Kebijakan Total Minimal Barang Impor Yang Dipungut Bea Masuk Barubah

Kebijakan Total Minimal Barang Impor Yang Dipungut Bea Masuk Barubah

Aturan batas nilai barang impor yang dibawa penumpang telah direvisi oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Jika dulunya nilai minimal barang impor yang wajib dipungut bea masuk adalah 250 dollar Amerika, sekarang menjadi 500 dollar Amerika.

Kebijakan ini berdampak pada bisnis penyediaan jasa titip beli barang dari luar negeri yang marak di media sosial.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan bahwa aturan ini bertujuan untuk menegaskan ketentuan barang impor yang masuk di Indonesia. Apakah barang yang dibawa masuk untuk konsumsi pribadi atau untuk dijual kembali seperti yang dilakukan penyedia jasa titip beli.

Jika seseorang membeli barang untuk dijual kembali seperti jasa titip beli dengan nilai total minimal 500 dollar Amerika, akan dikenakan bea masuk sebesar 10 persen dan pajak lainnya.

“Kalau jasa titipan berarti bukan barang pribadi dan it’s the problem. Pada dasarnya kalau Anda barangnya di bawah US$ 500 walaupun barangnya bermacam-macam, ya dideklarasi saja di bawah US$ 500, Anda bebas (bea masuk) dan enggak merasa berdosa juga,” ujarnya di Kantor Kemenkeu.

Sri Mulyani juga mengatakan bahwa aturan ini bertujuan untuk memberikan kejelasan prodesur bagi penumpang yang membawa barang dari luar negeri ke Indonesia.

‎”Kalau tujuannya mau menyelundup seperti itu kita akan coba menjaga kepabeanan ini dengan baik dan tetap melayani. Jadi, itu tadi kalau tujuannya bisa saja lewat tapi pas kebetulan dapet ya kita akan tangkap saja. Kalau dia bisa membuktikan bahwa barang ini bajunya, tasnya, sepatunya dipakai sendiri ya itu adalah barang selama batasannya US$ 500 tidak akan (ditindak),” tegasnya.

 

[Source]

Komentar