5 Hal Yang Harus Anda Lakukan Untuk Membantu Saat Rupiah Melemah

5 Hal Yang Harus Anda Lakukan Untuk Membantu Saat Rupiah Melemah

Bukan rahasia lagi kalau inflasi sedang melanda Indonesia. Selain itu, nilai rupiah pun menurun dan mencapai angka lima belas ribu.

Kondisi ini memang menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat. Banyak yang menyalahkan pemerintah atas kejadian ini. Namun ada pula yang membuat gerakan untuk menguatkan rupiah. Gerakan ini marak di media sosial, dan mengajak semua kalangan untuk melakukan langkah-langkah yang bisa membantu rupiah.

Kali ini AturDuit.com juga akan menjabarkan beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan sehari-hari oleh siapa saja.

1. Membeli produk lokal

Bagi Anda yang doyan membeli barang-barang impor, harus bisa menahan keinginan saat ini. Pasalnya dengan mengurangi konsumsi barang-barang impor, kita bisa mengurangi ketergantungan akan penggunaan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) ataupun mata uang lainnya.

Dengan membeli produk lokal, Anda akan mendorong jumlah transaksi dalam bentuk rupiah. Selain itu, pengusaha lokal pun akan tertolong, sehingga berimbas pada meningkatnya perekonomian dalam negeri. Walaupun peningkatan ini tidak akan terlihat langsung, namun dengan konsistensi dari konsumen dalam negeri, hal ini bisa terjadi.

Di sisi lain, perlu juga diakui bahwa salah satu faktor rendahnya minat konsumen terhadap produk lokal adalah karena masalah kualitas. Namun jangan takut, karena Indonesia juga sudah memiliki banyak produk yang berkualitas.

Anda bisa mampir ke berbagai toko-toko online di situs Shopee, Zalora, dan lain-lain. Hal ini karena kebanyakan merek lokal lebih memilih untuk memasarkan produknya lewat media online seperti website dan media sosial. Dengan media sosial, pengusaha lokal bisa menjangkau lebih banyak konsumen.

Jika Anda tertarik untuk melihat langsung berkunjung ke gedung Smesco di Jakarta Selatan. Di sini Anda bisa melihat bazaar dan pameran produk-produk lokal. Serta seminar-seminar yang berkaitan dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

2. Liburan di dalam negeri

Mengunjungi tempat-tempat eksotis di luar negeri memang menjadi impian banyak orang. Hanya saja, ini bukan saat yang tepat untuk ke luar negeri. Indonesia membutuhkan peningkatan transaksi menggunakan rupiah, serta penguatan ekonomi nasional. Oleh karenanya, dengan berwisata di dalam negeri, Anda bisa menyukseskan gerakan ini.

Bagi mereka kelas ekonomi menengah, tidak liburan ke luar negeri tidaklah masalah. Jadi saat ini merupakan giliran Anda yang berada dalam golongan menengah ke atas untuk menahan diri dan membantu negeri.

Memang tidak mudah dan membutuhkan nasionalisme tinggi untuk melakukan hal ini. Apalagi jika Anda merupakan pegiat media sosial yang harus menyajikan foto-foto bagus di tempat eksotis untuk followers Anda.

Namun tidak ada salahnya sedikit meredam ambisi untuk sementara, setidaknya hingga pergantian tahun nanti. Dengan jalan-jalan di dalam negeri, Anda sudah cukup membantu negara.

3. Perbanyak transaksi dalam rupiah

Poin ini berlaku bagi Anda yang suka bertransaksi menggunakan mata uang asing. Biasanya jika Anda memesan barang tertentu dari luar negeri, mau tidak mau transaksi yang dilakukan tidak bisa menggunakan nilai mata uang rupiah.

Selain itu, ada pula tempat-tempat pariwisata yang menerima transaksi menggunakan mata uang dolar AS. Padahal mereka sebenarnya bisa menerapkan transaksi rupiah pada para konsumennya.

Bagi Anda yang selalu melakukan pemeriksaan kesehatan di Singapura atau Malaysia, tidak perlu takut karena layanan di rumah sakit Indonesia juga sudah berkualitas. Peralatan untuk pemeriksaan kesehatan di Indonesia juga memadai.

Sebagai masyarakat, Anda bisa berperan dengan memperbanyak transaksi menggunakan rupiah. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan membeli produk dalam negeri dan memastikan tempat yang Anda kunjungi bisa menerima transaksi rupiah. Dengan memperbanyak transaksi menggunakan rupiah, kita bisa mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan mata uang asing lainnya.

4. Tukarkan ke rupiah

Memiliki dolar dalam portofolio keuangan Anda memang bukan hal yang salah. Tapi, akan lebih baik lagi jika Anda berani menukarkan dolar Anda ke dalam bentuk rupiah, dan menginvestasikannya ke instrumen keuangan lain seperti reksadana.

Jangan sampai Anda melakukan sebaliknya, yaitu membeli dolar AS untuk nantinya ditukarkan dan mendapatkan keuntungan. Tindakan ini akan membuat rupiah makin melemah.

Lagipula Anda tidak perlu takut untuk menahan rupiah Anda karena naik turunnya perekonomian adalah sebuah siklus. Cepat atau lambat, mata uang ini akan kembali menguat. Tindakan ini juga akan menghindarkan kita dari ketergantungan akan mata uang dolar AS.

5. Jeli dalam menerima informasi

Tentunya banyak berita dan opini berseliweran di dunia maya. Bahkan di lingkungan Anda pun, pasti ada saja satu dua orang yang memberikan informasi atau sekedar berkomentar tentang kondisi ekonomi Indonesia.

Anda harus bisa menyaring semua informasi yang diterima dan tidak langsung dipercaya. Hal ini penting untuk dilakukan agar Anda tidak ikut-ikutan menyebar kepanikan pada masyarakat.

Dalam situasi seperti ini, optimisme harus dijaga. Karena jika masyarakat optimis dengan kondisi perekonomian dalam negeri, maka langkah-langkah untuk membantu rupiah pun akan dilakukan.

Perekonomian Indonesia yang diperkirakan tumbuh 5% tiap tahunnya pun bisa menjadi alasan bagi Anda untuk optimis dan berani memegang rupiah.

Gerakan ini harus dilakukan oleh masyarakat Indonesia apapun kelas ekonominya. Jika mereka yang berada di kelas menengah ke bawah membantu dengan menggunakan tranportasi umum. Maka mereka yang berada di kelas ekonomi menengah ke atas harus bersabar dan memperbanyak transaksi di dalam negeri.

Jika Anda lahir di awal 90an, pasti masih ingat dengan lagu Aku Cinta Rupiah yang dilantunkan penyanyi cilik Cindy Cenora. Dengan semangat yang sama, mari kita bantu rupiah dan ekonomi Indonesia untuk tetap stabil.

Komentar