Hati-Hati! Stres Bisa Mempengaruhi Kondisi Finansial Anda

Hati-Hati! Stres Bisa Mempengaruhi Kondisi Finansial Anda

Apa artinya jajan makanan unik seharga Rp 100.000 atau Rp 200.000 “sesekali” saat pulang kerja. Atau membeli pernak-pernik lucu seharga Rp 50.000 “sesekali”. Mungkin Anda juga membeli gadget trendi, karena tidak ada salahnya mengikuti tren “sesekali”. Tapi pernahkah Anda menjumlahkan belanja “sesekali” ini akhirnya menjadi pengeluaran besar yang menganggu keuangan?

Yang lebih penting lagi, semua pengeluaran ini bisa Anda sesali karena barang yang dibeli tidak terpakai. Jika menemukan gejala ini, jangan-jangan pengeluaran harian yang Anda lakukan dikendalikan oleh stres.

Mungkin banyak diantara Anda yang tidak menyadari bagaimana stres bisa berdampak pada kehidupan finansial. Oleh karena itu, ada baiknya Anda mengenali dampak ekonomis dari stres. Tidak lupa juga kami menyajikan bagaimana baiknya mengendalikan stres agar produktivitas dan kesehatan tetap terjaga.

tulisan stress

Gejala Anda mengalami stres

Sebelum lebih jauh membahas tentang dampak stres terhadap kehidupan keuangan Anda, mari kenali dulu gejala-gejala fisik dan perilaku yang menunjukkan bahwa Anda sedang mengalamu stress.

Gejala berdasarkan fisik:

  • fatigue atau kelelahan yang konstan;
  • sakit kepala;
  • kesulitan tidur
  • pencernaan yang tidak lancar, menyebabkan diare atau konstipasi;
  • masalah kulit;
  • jantung berdebar kencang.

Gejala berdasarkan perilaku:

  • sering absen atau menggunakan izin sakit;
  • menurunnya kreatifitas dan inisiatif;
  • menurunnya performa kerja;
  • masalah dalam kemampuan interpersonal;
  • mood swings;
  • kesulitan konsentrasi dan membuat keputusan;
  • rendahnya toleransi.

Tahukah Anda bahwa gejala-gejala ini bisa mempengaruhi keuangan? Jadi kalau tidak bisa dihadapi dengan baik Anda akan lebih stres nantinya karena masalah keuangan.

Bagaimana stres mempengaruhi keuangan?

Karena disebabkan oleh masalah psikologis, seringkali orang tidak menyadari bahwa masalah keuangan bisa dihindari. Berikut akan kami jabarkan beberapa dampak finansial atau keuangan yang didorong oleh stres.

Menghabiskan uang untuk hiburan

Pernahkah Anda merasa harus selalu nongkrong dengan teman-teman setiap hari? Baik itu untuk sekedar makan bersama, minum-minum, nonton, atau karaoke. Kalau keinginan untuk mencari hiburan muncul terus menerus, maka sebaiknya dilihat kembali apakah Anda mengalami stres.

Keinginan untuk selalu ditemani atau mencari hiburan ini pastinya, mau tidak mau, akan mengganggu keuangan Anda. Walaupun Anda berkumpul dengan teman-teman di tempat yang murah, kalau dilakukan terlalu sering pun pastinya akan merugikan.

Jika Anda menyadari bahwa frekuensi main atau nongkrong dengan teman-teman atau mencari hiburan sudah terlalu sering, maka luangkanlah satu hari khusus untuk mengidentifikasi apa yang menyebabkan Anda merasa harus selalu mencari hiburan.

Rendahnya produktivitas

Poin yang satu ini merupakan dampak mutlak dari kondisi stres. Baik itu stress di tempat kerja atau di rumah.

Bagi Anda yang berstatus karyawan, stres bisa membuat kerja tidak maksimal. Akibatnya, performa kerja Anda terganggu dan akhirnya mempengaruhi penilaian perusahaan terhadap Anda. Selain itu, stres juga bisa membuat Anda merasa selalu lelah dan akhirnya menunda pekerjaan. Tentunya kondisi ini tidak baik untuk progres karir Anda.

Sedangkan jika Anda memiliki usaha sendiri, kondisi stres bisa menurunkan produktivitas yang akhirnya juga menurunkan keuntungan usaha Anda. Efek menurunnya konsentrasi karena stres juga berpotensi untuk menurunkan kualitas kerja.

Oleh karenanya, memperhatikan kondisi badan dan pikiran dengan baik merupakan hal yang krusial apapun pekerjaan Anda.

Membeli untuk kepuasan

Pada dasarnya membeli sesuatu untuk kepuasan, bukan kebutuhan, memang tidak salah. Hal ini menjadi masalah jika dilakukan secara konstan dan terlalu sering, misalnya setiap hari.

Misalnya, Anda membeli perlengkapan makan yang unik atau aksesoris lucu hampir setiap hari karena merasa harganya murah. Pola pikir bahwa mengeluarkan sedikit uang untuk hal-hal kecil karena harganya tidak signifikan adalah pola pikir yang berbahaya. Perlu Anda ketahui, pengeluaran-pengeluaran kecil ini juga nantinya menjadi kebocoran besar dalam anggaran bulanan Anda.

Di sisi lain tidak bisa dipungkiri memang, ada rasa puas setelah Anda membayar dan memiliki item-item yang unik ini. Perasaan inilah yang membuat Anda berfikir bahwa belanja merupakan obat stres terbaik. Namun, hal ini hanya menjadikan Anda terbiasa mengeluarkan uang karena keinginan dan bukan kebutuhan.

Perilaku seperti ini pastinya sangat berbahaya bagi keuangan Anda kalau dibiarkan. Bayangkan jika Anda mengeluarkan Rp 25.000 untuk kepuasan berbelanja setiap hari karena menganggap angka ini tidak besar.  Dalam lima hari, Anda sudah menghabiskan Rp 125.000. Padahal uang Rp 125.000 merupakan angka yang signifikan untuk dialokasikan ke uang darurat atau tabungan bulanan.

Pengeluaran untuk pengobatan

Tentunya stres menyebabkan gejala fisik pada penderitanya, salah satunya adalah daya tahan tubuh yang menurun. Orang yang mengalami stres bisa lebih mudah terserang penyakit. Jika sudah terserang penyakit, biaya untuk pengobatan dan pemulihan pun tidak bisa dihindari.

Di sisi lain, stres juga bisa menjadi pemicu kambuhnya penyakit-penyakit kronis seperi asthma dan maag. Padahal dalam asuransi, pra kondisi atau penyakit yang sudah ada sebelumnya tidaklah ditanggung. Jadi mau tidak mau, pihak perusahaan melalui BPJS Kesehatan lah yang harus menanggung biayanya. Kalau ternyata tidak semua biaya bisa ditanggung, maka Anda yang harus membayar kelebihan biayanya.

Pada tahun 2018 pengeluaran BPJS Kesehatan mencapai Rp 84 triliun, sedangkan iuran yang terkumpul hanya Rp 74,25 triliun. Kondisi ini membuktikan bahwa banyak masyarakat Indonesia membutuhkan perawatan kesehatan. Oleh karena itu, usaha untuk mengurangi stres seharusnya menjadi kesadaran bersama.

Membeli suplemen yang tidak perlu

Pernahkah Anda membuat diagnosa sendiri kemudian membeli suplemen padahal sebenarnya tidak perlu? Jika pernah, poin ini memang disajikan untuk Anda.

Mencegah memang selalu lebih baik daripada mengobati, namun tanpa pengetahuan yang cukup niat untuk mencegah penyakit bisa berbahaya bagi tubuh dan keuangan Anda.

Sekali lagi kami ingatkan, kondisi stres berdampak pada fisik Anda. Hal ini bisa menyebabkan Anda berfikir bahwa Anda membutuhkan suplemen tambahan untuk mengatasi masalah yang dirasakan tubuh Anda. Padahal, langkah yang harus dilakukan adalah mengedalikan stres yang dirasakan.

Harga suplemen sendiri bisa mencapai ratusan ribu rupiah, kalau tidak dikonsumsi dengan benar, Anda hanya akan membuang-buang uang tanpa dampak signifikan. Lebih dari itu, Anda juga bisa membahayakan kesehatan diri sendiri.

Jadi sebelum Anda membuat kesimpulan akan kondisi tubuh, ada baiknya mencari tahu dulu sumber dari sakit yang dirasakan. Jangan lupa juga untuk selalu berkonsultasi dengan orang yang tepat, seperti dokter, sebelum mengonsumsi suplemen.

orang memancing

Bagaimana mengendalikan stress?

Akhirnya kita sampai pada poin penting yang harus Anda simak baik-baik, yaitu bagaimana Anda bisa mengendalikan stres. Selanjutnya kami sajikan beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengendalikan stres, baik itu stres karena pekerjaan atau urusan pribadi.

Temukan apa sumber stres Anda

Langkah ini adalah hal pertama yang harus dilakukan. Temukan apa yang menjadi sumber stres Anda, apakah itu pekerjaan, teman, masalah keluarga, atau keuangan.

Setelah mengetahui sumber stres, Anda bisa mengambil langkah selanjutnya untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Jika stres yang dirasakan berasal dari pekerjaan, Anda bisa mengendalikannya dengan menuliskan prioritas tugas yang harus diselesaikan.

Namun kalau ternyata sumber stres bisa dihindari, seperti hubungan yang tidak sehat. Maka sebisa mungkin Anda harus menghindari orang yang menjadi pemicu stres.

Menulis buku harian merupakan sala satu cara untuk menemukan sumber stres. Cara lain yang bisa digunakan adalah dengan menceritakan kondisi Anda pada teman atau keluarga yang dipercaya.

Jangan mengisolasi diri

Terkadang stres mempengaruhi mood Anda. Pada saat mood tidak baik, Anda rasanya ingin mengisolasi diri dari lingkungan sekitar.

Mengisolasi diri hanya akan menambah stres yang sudah ada. Ada baiknya untuk tetap berkomunikasi dengan orang-orang di lingkungan kerja dan rumah Anda. Hal ini juga akan menghindarkan dari keinginan untuk mencari hiburan secara berlebihan.

Walaupun tidak secara langsung berbicara tentang stres yang dirasakan, berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar Anda bisa memberikan kesan bahwa Anda tidak sendiri. Hal ini membuat stress yang dirasakan jadi lebih ringan.

Temukan hobi

Apapun pekerjaannya, stres bukanlah hal yang bisa dihindari. Bahkan, ibu rumah tangga pun tidak bebas dari risiko stres.

Oleh karenanya, memiliki hobi setelah jam kerja merupakan hal penting yang bisa mengurangi stres. Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa melakukan hobi setelah bekerja bisa mengurangi kecemasan. Oleh karenanya, sudah banyak kantor di Indonesia yang menyediakan fasilitas olahraga seperti futsal dan basket untuk karyawannya.

Karena hobi bisa meningkatkan kualitas hidup Anda, jangan pelit untuk mengeluarkan biaya demi hobi. Tentunya pengeluaran biaya ini harus dalam batas wajar dan sesuai dengan kemampuan. Adapun hobi yang hemat dan bisa Anda lakukan di rumah misalnya memasak, membaca, atau menulis cerita.

Temukan hobi Anda dan kurangi risiko sakit karena stres.

Beristirahat

Jika Anda merasakan lelah atau kecemasan yang berlebih, gunakan sejenak waktu untuk beristirahat. Anda bisa menggunakan jatah izin, atau gunakan sehari dalam akhir pekan untuk beristirahat.

Jangan paksakan diri untuk bertemu dengan banyak orang atau aktif di media sosial. Hal ini karena pikiran Anda harus diistirahatkan agar bisa segar lagi keesokan harinya.

Dengan banyaknya pekerjaan, terkadang seseorang kesulitan menemukan waktu untuk beristirahat. Nah, kalau kasus Anda seperti ini, maka buatlah jeda beberapa menit setiap Anda selesai menyelesaikan satu pekerjaan sebelum mengerjakan tugas selanjutnya. Anda juga bisa menggunakan 5 menit saat jam makan siang untuk mengistirahatkan pikiran dengan meditasi.

Berkomunikasi dengan keluarga

Bagi para perantau, berpisah dengan keluarga bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika waktu Anda untuk berkumpul hanya sekali setahun.

Oleh karenanya, selain bergaul dengan teman-teman baru di tanah perantauan, jangan lupa untuk saling berkabar dengan keluarga di kampung halaman. Hal ini tidak hanya akan memberi energi untuk Anda, melainkan juga memberikan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Dengan ulasan sederhana ini, diharapkan Anda bisa mengendalikan stres dengan lebih baik. Sehingga kehidupan finansial Anda tidak dikendalikan oleh stres, yang mengakibatkan kerugian di masa mendatang.

Salah satu jenis stres yang banyak melanda orang Indonesia adalah financial stress (stress karena masalah keuangan). Oleh karena itu, dengan mengetahui trik kebiasaan finansial ini, Anda bisa hidup lebih tenang dan bebas stres.

Komentar