BPJS Ketenagakerjaan Bangun Rumah Pekerja Di Tangerang

BPJS Ketenagakerjaan Bangun Rumah Pekerja Di Tangerang

Pemerintah melalui PT BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) merencakan pembangunan 25 ribu  unit rumah untuk para pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan di Bugel, Tangerang. Lahan yang akan digunakan memiliki luas 20 hektare (ha), dan tipe rumah yang akan dibangun adalah rumah susun sederhana milik (rusunami).

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto. Ia mengatakan bahwa hunian vertikal ini nantinya dibangun oleh PT Sinergi Investasi Properti (SIP). Perusahaan ini merupakan patungan bersama PT PP Tbk, dan sebanyak 80 persen sahamnya berasal dari BPJS Ketenagakerjaan.

“Kita kerjasama dengan PT PP Tbk, membentuk sebuah anak usaha, dan kita melakukan investasi langsung atau penyertaan langsung ke PT SIP yang akan menjadi ujung tombak kita membangun properti BPJS  Ketenagakerjaan,” jelasnya saat diwawancarai usai peresmian pembangunan Social Security (SS) Tower di Kuningan, Jakarta.

Proyek dari BPJS Ketenagakerjaan

Rumah pekerja di Tangerang ini merupakan salah satu proyek dari BPJS Ketenagakerjaan yang diselesaikan melalui SIP. Selain itu, adapula proyek SS Tower dan bangunan komersial lainnya yang merupakan investasi dari BPJS Ketenagakerjaan.

Agus mengatakan bahwa Tangerang dipilih karena merupaka lokasi yang dekat dengan kawasan industri. Dengan demikian, para pekerja tidak akan kesulitan dalam akses jalan menuju tempat kerja.

“BPJS Ketenagakerjaan punya lahan investasi di beberapa daerah, salah satunya di Tangerang di Bugel, kurang lebih 20 ha. Saat ini kita lagi lakukan kajian evaluasi, kemungkinan, rencananya, wacananya kita akan membangun rumah pekerja di tanah tersebut karena lokasinya berdekatan dengan kawasan industri. Kita akan bangun kurang lebih 25 ribu unit di sana,” jelasnya.

Meskipun rencana pembangunan rumah ini sudah ada, namun Agus belum bisa menyebutkan harga pasti dari rumah susun ini. Adapun nantinya skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang ditawarkan adalah skema KPR BPJS Ketenagakerjaan.

“Kita belum bisa hitung, tapi sesuai skema KPR kita Rp 500 juta supaya pembiayaannya bisa sama, uang muka 5 persen,” ungkapnya.

Proyek perumahan ini dan proyek-prioyek BPJS Ketenagakerjaan lainnya ditujukan untuk membantu para pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk mendapatkan manfaat maksimal dari kepesertaannya.

 

[Source]

Komentar