Setidaknya 7,5 Juta Orang Masih Menggunakan KTP Lama

Setidaknya 7,5 Juta Orang Masih Menggunakan KTP Lama

Walaupun sudah lama dicananngkan, program Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektornik agaknya tidak berjalan dengan lancar. Hal ini terbukti dengan adanya 7,5 juta penduduk Indonesia yang masih menggunakan KTP model lama. KTP model lama ini berbasis Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dan bukan elektronik.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Zudan Arif Fakrullo, mengungkapkan bahwa KTP berbasis SIAK ini merupakan sumber dari permsalahan kependudukan Indonesia. Karena KTP ini datanya tidak terhubung dengan database di data center kependudukan pemerintah pusat.

“Ini (KTP SIAK) yang menyebabkan penduduk terdata ganda. Saat ini jumlahnya tinggal 4 persen atau sekitar 7,5 juta dan kami akan segera selesaikan,” ungkap Zudan.

Bahkan, pemerintah sendiri sudah melarang penerbitan KTP SIAK per 31 Desember 2014. Sehingga, seluruh warga negara Indonesia harus merekam data dan menggunakan KTP elektronik.

Zudan juga menjelaskan bahwa percepatan dalam penerbitan KTP elektronik sudah dilakukan pemerintah. Kementerian Dalam Negeri bahkan mengeluarkan instruksi untuk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kabupaten dan kota agar memberikan pelayanan di akhir pekan.

“KTP SIAK secara perundang-undangan sudah tidak boleh digunakan lagi. Sebab KTP SIAK itu adalah sumber masalah utama kependudukan di Indonesia,” jelasnya.

Untuk membantu meratanya pemilikan KTP elektronik, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo juga menyatakan bahwa pihaknya telah menugaskan Zudan untuk berangkat ke Jeddah dan Madinah, pasalnya banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang belum merekam data untuk KTP elektronik.

Tidak seperti KTP lama yang berbasis SIAK, pemilik KTP elektronik tidak perlu memperpanjang KTPnya. Karena KTP ini berlaku untuk seumur hidup. Oleh karena itu, pemerintah menggalakan penerbitan KTP elektronik ini untuk mengatasi permasalahan kependudukan.

Menurut pihak Kementerian Dalam Negeri, hingga 20 Oktober 2017, penduduk Indonesia yang sudah merekam data KTP elektronik mencapai 94,98 persen atau sama dengan 175,94 juta jiwa. Sedangkan mereka yang wajib ber-KTP diketahui sebanyak 185,24 juta jiwa. Dengan demikian, penyelesaian penerbitan KTP elektronik ii bisa berjalan lebih cepat.

[Source]

 

Image source sepulsa.com

Komentar