Mau Jadi Vlogger Profesional? Ini Caranya Memulai dan Menghasilkan Uang dari Vlog

Mau Jadi Vlogger Profesional? Ini Caranya Memulai dan Menghasilkan Uang dari Vlog

Salah satu pekerjaan yang banyak dilirik oleh generasi Y dan Z adalah menjadi vlogger. Selain berpotensi menghasilkan penghasilan, membuat vlog juga menjadi sarana untuk penyaluran kreatifitas.

Vlog sendiri merupakan gabungan dari kata video dan log. Jadi, vlog merupakan konten bercerita, seperti blog, dalam bentuk video. Orang yang membuat vlog disebut vlogger.

Sebagaimana influencer di Instagram, makin banyak anak muda yang ingin menjadikan vlog sebagai sumber penghasilannya. Namun, bagaimana sebenarnya seorang vlogger mendapatkan penghasilannya? Lebih penting lagi, bagaimana cara memulai menjadi vlogger?

Jawabannya, akan kami jabarkan sebagai berikut.

Bagaimana memulai untuk menjadi vlogger?

Sebagaimana membuka usaha, Anda harus tahu langkah-langkah apa saja yang diperlukan.

Vlog seperti apa yang Anda inginkan

Jika Anda memiliki banyak minat, maka buatlah daftar mengenai subjek atau tema yang ingin Anda tampilkan dalam video. Berikut adalah beberapa tema yang bisa dijadikan pertimbangan.

Seni:

Song cover video

Dance cover video

Bullet journal

Tutorial menggambar

Aktifitas harian:

Rutinitas harian

Olahraga

What I eat in a day (Apa yang saya makan dalam sehari)

Rutinitas pagi

Fashion:

Tutorial makeup

Tutorial membuat pakaian

Tema-tema di atas mulai populer di YouTube. Selain itu, proses perekaman videonya pun tidak sulit, karena cukup dilakukan di rumah.

Bagi Anda yang ingin mengikuti tren vide di YouTube, bisa mengakses youtube.com/trends. Di sini Anda bisa melihat tema-tema video yang paling populer. Jika ada yang menarik, maka Anda bisa membuat video dengan tema serupa.

Namun, tentu saja jika masih banyak tema-tema lainnya yang bisa Anda dapatkan untuk dijadikan vlog. Sebenarnya, cara terbaik untuk memulai karir sebagai vlogger adalah dengan membuat video sesuai dengan hobi atau minat Anda. Misalnya ulasan musik, film, bahkan ada pula vlogger yang merekam dirinya menyelesaikan permainan online.

Cari referensi

Mencari referensi adalah hal yang harus Anda lakukan sebelum memulai proyek vlog.

Setelah memilih subjek atau tema yang ingi diangkat menjadi video, selanjutnya Anda mencari referensi dari vlogger lainnya sebagai inspirasi.

Misalnya, Anda tertarik untuk membuat vlog tentang bullet journal, berikut adalah beberapa vlogger yang bisa dijadikan referensi.

AmandaRachLee

Sea Lemon

Shayda Campbell

Selain bullet journal tentunya masih banyak tema-tema lain yang bisa Anda ambil sebagai referensi. Berikut ini adalah beberapa contoh vlog lainnya dengan tema sederhana dan menarik.

Zoe 조에  (Barista)

iamsalma (Pemilik toko online)

FatheringAutism (Seorang ayah dengan putri yang memiliki autis)

Selain para vlogger yang terkenal, Anda juga bisa mendapatkan inspirasi para vlogger yang belum terlalu terkenal. Makin banyak yang Anda tonton, maka makin banyak pilihan ide yang bisa Anda dapatkan.

Jangan lupa juga, bahwa membuat video adalah pekerjaan kreatif. Jadi, Anda tidak perlu mengikuti format yang ada. Anda bisa membuat video dengan gaya baru yang lebih menarik untuk banyak orang.

Persiapkan perlengkapannya

Sesuai dengan tema yang Anda tentukan, serta konsep video yang diinginkan, Anda perlu mempersiapkan peralengkapannya.

Jika, contohnya, Anda ingin membuat video tentang membuat jurnal atau bullet journal, maka perlengkapan yang dibutuhkan adalah:

  • buku bullet journal;
  • alat-alat tulis;
  • meja;
  • kamera profesional atau kamera smartphone;
  • pengeras suara jika dibutuhkan;
  • tripod atau selfie stick sesuai dengan konsep video;
  • sebuah laptop atau komputer untuk mengedi.

Jika Anda tidak membutuhkan voice over, atau hanya dengan musik sebagai suara latarnya, maka Anda tidak memerlukan mic. Selanjutnya pada bagian deskripsi, buat daftar merek peralatan tulis yang Anda gunakan.

Hal terpenting ketikan Anda membuat video tutorial adalah, pastikan Anda sudah mencoba terlebih dahulu sebelum merekam video. Hal ini akan membuat proses perekaman video menjadi lebih mudah dan cepat.

Software untuk mengedit video

Karena membuat video yang apik bukan hanya dibutuhkan para vlogger saja. Banyak orang yang membuat video sebagai hobinya. Jadi tidak heran kalau banyak beredar software atau program untuk mengedit video. Berikut ini adalah beberapa di antaranya adalah Filmore video editor yang compatible untuk Windows dan macOS.

Jika Anda menggunakan Windows, maka bisa menggunakan Movie Maker. Selain gratis, software ini cocok untuk pemula. Hanya saja fitur-fiturnya masih terbatas. Namun jika Anda hanya ingin membuat video sederhana, maka software ini sudah cukup untuk Anda.

Kemudian, bagi Anda yang menggunakan perangkat Mac, maka bisa menggunakan iMovie. Software ini gratis untuk pengguna Mac dan iOS, sehingga bisa pula digunakan pada iPad atau iPhone.

Mulai membuat video

Langkah selanjutnya adalah proses membuat video. Hal pertama yang harus Anda ketahui adalah video seperti apa yang akan dibuat.

Sebaiknya tulis konsep video yang akan dibuat secara detail. Dengan demikian, Anda tahu peralatan apa saja yang dibutuhkan.

Setelah proses perekaman video selesai, Anda tinggal mengedit video agar menarik untuk ditonton.

Jangan lupa untuk mencantumkan credit pada bagian deskripsi jika Anda menggunakan karya orang lain dalam video, seperti lagu. Kemudian, jika apa yang Anda kerjakan merupakan pengembangan dari karya orang lain, maka tuliskan juga pada bagian deskripsi.

Menghasilkan uang lewat vlog?

Karena AturDuit merupakan website keuangan, maka tentu saja kami akan memberikan informasi mengenai bagaimana Anda mendapatkan penghasilan sebagai vlogger.

Ad Sense

Sebelum akun Anda bisa menghasilkan lewat ad sense, jumlah penonton Anda haruslah mencapai 10.000 atau lebih. Makin banyak jumlah penonton video, maka makin banyak penghasilan yang bisa didapatkan.

Untuk mengetahui apakah Anda bisa mendapatkan ad sense pada video atau tidak, kunjungi link ini https://www.youtube.com/account_monetization?nv=1.

Kemudian klik “Buka Studio”. Anda kemudian akan diarahkan ke laman yang memberikan keterangan apakah akun YouTube Anda bisa dimonetisasi atau tidak.

monetazion

Perlu diketahui bahwa pengiklan akan membayar sesuai biaya per klik (cost per click atau CPC) atau biaya per tampil (cost per view atau CPV).

Jadi, Anda bisa mendapatkan penghasilan ketika ada penonton yang mengklik iklan Anda (CPC) atau ketuka penonton melihat iklan Anda hingga habis (CPV).

Selanjutnya, Anda harus berhati-hati dalam mengunggah konten di YouTube, karena ada beberapa faktor yang menyebabkan sebuah akun didemonetisasi atau diberhentikan pendapatnya dari ad sense. Berikut adalah daftar kata-kata yang membuat seorang vlogger kehilangan hak monetisasinya.

Endorse

Sebagai sebuah saluran media sosial, YouTube juga memungkinkan Anda untuk bisa mendapatkan endorse dari perusahan tertentu.

Misalnya, Skillshare mengendorse banyak vlogger pada berbagai bidang. Mulai dari seni hingga astrologi. Jadi, makin banyak pelanggan dan jumlah penonton video Anda, makin besar pula kesempatan Anda untuk mendapatkan penghasilan lewat endorse.

Proyek dari pihak lain

Sebenarnya kanal atau akun YouTube Anda bisa membuka banyak kesempatan lain. Bagi Anda yang menyukai video tentang tarian, mungkin Anda mengenal Matt Setffanina. Ia memulai karir YouTubenya dengan mengunggah video murid-muridnya menari setelah sesi latihan selesai. Ia pun mengunggah tutorial dari koreografi yang dibuatnya agar bisa dipelajari banyak orang.

Akhirnya, ia berkesempatan untuk mengadakan tur ke berbagai negara untuk mengajar koreografi. Selain itu, ia juga sempat membuat koereografi untuk beberapa penyanyi seperti Jason Derulo dan Taylor Swift.

Di Indonesia sendiri, para vlogger ternama kebanyakan memang merupakan selebriti yang akhirnya pindah berkreasi di kanal YouTube, misalnya Boy William atau Raditya Dika.

Namun, bukan berarti Anda tidak memiliki kesempatan. Salah satunya adalah Mas KukuhAldy yang fokus membuat video-video tutorial. Mulai dari tutorial penggunaan fitur-fitur pada gadget, hingga tutorial membuat desain. Hingga saat ini, ia memiliki 13.600 pelanggan dengan jumlah penonton video lebih dari 300 ribu.

Selain YouTube, ada banyak media sosial lainnya yang bisa Anda jelajahi untuk berkarya sekaligus mendapat penghasilan. Salah satunya media yang harus Anda perhatikan adalah TikTok. Walaupun belum bisa memonetisasi dari akun TikTok, namun media sosial ini bisa menjadi sarana promosi vlog yang baik.

Adapun media sosial lainnya yang harus Anda gunakan untuk mempromosikan diri adalah Facebook, Instagram, Linkedin, dan Line.

Komentar