Dana Penanggulangan Bencana Alam Untuk Lombok Sudah Turun Rp 985,8 Miliar

Dana Penanggulangan Bencana Alam Untuk Lombok Sudah Turun Rp 985,8 Miliar

Untuk menangani kondisi darurat di Lombok, pemerintah telah mengeluarkan dana bantuan sebesar Rp 985,8 miliar. Pencairan dana ini pun dibagi melalui dua lembaga, yaitu Rp 557,7 miliar melalui Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) dan Rp 428,1 miliar melalui kementerian atau lembaga.

“Sejak terjadinya gempa pemerintah telah menyalurkan berbagai bantuan untuk kebutuhan dasar yang diperlukan masyarakat melalui belanja APBN 2018 yang dialokasikan pada beberapa kementerian/lembaga,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melalui sebuah keterangan tertulis.

Menteri Keuangan juga menjelaskan bahwa pihak BNPB memiliki anggaran Rp1,1 triliun yang dapat digunakan untuk Program Penanggulangan Bencana. Dari alokasi dana ini, telah dicairkan sebesar Rp 557,7 miliar. Dana ini merupakan sumber dana pertama untuk pemberian bantuan ke Lombok yang antara lain digunakan untuk operasi dan logistik seperti makanan, family kit, sandang, dan tenda.

Adapun tahap pertama santunan digunakan untuk perbaikan 5.000 rumah yang rusak berat, dengan besaran Rp 50 juta per rumah. Kemudian tahap kedua santunan untuk perbaikan 5.000 rumah lainnya mengalami rusak berat. Sedangkan untuk rumah rusak ringan atau sedang masih sedang disiapkan pemerintah cq Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan BNPB.

“Saat ini pemerintah terus melakukan pemeriksaan/verifikasi keseluruhan jumlah rumah yang rusak, sehingga dapat segera diberikan bantuan dan dibangun kembali,” jelasnya.

Selain itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan bantuan Rp 230 miliar untuk para guru, tenda sekolah darurat, peralatan mobile & school kit. Kementerian PUPR mencairkan Rp 176,2 miliar untuk kebutuhan mobilisasi bantuan seperti mobil tangki air, mobil sanitasi, dumptruck, toilet cabin, genset, dan tenda darurat untuk hunian.

Adapun bantuan yang dikeluarkan melalui Kementerian Sosial adalah sebesar Rp 12,6 miliar yang digunakan untuk logistik, santunan ahli waris, sembako, serta dapur umum. Lalu melalui Kementerian Kesehatan bantuan yang keluar sebesar Rp 7,8 miliar untuk kebutuhan logistik kesehatan lingkungan, obat-obatan, logistik gizi, orthopedic set, tenda pos kesehatan, logistik persalinan, dan peralatan kesehatan lainnya. Kementerian ESDM juga telah menyalurkan bantuan sebesar Rp 1,5 miliar untuk membuat sumur di lokasi pengungsian.

“Selain itu, TNI dan Polri juga telah memobilisasi pasukan dan peralatan untuk membantu pencarian dan penyelamatan korban,” tambahnya.

 

[Source]

Komentar