semakin ramai ketika banyak orang yang bekerja dari rumah. Fiona sendiri bekerja sebagai cat breeder atau cattery. Ia mengatakan permintaan akan adopsi kucing makin bertambah sejak makin banyak orang yang bekerja dari rumah.

Berbeda dengan Fiona, Pras, seorang artis tato, mengatakan bahwa usahanya mengalami perlambatan dalam hal pemasukan. Hal ini disebabkan orang yang takut keluar rumah atau makin khawatir dengan penggunaan jarum tato.

Namun saat kami menanyakan soal kredit usaha yang ditawarkan pemerintah, Pras mengaku belum perlu mengambil kredit usaha. Pun Fiona mengaku keuangan usahanya masih bisa disiasati.

Pengaruhnya pada usaha

Khusus bagi Pras dan Fiona, kami menanyakan tantangan usaha yang dihadapi saat ini. Apalagi Jakarta sudah resmi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari.

Bagi Fiona, tantangan yang ia hadapi adalah terbatasnya lingkup pemasaran, karena konsumen dari luar Jakarta tidak bisa menjemput kucing yang hendak diadopsi. Bahkan, beberapa calon adopter dari Jakarta juga ragu untuk keluar rumah demi menjemput kucingnya.

Ketakutan orang untuk keluar rumah ini juga menjadi tantangan bagi Pras. Ia mengaku banyak yang takut keluar rumah, sehingga ia kehilangan konsumen.

Siasat di masa darurat

Berhemat merupakan siasat utama yang dilakukan semua orang pada saat ini. Begitupun dengan para responden kami.

Agnes menyampaikan bahwa ia makin berhati-hati dalam berbelanja “Membeli barang yang dibutuhkan bukan diinginkan,” tambahnya. Ia juga menyampaikan bahwa mau tidak mau mereka harus berhemat, mengingat situasi perekonomian yang lemah.

Sedangkan Fiona mengaku untuk menghemat pengeluaran tanpa mempertaruhkan keselamatan induk-induk kucingnya. Di antaranya dengan memilih merek makanan yang lebih murah, namun dengan kadar nutrisi yang cukup. Selain itu, ia memilih pengobatan herbal di rumah sehingga tidak perlu bolak balik ke dokter.

Mereka berdua juga menyampaikan bahwa setelah masa darurat berlalu, dibutuhkan sekitar dua minggu untuk usahanya kembali normal.

Pelajaran dari situasi ini

Di setiap situasi pasti ada pelajaran yang bisa diambil sebagai bekal di masa depan. Grace, misalnya, mengakui bahwa keberadaan dana darurat sangat penting di tengah wabah COVID-19. Ia sendiri menyadari hal ini ketika Indonesia sudah masuk dalam status darurat wabah Corona.

Kemudian, Agnes menuturkan bahwa memiliki uang tunai merupakan hal yang sangat penting. Apalagi pada masa PSBB ini, memiliki uang tunai akan meminimalisir kebutuhan Anda untuk ke ATM.

Dari segi usaha, Pras dan Fiona mengatakan bahwa mereka akan lebih gencar lagi melakukan promosi untuk usahanya.

Kalau Pras akan lebih menggencarkan promo mengenai kebersihan serta kesterilan pelayanan tatonya, Fiona akan membangun jaringan dengan komunitas pecinta kucing. Termasuk memberikan konsultasi perawatan gratis untuk para pemilik kucing, walapun mereka bukan konsumen dari usahanya.

Dari empat cerita ini mungkin salah satunya sama dengan apa yang Anda alami saat ini. Nah, kalau Anda sendiri, pelajaran keuangan apa yang bisa Anda petik dari situasi resesi saat ini?

Simak juga berbagai informasi mengenai tips keuangan saat wabah Corona, hingga berbagai update informasi terbaru lainnya dari kami.

Komentar