Tips Untuk Membeli dan Estimasi Biaya Renovasi Rumah Bekas

Tips Untuk Membeli dan Estimasi Biaya Renovasi Rumah Bekas

Ada cara lain yang bisa Anda tempuh jika ingin memiliki rumah pribadi selain membeli atau membangun. Anda bisa merenovasi rumah lama milik keluarga atau membeli rumah bekas kemudian merenovasinya.

Selain lebih murah, apalagi dibandingkan dengan rumah di tempat strategis, Anda pun bisa menentukan desain rumah sesuai keinginan.

Namun untuk merenovasi rumah bekas, Anda harus memperhatikan beberapa hal, mulai dari biaya sampai dengan perkiraan waktu selesainya. Hal ini karena pengerjaan renovasi rumah seringkali tergantung dengan cuaca. Jika hujan, para tukang pasti akan menghentikan pekerjaanya.

Untuk lebih jelasnya, mari kita simak apa saja yang menjadi perhatian jika Anda ingin membeli rumah bekas dan merenovasinya. Berikut dengan estimasi biayanya.

Membeli rumah bekas

Hal pertama yang harus dipikirkan adalah membeli rumah. Sebagaimana membeli rumah baru, membeli rumah bekas juga tidak bisa sembarangan. Pastikan Anda menanyakan beberapa poin ini pada pemilik sebelumnya.

  • Kelengkapan surat seperti Sertifikat Hak Milik (SHM), Pajak Bumi Bangunan (PBB), serta Izin Mendirikan Bangunan (IMB), sebagai syarat legalitas bangunan.
  • Penyesuaian harga rumah dengan kondisinya.
  • Cari rumah bekas yang kondisinya sesuai dengan budget renovasi Anda.
  • Sejarah rumah, apakah pernah menjadi tempat kejadian kriminal, atau pernah ada sengketa atau tidak.
  • Usahakan membeli dari tangan pertama (tanpa perantara).

Untuk letak atau lokasi rumah, tergantung dari kebutuhan Anda. Jika Anda tidak keberatan dengan lokasi rumah yang agak jauh dari pusat kota, maka Anda bisa saja mendapatkan rumah yang luas dengan harga lebih murah. Tapi kalau lokasi merupakan prioritas, biasanya harga rumah akan lebih mahal.

Proses renovasi

Setelah mendapatkan rumah, tentu selanjutnya adalah proses renovasi. Ada beberapa hal yang harus dilewati selama proses renovasi ini. Mulai dari menentukan desain sampai pada masa pengerjaannya.

Agar kami bisa memberikan tips dan gambaran yang lebih mudah dipahami, berikut ini memberikan penjabaran pada setiap fasenya.

Menentukan desain

Fase ini bisa dilakukan bahkan sebelum Anda membeli rumah. Namun bisa juga dilakukan setelah Anda menemukan rumah. Kemudian cukup merubah interior dan eksterior rumah sesuai kebutuhan.

Anda bisa menggunakan jasa desainer, atau mendapatkan referensi dari berbagai sumber. Seperti artikel atau video di internet.

Tentukan apa yang Anda inginkan sebelum kontraktor melakukan pekerjaannya. Hal ini untuk menghindari perubahan desain secara tiba-tiba. Jika Anda merubah-rubah rancangan yang sudah ada, maka proses renovasi akan memakan waktu yang lebih lama. Akhirnya, biaya yang dibutuhkan pun akan menjadi lebih banyak.

Ingat, perhitungan honor para tukang yang merenovasi rumah Anda adalah harian. Jadi makin lama proses renovasi, makin besar juga biaya yang dibutuhkan.

Menggunakan jasa kontraktor atau borongan

Kedua adalah mencari kontraktor atau borongan untuk mengerjakan renovasi. Berikut ada perbedaan dari keduanya sebagai referensi Anda.

Jasa kontraktor memang umumnya lebih mahal karena pekerjanya dibayar sesuai dengan lama pengerjaan. Bahan-bahan yang digunakan kontraktor juga lebih berkualitas.

Sedangkan jasa borongan dibayar per pekerjaan, atau sekaligus. Oleh karenanya, para pemborong biasanya cenderung buru-buru dalam mengerjakan renovasi agar bisa mendapatkan keuntungan yang besar.

Sebenarnya tidak salah untuk menggunakan jasa borongan. Hanya saja Anda harus benar-benar memberikan arahan spesifikasi mengenai bahan-bahan yang diinginkan, serta melakukan pengawasan saat proses renovasi berjalan. Hal ini untuk mencegah hasil kerjas yang tidak maksimal. Jangan sampai setelah Anda membayar, beberapa hari kemudian ada kerusakan atau kebocoran pipa karena pekerjaan yang dilakukan secara terburu-buru.

Dari gambaran di atas, Anda bisa memilih. Apakah menggunakan jasa kontraktor yang profesional, atau menggunakan jasa borongan.

Masa pengerjaan

Merenovasi rumah bisa dilakukan sekaligus ataupun bertahap. Namun jika Anda membeli rumah bekas dengan kondisi yang harus direnovasi hampir seluruhnya, maka pengerjaan harus dilakukan sekaligus agar bisa lekas ditempati.

Untuk renovasi total untuk luas tanah dan bangunan berukuran 136m2 bisa memakan waktu 10 bulan. Yang dimaksud renovasi total di sini mulai dari perbaikan bangunan rumah hingga mengganti furniture.

Tentu saja jika luas bangunan lebih kecil, maka waktu yang dibutuhkan untuk renovasi pun lebih singkat.

Namun jika rumah yang dibeli hanya membutuhkan renovasi pada ruangan tertentu atau perbaikan minor, maka jangka waktu 2 sampai 3 bulan sudah cukup.

Seperti yang disebutkan di atas, renovasi bisa dilakukan bertahap atau per ruangan. Hal ini memungkinkan jika rumah yang dibeli tidak rusak atau bisa ditempati saat masa renovasi berjalan. Risikonya, Anda harus bisa menolerir berisiknya para tukang saat bekerja atau aroma menyengat dari cat dan bahan-bahan bangunan.

Biaya

Komponen ini penting untuk menjadi pertimbangan utama. Pastikan Anda membuat daftar biaya yang jelas sebelum membuat rencana renovasi.

Biaya renovasi

Biaya renovasi tergantung dari seberapa besar renovasi yang harus dilakukan. Renovasi total pasti akan lebih mahal daripada renovasi sebagian.

Selain itu, sebagaimana yang telah disebutkan, biaya renovasi juga bergantung dari lama renovasi.

Untuk merenovasi rumah 137m2 dengan tiga lantai, seseorang membutuhkan Rp 200 juta. Angka ini sudah termasuk dengan pengadaan furnitur.

Harga tukang dan bahan bangunan lengkap dapat Anda simak pada informasi kami mengenai estimasi rumah minimalis ini.

Biaya keseluruhan

Yang kami maksud dengan biaya keseluruhan adalah harga rumah dan biaya renovasi.

Seperti yang kita ketahui, makin dekat rumah dengan area strategis maka makin mahal pula harganya. Selain itu, kondisi rumah yang masih bagus juga bisa menjadikan harga rumah lebih mahal.

Tentunya ada faktor-faktor lain, faktor mistis, yang masih mempengaruhi pemilik rumah dalam memberikan harga. Contohnya, apakah rumah itu termasuk angker atau tidak, serta feng shui rumah.

Namun kalau kita ambil angka secara umum, rumah bekas di area strategis Depok harganya bisa mencapai Rp 2 miliar, sedangkan untuk area tidak strategis, harga Rp 380 jutaan pun bisa ditemukan.

Sedangkan untuk area Jakarta, rumah di area strategis dengan luas +/- 90 m2 sampai +/- 150 m2 bisa mencapai Rp 1,4 miliar atau Rp 2,3 miliar. Angka ini untuk rumah dengan kondisi bagus atau tidak memerlukan renovasi besar.

Jadi, kalau misalnya Anda membeli rumah bekas di area strategis yang membutuhkan renovasi total, bisa diperkirakan Anda membutuhkan sekitar Rp 800 juta sampai Rp 1 miliar.

Mengenai pembiayaan renovasi rumah ini sebenarnya bisa juga Anda dapatkan melalui KPR atau pinjaman bank. Karena bank sendiri memang menyediakan kategori pinjaman untuk renovasi (bukan beli rumah baru).

Apapun pilihan Anda untuk bisa memiliki tempat tinggal sendiri, pengelolaan keuangan sejak dini serta kebijaksanaan selama prosesnya merupakan kunci utama.

Komentar