Ketahui Lebih Lanjut Tentang Cara Dan Syarat Membuat e-KTP

Ketahui Lebih Lanjut Tentang Cara Dan Syarat Membuat e-KTP

Peningkatan dalam berbagai segi makin diupayakan oleh pemerintah termasuk dalam hal kependudukan. Hal ini salah satunya terwujud dalam bentuk Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau e-KTP.

Sistem ini dibuat untuk memudahkan pendataan penduduk serta menjadikan proses pengurusan administratif lebih mudah untuk semua urusan. Hal ini dikarenakan data seseorang tersimpan dalam sistem kependudukan secara baik. Oleh karenanya, e-KTP tidak perlu diperpanjang, tidak seperti KTP sebelumnya yang harus diperpanjang setiap lima tahun sekali.

Sebagai bagian dari solusi pendataan kependudukan, e-KTP juga memiliki manfaat bagi pemiliknya. Selanjutnya kami akan menjelaskan lebih jelas lagi mengenai e-KTP. Mulai dari apa itu e-KTP hingga bagaimana cara dan syarat membuat e-KTP.

Latar belakang dan manfaat KTP elektronik

Adanya program pembuatan KTP elektronik atau e-KTP ini bukan tanpa alasan atau latar belakang yang kuat. Program ini muncul dengan dasar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Kemudian dalam Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penerapan KTP berbasis Nomor Induk Kependudukan.

Selain latar belakang dari segi Undang-Undang dan peraturan pemerintah, adapula beberapa hal yang harus diantisipasi dari segi pendataan kependudukannya. Terutama masalah yang berhubungan dengan hukum, seperti kecurangan pajak, terorisme, dan korupsi.

Oleh karenanya, manfaat dari e-KTP dirasakan oleh pemerintah maupun masyarakat. Manfaat yang bisa dirasakan adalah sebagai berikut:

1. Mencegah adanya identitas ganda

Sistem kartu tanda penduduk sebelumnya memungkinkan siapa saja memiliki lebih dari satu kartu identitas. Hal ini menjadikan pendataan penduduk lebih sulit karena domisili seseorang yang sebenarnya tidak terlacak.

Celah ini banyak digunakan oleh para pelaku kejahatan untuk menghilangkan jejaknya. Jadi bagi mereka para pelaku kejahatan yang hendak lari dari pengejaran polisi bisa membuat KTP di daerah yang berbeda. Kelemahan sistem KTP yang lama juga mengakibatkan usaha polisi dalam mencari para pelaku tindak kejahatan menjadi lebih sulit.

Dengan adanya e-KTP, seseorang hanya perlu membuat kartu tanda penduduk sekali seumur hidup. Dengan demikian, pendataan dan pelacakan terhadap penduduk jadi lebih mudah dilakukan.

2. Kemudahan dalam membuat paspor di kota manapun

Jika dengan sistem KTP yang lama seseorang hanya bisa membuat paspor dari kantor imigrasi yang sesuai dengan areanya, maka dengan e-KTP Anda bisa membuat paspor dari kota manapun di Indonesia.

Tentunya hal ini terwujud karena data Anda tersimpan dalam satu sistem sehingga dapat diakses di kota mana saja. Jika memiliki e-KTP, Anda tidak perlu pulang ke tempat asal hanya untuk membuat paspor.

3. Mencegah adanya kecurangan pajak

Adanya satu kartu kependudukan yang berlaku di mana saja juga akan mencegah adanya kecurangan pajak. Pihak Kantor Pajak akan dengan mudah mengetahui catatan mengenai seseorang. Hal ini mengingat untuk membuat   Anda membutuhkan KTP sebagai syarat administratifnya.

4. Tidak perlu diperpanjang lima tahun sekali

Dengan menggunakan teknologi penyimpanan data yang baik, seperti pada sistem e-KTP, Anda tidak perlu selalu memperpanjang kartu identitas Anda setiap lima tahun sekali.

Prosedur perpanjangan ini menyulitkan mereka yang berpindah kota karena harus mengurus dokumen dari tempat asal. Dengan e-KTP, Anda bisa menggunakannya untuk keperluan Anda di kota mana saja.

Perbedaan e-KTP dan KTP biasa

Adanya sistem e-KTP ini juga merupakan bentuk penyempurnaan dan sistem KTP yang lama. Ada banyak perbedaan yang bisa ditemukan dari dua jenis kartu kependudukan ini. Diantaranya adalah sebagai berikut:

E-KTPKTP
Tidak ada tanda tangan Kepala KelurahanAda tanda tangan Kepala Kelurahan
Ada keterangan kewarganegaraanTidak ada kolom kewarganegaraan
Ada hologramTidak ada hologram
Dilindungi dengan keamanan pencetakanHanya berupa kertas biasa
Data pemegang e-KTP disimpan dalam chipData pemegang KTP tidak disimpan dalam sistem yang canggih

Untuk alasan keamanan dan tahap membuat e-KTP ini cukup banyak, yaitu:

TahapPengertian
Hole PunchingProses melubangi kartu untuk tempat meletakkan chip
Pick and pressureYaitu proses menempatkan chip pada kartu
ImplanterPemasangan antena, yaitu pola melingkar yang menyerupai spiral
PrintingPencetakan kartu
Spot WeldingYaitu proses pengepresan kartu dengan menggunakan aliran listrik
LaminatingProses ini adalah tahap pembungkusan e-KTP menggunakan plastik

Sebagai informasi, bentuk e-KTP sendiri dibuat sesuai dengan bentuk KTP elektronik berdasarkan ISO 7810, dengan ukuran 53,98 mm x 85,60 mm.

Syarat Membuat e-KTP

Syarat membuat e KTP

Sebelum membuat e-KTP, Anda harus mengetahui dulu apa syarat dan perlengkapan yang harus dipersiapkan. Berikut adalah syarat-syarat membuat dan memperpanjang e-KTP Anda.

  • Berusia 17 tahun
  • Surat pengantar dari pihak Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW)
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Surat keterangan pindah dari kota asal, jika Anda bukan asli warga setempat
  • Surat keterangan pindah dari luar negeri, dan surat ini harus diterbitkan oleh Instansi Pelaksana bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang datang dari luar negeri karena pindah.
  • Datang langsung ke kantor Keluruhan, di sini pula Anda akan diambil fotonya dan melakukan sidik jari.

Cara membuat e-KTP

Pada dasarnya, setiap Anda datang untuk membuat e-KTP atau dokumen lainnya Anda akan mendapatkan arahan dari petugas di sana. Namun tidak ada salahnya untuk menjelaskan apa yang harus Anda lakukan kalau mau membuat e-KTP.

1. Fotokopi dokumen yang dibutuhkan

Pertama – tama, setelah mendapatkan semua dokumen yang dibutuhkan, Anda harus menggandakannya. Pihak kelurahan hanya membutuhkan selembar salinan untuk tiap dokumen, namun sebaiknya Anda memiliki dua atau tiga lembar Salinan untuk tiap dokumen.

2. Datang ke Kelurahan

Anda harus datang sendiri ke Kantor Kelurahan, tidak dapat diwakilkan. Di sini, Anda akan mengambil nomor antrian untuk menunggu dilayani. Biasanya, pihak Kelurahan membuka layanannya pada jam 08:00 sampai jam 15:00.

3. Penyerahan dokumen

Setelah giliran Anda tiba, Anda akan menyerahkan Salinan dokumen kepada pihak petugas Kelurahan. Sebaiknya, Anda juga membawa dokumen asli. Petugas hanya minta untuk ditunjukkan, tapi mereka akan mengambil salinannya.

4. Foto dan sidik jari

Setelah penyerahan dokumen, Anda akan dipanggil untuk pas foto dan pengambilan sidik jari.

Jika semua proses sudah selesai, Anda akan diberikan surat pengantar untuk ditunjukkan saat mengambil e-KTP nanti. Surat ini juga bisa menjadi pengganti kartu identitas sementara selama menunggu pengambilan e-KTP.

Semua proses pembuatan e-KTP di kantor kelurahan hanya butuh waktu 30 menit sampai satu jam, tergantung panjangnya antrian. Sedangkan untuk pengambilan e-KTP bisa dilakukan dalam 14 hari kemudian. Namun pada kenyataannya memang banyak yang belum menerima e-KTP padahal proses pembuatan sudah dilakukan berbulan-bulan sebelumnya. Oleh karena itu, hal ini bisa dikonfirmasi lewat WhatsApp di nomor pengaduan 081326912479.

Pemilikan e-KTP memang sangat dibutuhkan oleh semua warga negara Indonesia. Mulai untuk keperluan pembuatan berbagai dokumen seperti paspor dan NPWP. Bahkan e-KTP dibutuhkan juga jika Anda hendak mengajukan Kredit Pemilkan Rumah (KPR).

Komentar