Bagaimana Cara Mencegah dan Menghadapi Kerugian Dalam Usaha

Bagaimana Cara Mencegah dan Menghadapi Kerugian Dalam Usaha

Menjalankan usaha memang tidak bisa dipisahkan dari risiko kerugian, baik itu kerugian kecil maupun kerugian besar. Bahkan, jangan merasa asing dengan kata ‘bangkrut’.

Namun bukan berarti semua risiko ini lantas membuat Anda mundur dari niat mendirikan usaha. Ada cara untuk mencegah kerugian. Selain itu, ada pula cara untuk menghadapi kerugian agar usaha kembali bangkit.

Oleh karenanya, AturDuit ingin membahas tentang ketakutan terbesar orang-orang yang ingin memulai usaha, yaitu kerugian. Baik itu yang berupa kerugian materi maupun sumber daya.

Penyebab kerugian

Penyebab kerugian dalam usaha bisa beragam. Berikut adalah beberapa contoh penyebab kerugian yang berasal dari faktor internal.

1. Modal

Yang dimaksud dengan modal dalam usaha bukan hanya modal awal untuk memulai usaha. Melainkan juga modal operasional saat usaha berjalan.

Jika usaha tidak bisa balik modal pada masa enam bulan atau setahun pertama, maka Anda sebagai pemilik usaha akan mengalami kerugian.

Sayangnya masih ada pengusaha yang menganggap bahwa kerugian pada masa awal usaha ini merupakan hal wajar dan tidak segera mengambil langkah untuk memperbaiki kinerja. Padahal makin cepat langkah perbaikan dilakukan, maka kerugian makin bisa diperkecil.

2. Manajemen buruk

Faktor ini tidak bisa disangkal bisa menyebabkan kerugian bahkan tutupnya sebuah usaha. Anda tidak bisa mengharapkan sebuah usaha berjalan dengan sehat jika pengaturannya secara internal tidak baik.

Oleh karenanya, sangat penting untuk menentukan pola manajemen usaha saat Anda melakukan perencanaan usaha.

3. Perencanaan yang salah

Berkaitan dengan perencanaan yang salah, selain masalah pola manajemen atau cara mengatur usaha, perencanaan juga termasuk pada menentukan pasar, target, produk, dan cara pemasaran.

Jika Anda melakukan perencanaan yang tidak tepat, seperti menentukan target penjualan terlalu besar, maka siaplah untuk kecewa.

Anda bisa berdiskusi dengan rekan lain yang sudah memiliki usaha, atau mencari referensi di internet saat melakukan perencanaan usaha.

Perlu diingat juga, tidak memiliki rencana cadangan juga merupakan contoh perencanaan usaha yang buruk.

4. Produk tidak tepat

Walaupun poin ini berkaitan dengan perencanaan usaha, kami menyajikan kembali secara tersendiri karena poin ini sangat penting untuk diingat.

Misalnya, Anda menjual makanan super pedas di lingkungan yang memiliki selera memakan makanan manis. Maka, produk Anda tidak tepat karena tidak sesuai dengan selera mereka, serta tidak memenuhi kebutuhan mereka.

Mengenali karakter calon konsumen Anda merupakan hal yang penting saat memutuskan untuk membuat usaha.

5. Cara pemasaran tidak efektif

Selanjutnya yang kami maksud dengan cara pemasaran yang tidak efektif adalah menggunakan metode pemasaran yang tidak sesuai dengan target konsumen, memakan budget terlalu besar, atau dilakukan dalam jangka waktu terlalu lama.

Misalnya, Anda melakukan promosi berupa potongan harga yang terlalu lama. Bisa juga karena Anda menghabiskan terlalu banyak uang untuk melakukan promosi, namun hasil yang datang lebih kecil.

Sekali lagi, mencari referensi mengenai cara promosi yang lebih efektif bisa mencegah kerugian yang besar.

Cara menghadapi kerugian

Pada berbagai kondisi, kerugian tidak bisa dihindari. Lalu bagaimana cara Anda saat menghadapi kerugian dalam usaha?

Atasi masalah yang ada

Pastikan lalukan dua poin ini saat Anda hendak mengatasi masalah kerugian usaha.

1. Evaluasi

Temukan letak permasalahannya!

Lakukan evaluasi mengenai bagaimana Anda menjalankan rencana usaha. Apakah masalah bersumber dari faktor internal atau eksternal. Kemudian temukan poin mana yang bermasalah.  Dengan demikian, Anda bisa belajar dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Jangan tunggu sampai Anda menemui kerugian besar untuk melakukan evaluasi. Lakukan evaluasi secara berkala, bahkan saat Anda tidak mengalami kerugian.

Makin cepat sumber permasalahan terdeteksi, makin cepat pula langkah penanganan bisa dilakukan.

2. Buat rencana

Setelah menemukan sumber permasalahannya, segera rencanakan langkah penanganan untuk memperbaiki kinerja dan mencegah kerugian lebih lanjut.

Jangan lupa untuk merencanakan dua hal ini:

  1. Langkah-langkah untuk memperkecil kerugian dan memperbaiki kinerja;
  2. Kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan semua langkah tersebut.

Semua harus direncanakan dengan baik. Jika tidak, apa yang direncanakan bisa tidak berhasil.

Mencari peluang

Sebagai seorang pengusaha, Anda harus berfikir kreatif untuk mencari peluang. Menacari peluang ini bisa membantu Anda saat usaha mengalami kerugian.

1. Bantuan dari pihak lain

Mendapatkan bantuan dari pihak lain bisa membantu Anda untuk menambah modal operasional, sehingga usaha bisa berjalan kembali.

Bantuan bisa didapatkan dari kredit usaha yang disediakan bank, pinjaman dari lembaga keuangan resmi, keluarga, atau rekan bisnis.

Untuk bantuan berupa pinjaman uang, pastikan Anda memiliki rencana bagaimana menyicil pembayarannya.

Kemudian untuk bantuan dari rekan bisnis bisa berupa kerjasama. Misalnya, mereka memiliki toko sehingga Anda bisa memasarkan produk tanpa harus menyewa tempat sendiri. Anda bisa melakukan bagi hasil dengan mereka untuk membayar sewa tempatnya.

Cara ini bisa menghemat biaya selagi Anda berusaha membangun kembali usaha.

2. Model usaha lain

Terkadang, Anda memang harus benar-benar mengambil langkah ekstrim seperti mencoba usaha lain dan memulai dari nol.

Jika Anda menghadapi kasus ini, maka buatlah perencanaan usaha yang matang sebagaimana saat Anda memulai usaha yang pertama.

Menjaga kesehatan diri dan pikiran

Menghadapi kerugian bisa membuat Anda frustasi dan sedih. Namun Anda harus bisa kembali bangkit dan menyusun strategi usaha yang tepat.

Walaupun tidak berkaitan dengan keuangan, namun poin ini sangat penting untuk diingat. Dengan kondisi kesehatan fisik dan psikis yang prima, Anda akan berfikir positif dan tidak mudah menyerah. Anda pun bisa berfikir lebih jernih untuk menyusun strategi.

Cara mencegah kerugian

Sekali lagi, walaupun kerugian memang risiko yang terkadang tidak dapat dihindari, selalu ad acara untuk mencegahnya. Kalaupun tidak dapat 100% menghilangkan risiko kerugian, langkah pencegahan bisa memperkecil jumlah kerugian.

Pelajari target pasar

“Dimana langit dijunjung, di situ bumi dipijak.”

Peribahasa ini harus diingat oleh setiap pengusaha. Apalagi jika target pasar merupakan masyarakat sekitar.

Pastikan Anda bisa menjawab daftar pertanyaan ini saat ingin memulai usaha.

  1. Apa produknya?
  2. Siapa target konsumen Anda?
  3. Dimana mereka tinggal? Apakah di sekitar Anda, atau Anda harus menjangkau orang-orang di luar kota?
  4. Bagaimana sistem pemasarannya?
  5. Bagaimana cara menjalankan usaha?
  6. Apa peluang yang bisa Anda temukan untuk menjalankan usaha ini?

Produk muncul karena ada kebutuhan, baik kebutuhan itu sudah disadari oleh orang lain atau belum. Jika Anda bisa menemukan ide untuk memenuhi kebutuhan ini, Anda tinggal menentukan bagaimana menjalankan proses usaha.

Plan B

Pastikan Anda selalu memiliki rencana cadangan. Terutama, dalam hal pemsaran maupun keuangan.

Misalnya, Anda tidak menerima banyak pelanggan setelah membuat promosi di akun media sosial. Buat sebuah acara promosi di toko atau tempat usaha Anda untuk mendapatkan lebih bnyak pelanggan. Atau minta kerabat dan teman untuk juga ikut mempromosikan usaha Anda di akun media sosial mereka atau ke orang-orang di lingkungannya.

Lalu dalam hal keuangan, jika Anda harus menghabiskan uang lebih untuk keperluan operasional apa alternatif untuk mendapatkan dana tambahan. Juga tentukan alternatif menjalankan usaha yang lebih efisien agar Anda tidak menghabiskan terlalu banyak uang untuk hal yang tidak tepat sasaran.

Pengetahuan hukum

Walaupun Anda berharap mendapatkan rekan yang jujur, namun terkadang faktor eksternal seperti penipuan tidak bisa dihindari.

Oleh karenanya, pengetahuan akan hukum juga penting. Pastikan Anda memiliki dokumen lengkap saat mendirikan usaha. Juga pastikan semua kerjasama ada perjanjiannya.

Jangan lupa juga saat melakukan perencanaan, masukkan asuransi pada budget usaha. Memiliki asuransi bisa membantu jika sewaktu-waktu usaha mengalami kerugian akibat musibah.

Walaupun sederhana, Anda bisa melakukan tips ini sesuai kebutuhan. Pastikan Anda mencatat semua keperluan dan langkah yang akan dilakukan.

Selanjutnya, Anda bisa menggunakan model pengelolaan keuangan usaha rumahan ini sebagai referensi.

Komentar