Para Caleg Harus Siap dengan Biaya Untuk 5 Hal Ini!

Para Caleg Harus Siap dengan Biaya Untuk 5 Hal Ini!

Menjadi anggota dewan legislatif, hingga saat ini, merupakan menjadi posisi yang diminati para pegiat politik di Indonesia. Menjelang pemilihan umum, Anda akan melihat poster, spanduk, baliho, bahkan mobil dengan ajakan untuk memilih salah satu calon legislatif (caleg).

Di sisi lain, untuk bisa menjadi anggota legislatif di tingkat mana pun bukanlah hal yang murah. Para caleg ini harus menyiapkan modal dalam jumlah besar untuk berbagai keperluan saat kampanye. Baik itu kampanye untuk kepentingan diri sendiri, maupun kepentingan partai.

Sebenarnya, apa saja yang harus disediakan oleh para caleg jika sedang berkampanye? Dan berapa kira-kira biayanya?

Persiapan pendaftaran bakal calon legislatif

Sebelum menjadi calon legislatif atau caleg, seorang bakal caleg harus melakukan persiapan terlebih dahulu.

Ia perlu menyiapkan dokumen-dokumen seperti Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), ijazah, dan berbagai surat pernyataan dari pihak partai dan lembaga terkait yang menyatakan kelayakan bakal caleg.

Persiapan resmi untuk menjadi caleg mungkin tidak banyak memakan biaya, mengingat persyaratan administratif cukup di urus di lembaga-lembaga resmi dan hanya memungut biaya administrasi.

Persiapan tidak resmi yang justru memakan biaya, mengingat budaya Indonesia dekat dengan tradisi Selamatan atau Syukuran. Dimana biasanya mereka mengundang tokoh agama, keluarga, dan tetangga terdekat untuk acara doa bersama.

Biaya tradisi ini bisa mencapai jutaan. Karena caleg harus membeli makanan untuk dimakan di tempat, serta makanan untuk dibawa pulang oleh tamu. Selain itu, mereka harus menyediakan tempat dan membayar honor para tokoh agama yang diundang.

Percetakan

Setiap kali musim kampanye, usaha percetakan merupakan jenis usaha yang paling laris digunakan. Mulai dari mencetak sticker, poster, spanduk, baliho, sampai undangan untuk kampanye di tingkat lingkungan masing-masing.

Misalnya, harga spanduk per meter persegi Rp 17.500, maka untuk membuat spanduk dengan lebar 1,5 meter dan panjang 7 meter, dibutuhkan biaya : 10,5 meter X Rp 17.500 = Rp 183.750.

Untuk membuat masyarakat familiar dengan dirinya, biasanya seorang caleg akan memasang spanduk di beberapa titik.

Kemudian ia harus mencetak sticker agar bisa dibagi-bagikan ke simpatisannya. Biaya pencetakan sticker sendiri bisa mencapai Rp 38.500 untuk per lembarnya. Jika sticker habis saat masa kampanye, maka harus mencetak lagi.

Kalau baliho bisa lebih mahal lagi. Hal ini karena ukuran baliho memang lebih besar, dan bahannya juga berbeda dengan spanduk. Harga per meter persegi baliho antara Rp 22.000 sampai Rp 33.000.

Biasanya caleg tingkat provinsi atau pusat yang akan membutuhkan baliho saat masa kampanye.

Kaos

Selain percetakan, bisnis konveksi pun ikut kebanjiran pesanan. Para caleg biasanya memesan kaos untuk memperkenalkan diri serta nomor urutnya agar dipilih oleh masyarakat.

Kaos dengan sablon kampanye ini harganya bervariasi sesuai dengan kualitas bahan yang dipilih. Makin bagus kualitas kaos dan sablon, maka makin mahal pula harganya.

Misalnya harga satu kaos, termasuk sablon, sekitar Rp 15.000 sampai Rp 20.000. Maka, setidaknya, caleg harus menyiakpan Rp 1.500.000 sampai Rp 2.000.000 untuk kaos.

Bagi caleg di tingkat kota atau kabupaten, mungkin tidak terlalu memerlukan kaos. Tapi untuk caleg provinsi, harus menyediakan kaos agar lebih dikenal masyarakat luas.

Kendaraan

Bisa dibilang penyediaan kendaraan kampanye juga memakan biaya yang sangat besar. Apalagi jika mau kendaraan yang digunakan menggunakan cutting sticker mobil.

Jika untuk memasang cutting sticker pada satu kaca saja seharga Rp 200.000, sedangkan untuk seluruh mobil biayanya adalah Rp 3 juta. Bayangkan jika seorang caleg membutuhkan lebih dari satu mobil.

Selain cutting sticker, mereka juga harus memikirkan biaya bahan bakar, biaya parkir, dan perawatan kendaraan. Kemudian, kendaraan milik tim sukses yang juga ikut digunakan selama kampanye.

Biaya untuk kendaraan atau transportasi ini bisa mencapai puluhan juta. Jadi, tanpa dukungan finansial yang kuat seorang caleg pasti kesulitan untuk menjalankan kampanye.

Nasi bungkus

Pernah dengar politik nasi bungkus? Istilah ini terkenal karena pada setiap kampanye para caleg pasti menyediakan makanan bagi massa yang datang untuk meramaikan kampanye mereka. Makanan yang diberikan berupa nasi bungkus.

Ketika seorang caleg mengunjungi area tertentu untuk berkampanye atau mengadakan kegiatan sosial, sudah bisa dipastikan mereka akan menyediakan nasi bungkus. Hal ini karena nasi bungkus bisa dibeli di warteg sehingga harganya jauh lebih murah.

Jika diestimasikan satu nasi bungkus memiliki harga Rp 15.000, maka seorang caleg harus menyiapkan sekitar Rp 1.500.000 (100 orang X Rp 15.000) untuk sekali kegiatan kampanye. Angka ini muncul karena 100 orang merupakan jumlah yang lumrah hadir pada sebuah kampanye.

Bayangkan jika selama masa kampanye dia mengadakan kegiatan sebanyak 10 kali. Maka dana yang dikeluarkan untuk nasi bungkus saja adalah Rp 15 juta.

Makin besar skala kampanyenya, maka makin banyak juga pengeluaran untuk nasi bungkus dan minumannya.

Iklan

Bagi caleg yang pernah menduduki posisi penting sebelumnya, atau cukup terkenal biaya untuk memperkenalkan diri pada masyarakat tidak terlalu mahal. Oleh karenanya, para artis banyak yang mencalonkan diri untuk menjadi anggota legislatif mendapatkan keuntungan dari popularitasnya.

Selain popularitas, biaya iklan juga tergantung dari daerah. Misalnya, jika caleg berada di kota-kota besar, maka biaya medianya pasti lebih besar.

Harga pasang iklan di koran bisa mencapai lebih dari Rp 7 juta. Hal ini karena Anda tidak bisa menggunakan kolom iklan baris jika ingin mengiklankan diri untuk maju sebagai caleg. Iklan baris sulit untuk dilihat, selain itu Anda tidak dapat memasang foto.

Tentunya setiap daerah memiliki harga yang berbeda. Biasanya untuk kota-kota kecil, biaya iklan di koran tidak terlalu mahal.

Menurut Prajna Research Indonesia, kisaran biaya untuk mencalonkan diri menjadi anggota legislatif bisa dibagi menjadi tiga sebagaimana berikut.

Calon anggota DPR RI                        : Rp 1 miliar-RP 2 miliar

Calon anggota DPRD Provinsi                        : Rp 500 juta-Rp 1 miliar

Calon anggota DPRD kabupaten atau kota  : Rp 250 juta-Rp 300 juta

Mengingat besaran uang yang dikeluarkan tidak menjamin keberhasilan mereka untuk menduduki posisi sebagai wakil rakyat, perlu diakui bahwa menjadi caleg haruslah memiliki keberanian yang sangat tinggi.

Tidak muluk-muluk, kali ini kami mengajak Anda mengumpulkan keberanian untuk memulai investasi. Baik itu dalam bentuk investasi emas, reksadana sampai peer to peer lending (P2P), Anda bisa memilih mana yang aman dan cocok dengan tujuan investasi Anda.

Komentar