Tidak Mau Repot Untuk Cek Pajak Kendaraan Bermotor? Ini Caranya!

Tidak Mau Repot Untuk Cek Pajak Kendaraan Bermotor? Ini Caranya!

Perkembangan teknologi informasi yang pesat memungkinkan siapa saja untuk mengembangkan terobosan baru agar hidup menjadi lebih mudah. Kemudahan inipun dimanfaatkan oleh pemerintah dalam hal perpajakan.

Saat ini bagi Anda yang memiliki kendaraan pribadi dapat dengan mudah mengetahui informasi kewajiban pajak kendaraannya secara online. Anda bisa mencari data informasi pajak kendaraan Anda baik melalui website, SMS, maupun aplikasi.

Berikut penjelasan lebih lanjut tentang pajak online untuk kendaraan bermotor. Bagaimana cara menggunakan fasilitas online ini untuk cek data pajak kendaraan Anda. Tidak lupa juga, kami akan memberikan penjelasan tentang mengecek pajak melalui layanan SMS.

Apa itu pajak kendaraan bermotor?

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) merupakan pajak yang dikenakan pada pemilik kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan darat. Sedangkan untuk besarannya sendiri ditentukan oleh dua faktor, yaitu faktor nilai dan bobot potensi pencemaran dan kerusakan jalan yang secara relatif ditimbulkan dari penggunaan kendaraan tersebut.

Membayar PKB bukan hanya demi kelancaran pembangunan, karena pajak merupakan pendapatan pemerintah. Lebih dari itu, membayar PKB memberikan keuntungan bagi si wajib pajak. Keuntungan ini sangat terasa jika Anda hendak mengajukan pinjaman ke bank. Rekaman pembayaran kewajiban pajak Anda menjadi pendukung apakah pinjaman Anda disetujui atau tidak.

Anda cukup melihat Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Anda yang mencantumkan besaran PKB dari kendaraan bermotor yang Anda miliki. Jika Anda memiliki lebih dari satu kendaraan bermotor, maka besaran pajak dari masing-masing kendaraan berbeda. Ini terjadi karena pajak kendaraan bermotor progresif. Dimana perhitungannya didasarkan pada urutan kepemilikan kendaraan, seperti kendaraan pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya.

Urutan KepemilikanTarif Pajak
Kendaraan Pertama1,5%
Kendaraan Kedua2%
Kendaraan Ketiga2,5%
Kendaraan Keempat dan Seterusnya4%

Presentase di atas merupakan acuan untuk perhitungan pajak progresif yang harus dibayar tahunan. Berikut cara menghitungnya:

Contoh Ilustrasi
Misalnya seseorang memiliki tiga mobil. Maka biaya yang harus dibayar yaitu Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) dan pajak progresif yang diketahui dengan rumus : (Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) X presentase pajak) + SWDKLLJ.

Adapun untuk menghitung NJKB adalah : (PKB/2) X 100. Jadi bisa kita jabarkan sebagai berikut:

Besaran PKB : Rp 2.850.000 (Nominal PKB tertera di STNK)

SWDKLLJ : Rp 150.000

NJKB : (Rp 2.850.000/2) X 100 = Rp 142.500.000

Untuk Mobil 1
Pajak Progresif + SWDKLLJ untuk mobil 1 :

Rp 142.500.000 X 1,5% = Rp 2.137.500

Maka biaya yang harus dibayarkan adalah Rp 2.137.500 + Rp 150.000 = Rp 2.287.500

Untuk Mobil 2
Pajak Progresif + SWDKLLJ untuk mobil 2 :

Rp 142.500.000 X 2% = Rp 2.850.000

Maka biaya yang harus dibayarkan adalah Rp 2.850.000 + Rp 150.000 = Rp 3.000.000

Untuk Mobil 3
Pajak Progresif + SWDKLLJ untuk mobil 3 :

Rp 142.500.000 X 2,5% = Rp 3.562.500

Maka biaya yang harus dibayarkan adalah Rp 3.562.500 + Rp 150.000 = Rp 3.712.000

Perhitungan di atas sesuai dengan ketetapan dalam Pasal 7 ayat (1) Peraturan Daerah DKI No.8 Tahun 2010.

Apa saja syarat yang diperlukan saat mendaftar pajak kendaraan?

Pajak yang harus dibayarkan untuk kepemilikan kendaraan bermotor juga terdiri dari dua jenis pajak yaitu pajak tahunan dan pajak lima tahunan.

Pajak tahunan

Pajak tahunan ini merupakan pajak pengesahan STNK tahunan. Pajak ini bisa diurus langsung di Kantor Samsat wilayah Anda, atau menggunakan fasilitas online. Hanya saja fasilitas online PKB ini baru bisa diakses di beberapa daerah saja, belum tersedia secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Persyaratan yang harus dibawa saat membayar pajak kendaraan bermotor tahunan adalah

  • STNK asli,
  • KTP asli,
  • sejumlah uang untuk pembayaran pajak.

Nama yang tercantum di KTP Anda, harus sama dengan nama yang tercantum di STNK atau BPKB.

Pajak lima tahunan

Pajak lima tahunan juga merupakan pajak pergantian STNK. Di saat ini pula pelat kendaraan Anda harus diganti. Berbeda dengan pajak tahunan yang bisa dibayarkan secara online, pajak lima tahunan ini hanya bisa dilakukan langsung di Kantor Samsat. Hal ini karena nantinya akan ada pemeriksaan fisik kendaraan oleh petugas.

Adapun persyaratan yang harus Anda lengkapi adalah,

  • STNK dan BPKB asli,
  • KTP asli,
  • formulir cek fisik kendaraan yang bisa dibeli di Kantor Samsat.

Jika semua kelengkapan sudah diserahkan ke loket, maka Anda akan menerima slip untuk pembayaran pajak lima tahunan. Setelah membayar, Anda akan menerima tanda lunas.

Anda kemudian akan diberi informasi kapan Anda bisa mengambil STNK yang baru. Biasanya informasi tanggal pengambilan ditulis di bagian belakang STNK yang lama.

Bagaimana cara cek pajak via online untuk kendaraan bermotor?

Sebagaimana yang disebutkan sebelumnya, bahwa pajak tahunan kendaraan bisa Anda bayarkan secara online. Pun untuk mengeceknya, bisa Anda lakukan di situs Samsat daerah Anda. Berikut daftar situs Samsat yang tersedia untuk saat ini dan cara cek PKB Anda.

DKI Jakarta

Pemerintah Daerah DKI Jakarta menyediakan layanan PKB online lewat situs http://samsat-pkb.jakarta.go.id/INFO_PKB. Berikut cara mengecek PKB lewat situs ini.

  1. Isi formulir lalu masukkan kode dan klik “Proses”.
  2. Setelah itu Anda bisa melihat pajak informasi pajak yang dibutuhkan. Perlu diingat bahwa nominal yang muncul belum termasuk denda jika sudah jatuh tempo, juga belum termasuk pajak progresif.

Jawa Timur

Jika Anda ada di area Jawa Timur, maka Anda bisa mengakses halaman informasi PKB di laman http://www.dipendajatim.go.id/page-info-pajak-kendaraan?uptd=dinas.

 

  1. Setelah masuk ke laman di atas, Anda cukup mengisi nomor pelat kendaraan Anda. Kemudian masukkan kode verifikasi, dan klik “Cari”.
  1. Informasi PKB akan muncul di layar monitor Anda. Nominal ini hanyalah biaya pajak normal, bukan pajak progresif dan belum termasuk denda jika Anda terlambat membayar.

Jawa Barat

Situs untuk pelayanan Samsat secara online di area Jawa Barat adalah http://bapenda.jabarprov.go.id/e-samsat-jabar/. Meskipun mereka sudah memiliki website, namun layanan pengecekan masih menggunakan layanan pesan singkat (SMS).

Sedangkan metode pembayaran bisa menggunakan ATM, internet banking, dan SMS banking. Situs Samsat Jawa Barat hanya memuat persyaratan dan informasi umum mengenai PKB.

Yogyakarta

Anda yang berdomisili di Yogyakarta dapat mengetahui besaran pajak kendaraan melalui situs http://infonjkbdiy.com/.

 

  1. Anda hanya perlu memasukkan nomor polisi kendaraan bermotor Anda. Lalu klik Submit.
  1. Sebagaimana sebelumnya, nominal yang muncul bukan merupakan nominal pajak progresif atau sudah ditambah denda. Angka yang tertera merupakan nominal pajak utama.

Jawa Tengah

Situs berikutnya yang bisa diakses untuk memberikan informasi besaran pajak adalah http://dppad.jatengprov.go.id/info-pajak-kendaraan/.

 

  1. Isi nomor kendaraan Anda lalu klik Submit.
  1. Angka yang tertera merupakan nominal pajak normal. Bukan termasuk pajak progresif atau denda.

Selain melalui website, pengecekan pajak juga bisa dilakukan menggunakan SMS dan aplikasi. Berikut penjelasannya.

Bagaimana cara cek pajak kendaraan bermotor dengan SMS?

Pengecekan pajak menggunakan SMS memang tidak hadir di semua wilayah. Hal ini dikarenakan pendataan kendaraan yang belum terekam semua, dan ada wilayah yang lebih mengutamakan penggunaan website dan aplikasi.

Layanan cek pajak lewat SMS ini masih ada untuk wilayah Jawa Barat dengan format:

Format SMS
Infokode plat kendaraan di Jawa Barat/nomor polisi/kode seri plat kendaraan warna plat kendaraan

Kirim SMS ini ke nomor 08112119211. Anda akan menerima balasan berupa rincian kendaraan, besaran pajak yang harus dibayarkan, serta jatuh tempo pembayaran pajak.

Bagaimana mengecek pajak kendaraan bermotor menggunakan aplikasi?

Jika dulu masyarakat DKI Jakarta mengenal nomor 1717 untuk layanan cek pajak melalui SMS, maka sekarang nomor itu sudah tidak berlaku lagi untuk pengecekan pajak.

DKI Jakarta sekarang memiliki aplikasi untuk mengecek pajak, pencurian kendaraan bermotor, serta masa berlaku STNK. Aplikasi ini bisa Anda unduh melalui Play Store untuk pengguna Android. Pengguna IOS memang belum bisa mengakses aplikasi ini dan baru bisa mengakses pajak online kendaraan bermotor lewat website.

Cara menggunakannya, Anda cukup unduh aplikasi. Jika Anda ingin mengecek PKB, cukup akses aplikasi, isi formulir, lalu klik Submit. Maka informasi yang dibutuhkan pun bisa Anda dapatkan.

Pengembangan teknologi informasi untuk kebutuhan publik ini, diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam menjalankan kewajibannya. Selain itu, juga dapat melindungi masyarakat dari membeli kendaraan hasil curian dengan surat-surat palsu.

Masih barkaitan dengan pajak, cari tahu bagaimana caranya mendapatkan NPWP secara online.

Komentar