Hadapi Inflasi Dengan Percaya Diri! Ikuti 5 Tips Ini

Hadapi Inflasi Dengan Percaya Diri! Ikuti 5 Tips Ini

Dapat kita rasakan saat ini bahwa harga berbagai kebutuhan hidup mengalami kenaikan.

Banyak yang mengeluhkan kondisi ini dan berharap harga-harga akan kembali normal. Lalu bagaimana seharusnya kita mengatur keuangan selama masa inflasi ini?

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk bertahan dan berkembang secara finansial selama inflasi. Tidak hanya berhemat, namun aspek lain seperti investasi pun harus dipertimbangkan. Lebih jelasnya, akan dijabarkan di bawah ini.

Atur ulang keuangan Anda

Saat Anda berbelanja di mini market atau pasar, mungkin Anda kaget dengan harga-harga yang berubah. Oleh karenanya, mengatur ulang keuangan penting dilakukan agar penghasilan Anda bisa cukup setiap bulannya.

Ada beberapa pertanyaan yang harus Anda jawab dalam mengatur ulang keuangan ini.

  • Adakah bagian dari belanja bulanan yang bisa dihilangkan?
  • Apa bedanya jika Anda membeli produk yang lebih murah?
  • Apakah lebih efisien untuk berbelanja secara grosir?
  • Apakah ada program khusus atau potongan harga yang bisa dimanfaatkan?

Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, Anda bisa menentukan apa saja yang dibelanjakan per bulannya, berapa kisaran harga per item, dan dimana Anda membelinya.

Selain itu, mengatur ulang keuangan juga berarti mengatur ulang prioritas Anda. Misalnya, dalam sebulan biasanya Anda menghabiskan Rp 200.000 untuk makanan ringan, maka coba kurangi 25% dan alihkan untuk keperluan yang lebih utama. Seperti dialihkan untuk tambahan uang transportasi sehari-hari.

Ingat, item-item sederhana seperti makanan dan minuman ringan atau aksesoris bisa menghabiskan banyak uang jika Anda tidak disiplin dengan budget. Oleh karenanya, Anda perlu membagi budgeting menjadi Kebutuhan Utama, Kebutuhan Sekunder, Kebutuhan Tersier. Sehingga Anda bisa ingat mana yang harus didahulukan dan mana yang bisa ditunda, atau bahkan, dihilangkan.

Pasar tradisional atau supermarket?

Anda pasti tahu bahwa harga di pasar tradisional belum tentu lebih murah jika dibandingkan dengan supermarket. Kondisi ini disebabkan oleh alur penjualan komoditi, terutama sayuran, dari petani hingga ke tangan penjual.

Di pasar tradisional, ada beberapa komoditi yang dijual petani ke tengkulak sebelum ke pedagang di pasar. Hal ini menjadikan item tersebut lebih mahal. Sedangkan jika Anda menemukan komoditi yang lebih murah di supermarket, hal ini karena pihak supermarket membeli langsung ke petani. Jadi tidak perlu melalui tengkulak yang seringkali membeli murah dari petani namun menjual mahal ke pedagang pasar.

Berikut adalah perbandingan harga beberapa komoditi utama jika Anda belanja di supermarket dan di pasar tradisional. Adapun tabel ini sesuai dengan informasi yang kami dapatkan pada awal November 2018.

Nama ItemHarga Pasar Tradisional (Kg)Harga Supermarket (Kg)
Bawang MerahRp 32.000 Rp 38.950
Bawang PutihRp 36.000Rp 28.500
Cabai Rawit MerahRp 22.000Rp 75.900
Tomat LokalRp 12.000Rp 9.850
Wortel LokalRp 10.000Rp 14.400
Sumber : merdeka.com dan hemat.id

Kalau dilihat dari tabel di atas, hanya dua item di supermarket yang lebih murah dibandingkan pasar tradisional. Jadi untuk pembelian dalam jumlah banyak, akan lebih hemat untuk membeli di pasar tradisional.

Jika Anda memasak, maka aturlah pembelian bahan makanan dengan tepat. Misalnya, belilah persediaan bumbu dan bahan pelengkap dasar makanan untuk sebulan. Seperti, garam, gula, bawang, cabai, beras, minyak goreng, mentega, mie, dan lain-lain.

Kemudian untuk bahan makanan segar, belilah untuk persedian seminggu atau dua minggu. Hal ini untuk mencegah bahan makanan menjadi busuk atau layu. Adapun yang dimaksud dengan bahan makanan segar antara lain tomat, sayuran, daging, telur, ikan, atau ayam.

Dengan adanya pengaturan waktu ini, Anda akan lebih mudah dalam mengikuti batas budget yang sudah dibuat. Anda pun tidak perlu takut kehabisan bahan makanan saat akhir bulan.

Untuk kebutuhan selain makanan, Anda bisa menemukan toko-toko grosir yang menjual berbagai kebutuhan rumah tangga dengan harga lebih murah serta melayani pembelian dengan jumlah banyak.

Penghasilan sampingan

Poin satu ini tentunya harus mulai Anda pikirkan sedini mungkin. Hal ini karena selain bisa membantu Anda di saat inflasi, penghasilan sampingan juga bisa menjadi investasi untuk masa depan.

AturDuit banyak menulis tentang topik penghasilan sampingan. Mulai dari membuka toko online dengan 0 rupiah, hingga bagaimana caranya untuk mengatur usaha rumahan. Gunakan pengetahuan ini untuk memulai usaha sampingan Anda.

Adapun dengan memiliki penghasilan tambahan, Anda bisa mengurangi ketergantungan terhadap gaji. Sehingga jika gaji datang terlambat, Anda tidak panik karena memiliki cadangan.

Buatlah rencana bisnis yang matang dan pastikan apa yang Anda kerjakan adalah hal yang disukai. Karena jika tidak, Anda bisa cepat bosan atau menyerah. Selain itu, melakukan hal yang Anda sukai di luar jam kerja bisa membantu untuk mengurangi stres.

Jangan pernah berfikir bahwa inflasi akan menjadi hambatan bagi usaha Anda karena kebanyakan orang akan berhemat. Jika Anda mencari peluang, maka kebutuhan akan barang atau jasa yang dijual pun pasti ada.

Tunggu apa lagi? Gali ide usaha sampingan Anda!

Menabung untuk investasi

Selain menabung untuk kebutuhan darurat, Anda juga harus memikirkan untuk menabung dengan tujuan investasi. Baik itu berupa deposito atau simpanan emas.

Perlu diingat, bahwa inflasi merupakan sesuatu yang pasti. Dari tahun ke tahun kenaikan harga berbagai kebutuhan pasti terjadi, bahkan untuk yang darurat sekalipun.

Dengan adanya simpanan yang menjadi investasi, Anda bisa mempersiapkan kebutuhan di masa depan dengan lebih tenang. Karena nilai tabungan atau simpanan Anda yang juga ikut bertambah.

Jika Anda baru dalam dunia investasi maka dapatkan informasi yang dibutuhkan lewat berbagai sumber baik itu website, seminar, atau buku. Memiliki pengetahuan dasar sebelum berinvestasi sangatlah penting untuk melindungi Anda dari penipuan atau scam. Apalagi saat ini banyak penipuan yang dilakukan secara online.

Pilih jenis dan jangka waktu investasi yang sesuai dengan kesiapan finansial Anda. Hal ini penting, karena Anda pastinya tidak ingin mengorbankan pos pengeluaran yang mendasar untuk kebutuhan investasi.

Disiplin keuangan

Menjadi disiplin dengan rencana yang dibuat memang bukan perkara gampang, apalagi jika Anda sudah terbiasa dengan gaya hidup sebelum inflasi.

Beberapa hal yang harus Anda lakukan agar bisa disiplin adalah sebagai berikut.

  • Tulis rencana keuangan mingguan, bulanan, dan jangka panjang,
  • Tulis pengeluaran dalam sehari, terutama jika ada pengeluaran mendadak,
  • Tanyakan pada diri Anda setiap kali ingin membeli sesuatu di luar rencana, apakah Anda butuh atau hanya sekedar ingin?

Mulai perilaku keuangan yang baru sedikit demi sedikit hingga menjadi kebiasaan. Bukan hanya masalah berhemat, dengan pengaturan keuangan ini Anda bisa bertahan dan berkembang di tengah inflasi.

Banyak orang yang berbicara soal resolusi untuk menyambut tahun baru nanti. Namun, apapun resolusi Anda tidak akan terwujud tanpa adanya kedisiplinan.

Jangan sampai inflasi menjadi alasan Anda untuk gali lubang tutup lubang. Atur kembali keuangan dan buat rencana matang sebagaimana yang dijabarkan di atas.

 

Komentar