Biaya Haji dan Umroh Di Indonesia Serta Ciri-Ciri Tabungan Haji

Biaya Haji dan Umroh Di Indonesia Serta Ciri-Ciri Tabungan Haji

Sebagai negara dengan mayoritas masyarakatnya memeluk agama Islam, layanan perjalanan haji dan umroh pun menjadi kebutuhan. Salah satu layanan yang dibutuhkan untuk mendukung perjalanan ibadah ini adalah tabungan haji.

Oleh karena itu, kali ini kami ingin menyajikan sebuah ulasan sederhana mengenai biaya perjalanan haji dan umroh. Juga bagaimana tabungan haji bisa membantu rencana Anda.

Tidak lupa juga tips sederhana namun krusial bagi Anda yang berniat untuk melakukan ibadah haji dan umroh.

Biaya haji dan umroh

Agar penjelasan bisa lebih mudah dipahami, kami akan menjelaskan biaya haji dan umroh secara terpisah.

Biaya haji

Kita memiliki embarkasi haji yang tersebari di seluruh Indonesia. Adapun biaya haji ini berbeda tiap embarkasi karena disesuaikan dengan daerahnya masing-masing.

Angka yang kami sajikan sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) mengenai Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2018.  Di bawah ini kami sertakan juga biaya Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) sesuai dengan wilayahnya.

Wilayah EmbarkasiBPIHTPHD
Aceh Rp 31.090.010Rp 59.547.220
MedanRp 31.840.375Rp 59.547.220
PadangRp 33.068.245Rp 60.775.090
BatamRp 32.456.450Rp 60.163.295
PalembangRp 33.529.675Rp 61.236.520
Jakarta (Pondok Gede)Rp 34.532.190Rp 62.239.035
Jakarta (Bekasi)Rp 34.532.190Rp 62.239.035
SoloRp 35.933.275Rp 63.640.120
SurabayaRp 36.091.845Rp 63.798.690
BalikpapanRp 38.525.445Rp 66.232.290
BanjarmasinRp 38.157.084Rp 65.863.929
LombokRp 38.798.305Rp 66.505.150
MakassarRp 39.507.741Rp 67.214.586
Sumber : tirto.id

Biaya haji reguler atau BPIH mencakup biaya penerbangan, sebagian biaya hidup dan akomodasi selama di Mekah. Jadi jemaah masih harus menyiapkan uang tambahan untuk membayar sebagian biaya yang tidak tercover.

Kemudian untuk biaya TPHD sudah mencakup biaya penerbangan, akomodasi selama di Mekah dan Madinah, biaya pelayanan haji luar negeri, serta biaya hidup lainnya selama melangsungkan ibadah haji.

Biaya umroh

Biaya umroh lebih murah daripada biaya haji. Lama perjalanannya pun antara 9 sampai 15 hari dengan jenis paket perjalanan yang beragam, sesuai kapan Anda ingin umroh.

Biasanya, bulan Ramadhan adalah musim ramai untuk perjalanan umroh. Oleh karenanya, pada musim ini biaya penerbangan bisa lebih mahal. Namun Anda juga bisa memilih waktu-waktu lain jika ingin biaya penerbangan yang lebih murah.

Pemerintah sendiri membuat ketetapan dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 221 tahun 2018 mengenai Biaya Penyelenggaraan Ibadah Umroh (BPIU) Referensi. Dimana BPIU Referensi yang ditetapkan adalah Rp 20 juta.

Angka ini diasumsikan jika Jemaah berangkat dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta, dan sudah mencakup biaya penerbangan, akomodasi, bimbingan, kesehatan, perlindungan, dan administrasi.

Perlu diingat juga bahwa angka Rp 20 juta bukanlah angka pasti, namun merupakan referensi bagi penyelenggara perjalanan umroh. Juga sebagai pedoman bagi pemerintah dalam melakukan pengawasan.

Bagaimana cara kerja tabungan haji di Indonesia

Untuk membantu dalam pembiayaan haji, ada produk keuangan yang bernama tabungan haji. Bank di Indonesia, baik syariah maupun konvensional, memiliki produk ini untuk membantu calon jemaah haji membayar perjalanannya.

Konsep yang sama dengan tabungan berjangka

Pada dasarnya tabungan haji memiliki sistem yang hampir sama dengan tabungan berjangka. Dimana ada ada jangka waktunya, jadi nasabah tidak dapat menarik tabungannya sesuka hati. Serta memiliki fitur autodebet yang bisa dipilih untuk memudahkan transfer dana ke tabungan haji.

Tidak ada bunga

Yang membedakan tabungan haji dengan jenis tabungan lainnya adalah ketiadaan bunga. Walaupun Anda membuka akun tabungan haji di bank konvensional, pihak bank tidak akan memberikan bunga pada tabungan Anda.

Hal ini karena dalam sistem perbankan Islam, bunga dianggap sebagai riba atau tidak diperbolehkan.

Setoran awal ringan

Membuka tabungan haji tidaklah berat. Setoran awal cukup ringan ada yang Rp 100.000 dan ada yang Rp 200.000. Jadi jika Anda memang memiliki niat kuat untuk berangka menunaikan ibadah haji, mulailah menabung dari sekarang.

Terhubung dengan Siskohat

Untuk memudahkan pendataan calon Jemaah haji, pemerintah membuat Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat). Sebenarnya sistem ini digunakan untuk pendaftaran calon jemaah haji.

Jika saldo Anda sudah memenuhi syarat setoran awal biaya haji, maka pihak bank akan membantu mendaftarkan Anda ke Siskohat. Dengan demikian, Anda tidak perlu repot dalam hal pendaftaran haji.

Memang ada beberapa bank yang mungkin langsung terhubung dengan Siskohat, jadi pastikan Anda mendapatkan yang jelas sebelum membuka rekening tabungan haji.

Syarat membuka tabungan haji

Anda harus memiliki beberapa syarat ini:

  • Fotokopi kartu identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga. Jika ada bisa juga menggunakan SIM dan Paspor.
  • Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Sejumlah uang untuk setoran awal. Jumlah setoran awal bisa jadi berbeda untuk setiap bank.

Karena persyaratan yang dibutuhkan cukup sederhana, Anda bisa membuka tabungan haji sedini mungkin. Sehingga beberapa tahun kemudian Anda sudah bisa membayar baya perjalanan haji.

Tips menabung untuk haji dan umroh

Pastinya kami punya beberapa tips keuangan bagi Anda yang ingin menunaikan ibadah haji atau umroh. Di bawah ini memang hanya tiga poin yang kami sampaikan, namun dari sini Anda bisa mengmbil langkah berikutnya dan lebih berhati-hati.

Bagi perempuan ajak teman atau keluarga

Bagi Anda perempuan yang ingin menunaikan ibadah haji, baiknya mengajak teman perempuan atau keluarga untuk ikut menabung juga. Hal ini karena perempuan memang tidak diperbolehkan untuk melakukan ibadah haji atau umroh sendirian.

Jadi, pastikan Anda mendapatkan teman perjalan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mulai membuka tabungan haji atau menentukan biro umroh. Namun jika Anda ingin segera memulai, bisa menyimpan uang di tabungan terpisah dulu sebelum nantinya disetorkan ke rekening untuk tabungan haji.

Jalur haji reguler sebagai target

Paket haji yang mencakup semua biaya kebutuhan memang menggiurkan, tapi Anda harus juga memikirkan faktor inflasi. Tidak mungkin biaya haji dan umroh sekarang akan terus sama pada lima atau sepuluh tahun kedepan.

Haji reguler memang tidak menawarkan fasilitas yang mewah, namun cukup untuk kebutuhan selama ibadah berlangsung. Lagipula paket apapun yang dipilih, Anda harus tetap membawa uang tambahan untuk keperluan darurat.

Hati-hati memilih biro perjalanan haji atau umroh

Poin ini penting untuk diingat. Selalu berhati-hati dalam memilih biro perjalanan haji dan umroh.

Pastikan mereka memiliki ulasan yang bagus dari konsumennya, serta baca juga profil biro perjalanan dengan baik. Ingat, sudah banyak kasus penipuan berkedok biro perjalanan ibadah. Jangan sampai Anda menjadi korban penipuan ini.

Lebih baik tanyakan pada keluarga yang sudah pernah melakukan perjalanan haji atau umroh mengenai biro perjalanan mereka sebagai referensi.

Dengan ulasan di atas, semoga bisa membantu Anda dalam hal referensi perjalanan ibadah haji dan umroh.

Komentar