Artajasa Memperluas Bisnisnya Ke Bidang Fintech

Artajasa Memperluas Bisnisnya Ke Bidang Fintech

Mengadapi persaingan industry pembayaran yang terjadi saat ini, PT Artajasa Pembayaran  Elektronis Tbk akan memulai bisnis layanan financial technology (fintech) dalam waktu dekat.

Direktur Utama Artajasa Pembayaran Elektronis, Bayu Hanantasena berpendapat bahwa dengan adanya perkembangan ekonomi digital saat ini, orang cenderung untuk melakukan transaksi lewat gadget daripada ke Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk mendapatkan uang tunai.

“A‎rtajasa lagi kembangkan itu, kita sudah mulai masuk terkoneksi ke arah digital, termasuk fintech juga,” ujar Bayu, ditemui usai ‘Due Diligence Meeting & Public Expose IPO PT Artajasa Pembayaran Elektroniks’ di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, SCBD Sudirman, Jakarta.

Dengan menjangkau fintech, Bayu yakin bahwa bisnis perusahaannya bisa makin berkembang. Keuntungan lain dari fintech ini, perusahaan tidak perlu menambah gerai ATM yang baru.

‎”ATM tidak terlalu nambah banyak, karena orang sekarang gunakan smartphone, sudah berpindah ke situ. Kita antisipasi ke situ,” tambahnya.

Salah satu upaya untuk menjajaki fintech adalah perusahaan akan bekerjasama dengan PT Go-Jek Indonesia. Kerjasama ini direncanakan karena Go-Jek memiliki fitur Go-Bills pada aplikasinya. Selain itu, Artajasa juga akan melakukan kerjasama dengan beberapa bank dalam rangka pengembangan layanan digital.

“‎Kami juga bekerja sama dengan beberapa bank untuk digital banking dan transfer payment,” jelas Bayu.

Perusahaan juga akan fokus dalam membangun ekosistem pembayaran digital. Di sisi lain, perusahaan ini juga menjadi salah satu perusahaan yang mendapatkan izin switching Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dari Bank Indonesia.

Menanggapi hal ini Bayu mengatakan bahwa bisnis akan semakin kompetitif di era integrasi GPN ini.

 

[Source]

Komentar