4 Penyakit Jantung yang Umum Diderita, Serta Biaya Pengobatannya

4 Penyakit Jantung yang Umum Diderita, Serta Biaya Pengobatannya

Sebagai salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia, penyakit jantung tidak bisa dianggap remeh. Baik karena gaya hidup tidak sehat atau bawaan lahir, perawatan untuk penyakit jantung tidaklah murah.

Bahkan, seringkali penderita penyakit atau gangguan jantung harus menjalani masa pengobatan yang lama.

Dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia tanggal 29 September, kami menyajikan informasi penting mengenai biaya perawatan untuk berbagai jenis penyakit jantung.

Angina pectoris

Angina pectoris adalah rasa sakit atau nyeri yang dirasakan di area dada karena kurangnya pasokan darah ke otot jantung. Masyarakat Indonesia juga sering menyebut kondisi ini sebagai angina duduk.

Penyebab dari kondisi ini adalah endapan yang ada pada arteri jantung, seperti lemak, kolesterol, kalsium, atau zat lain yang mengakibatkan plak. Stres, rokok, dan alcohol juga bisa menjadi pemicu angina pectoris.

Dapat dikatakan angina pectoris merupakan penyakit jantung yang paling ringan. Hal ini karena pada umumnya, rasa nyeri dapat berkurang dengan istirahat atau minum obat. Namun, jika nyeri terus terjadi dan risiko serangan jantung tetap tinggi, maka tindakan bedah atau operasi diperlukan.

Tindakan operasi pertama yaitu bypass arteri koroner. Operasi ini mencangkok pembuluh darah (biasanya vena) ke arteri yang tersumbat, sehingga terbentuk jalur baru untuk menyalurkan darah ke jantung.

Adapun kisaran biaya untuk tindakan ini sekitar Rp 80 juta. Jika kondisi pasien membutuhkan penanganan khusus, biayanya bisa mencapai Rp 500 juta.

Selain bypass arteri koroner, tindakan lain yang bisa dilakukan adalah pemasangan kateter atau menggunakan laser. Namun, semua tindakan ini tentunya akan disesuaikan dengan kondisi pasien.

Aritmia jantung

Aritmia jantung merupakan gangguan jantung yang ditandai dengan ritme jantung yang tidak normal. Misalnya detak jantung terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan.

Hal ini bisa menyebabkan nyeri pada dada, sesak napas, pusing, atau membuat pasien menjadi lemah. Kondisi aritmia jantung ini bisa dikatakan sangat umum, sehingga seringkali pasien tidak memeriksakan ke dokter jika kondisi masih ringan.

Pada kasus ringan, penanganan berupa pengobatan aritmik untuk penderita detak jantung terlalu cepat. Cara lain yang digunakan juga menggunakan kejutan elektrik (cardioversion) untuk mempengaruhi detak jantung menjadi normal. Tindakan ini harganya mulai dari Rp 150.000 sampai Rp 350.000.

Kemudian, untuk detak jantung yang terlalu lambat dapat diobati dengan memasang perangkat atau pacemaker dekat tulang selangka (collar bone) untuk mengirimkan impuls elektroda lewat pembuluh darah ke jantung. Biaya pemasangan pacemaker atau alat pacu jantung ini berkisar Rp 8,5 juta.

Pada kasus tertentu, penderita aritmia jantung harus dioperasi. Tindakan operasi yang dilakukan bisa berupa prosedur maze, yaitu memberikan sayatan pada bagian jantung atas untuk mengendalikan impuls elektrik yang menyimpang. Biaya prosedur ini bisa mencapai Rp 130 juta atau bahkan lebih.

Tindakan operasi lain yang bisa dilakukan yaitu bypass koroner untuk pasien yang memiliki penyakit arteri koroner dan aritmia. Operasi ini untuk memperbaiki aliran darah ke jantung. Sebagaimana disebutkan sebelumnya, biaya prosedur ini bisa mencapai Rp 500 juta.

Gangguan katup jantung

Gangguan pada katup jantung ini artinya fungsi katup jantung yang tidak bekerja sebagaimana mestinya. Jadi jantung manusia memiliki 4 katup untuk mengatur aliran darah ke jantung. Jika satu katup saja tidak berfungsi, maka akan terjadi gangguan berupa sesak napas, nyeri, jantung berdebar, pingsan, cairan pada paru-paru, dan gangguan kesehatan lainnya.

Adapun penyebab dari gangguan katup jantung di antaranya adalah usia lanjut, bawaan lahir, diabetes, infeksi, dan kolesterol.

Pasien yang mengalami kondisi ini akan diberikan obat oleh dokter yang berfungsi untuk mengendalikan denyut jantung, sehingga aliran darah normal kembali.  Selain itu, adapula obat-obatan untuk mengurangi retensi cairan, serta melebarkan pembuluh darah.

Tindakan operasi pada kondisi ini ditujukan untuk menggantikan katup jantung yang sudah rusak. Baik itu diganti dengan jaringan tubuh pasien, donor dari orang lain, maupun dengan katup jantung buatan.

Biaya operasi penggantian katup jantung ini dimulai dari angka Rp 28,7 juta. Angka ini bisa bertambah tergantung dari tindakan perawatan yang diperlukan sebelum dan sesudahnya.

Jantung koroner

Penyakit Jantung Koroner (PJK) terjadi karena adanya penyempitan pembuluh darah arteri koroner. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan plak kolesterol pada pembuluh darah arteri koroner.

PJK dapat menimbulkan berbagai komplikasi hingga gagal jantung, yang berujung pada kematian. Gaya hidup yang tidak sehat seperti terlalu sering mengonsumsi makanan berlemak menjadi pemicu munculnya penyakit ini. Perlu diketahui juga, bahwa siapapun bisa menderita PJK jika tidak memperhatikan gaya hidup, seperti pola makan dan olahraga.

Gejala PJK awalnya adalah nyeri dada (angina), sesak napas, keringat dingin, dan mual. Jika nyeri pada dada terasa sangat intens, maka sebaiknya Anda memeriksakan ke dokter. Jika segera ditangani, maka risiko komplikasi bisa diperkecil.

Penanganan PJK bisa dilakukan dengan memberikan obat-obatan yang bertujuan untuk mengurangi kolesterol, mengurangi tekanan darah, mengencerkan darah, serta mencegah infark miokard atau penyumbatan otot jantung. Infark miokard juga dikenal dengan sebutan serangan jantung.

Tindakan operasi yang dilakukan pada pasien PJK adalah stent untuk memperlebar arteri koroner, atau operasi bypass jantung jika diperlukan. Selain itu dokter juga bisa melakukan tindakan angioplasty pada pasien PJK untuk membuka pembuluh arteri koroner, dengan masukan selang kecil pada pembuluh darah.

Biaya stent jantung atau pemasangan ring jantung berkisar antara Rp 42 juta sampai Rp 80 juta. Sedangkan biaya angioplasty atau kateterisasi jantung adalah sekitar Rp 9,7 juta sampai Rp 10,5 juta.

Mahalnya biaya perawatan untuk penyakit jantung ini bisa dijamin asuransi asal tidak termasuk dalam poin pengecualian. Jika Anda mau asuransi menjamin perawatan penyakit jantung walaupun termasuk pengecualian, misalnya bawaan lahir, maka Anda harus membeli rider tambahan.

Harus diingat juga, bahwa angka yang kami cantumkan adalah biaya tindakan, dan belum termasuk biaya perawatan atau diagnosa. Jadi, pastinya Anda membutuhkan biaya lebih saat menjalani perawatan penyakit jantung.

Semoga artikel ini membuat kita semua makin menyadari bahwa mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Ubah pola hidup Anda menjadi lebih sehat agar terhindar dari penyakit jantung.

Simak juga artikel kami mengenai asuransi untuk perawatan penyakit kritis seperti kanker.

Komentar