Bagaimana Caranya Anda Bisa Membangun Perusahaan Startup?

Bagaimana Caranya Anda Bisa Membangun Perusahaan Startup?

Salah satu imbas dari majunya dunia teknologi, terutama internet, adalah ide usaha tidak lagi terbatas. Dengan dukungan berbagai pihak, ide kreatif para pengusaha baru bukan tidak mungkin untuk diwujudkan.

Bagi Anda yang memiliki cita-cita untuk memiliki perusahaan rintisan (startup) pada bidang apapun, kami susun informasi ini untuk Anda. Artikel ini juga pastinya menarik jika Anda selalu bertanya-tanya kenapa akhir-akhir ini banyak orang yang mendirikan startup. Mulai dari skala kecil hingga besar.

Bangun ide produknya

“Semua orang bisa mencuri ide Anda, tapi tidak ada yang bisa mencuri eksekusi Anda.”

Nadiem Makarim- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Pendiri Gojek 

Bicara soal ide, pasti ada orang lain yang memiliki ide sama dengan Anda, atau bahkan sudah melaksanakannya. Namun, perbedaannya adalah bagaimana Anda merealisasikan ide itu, dan bagaimana Anda menjalankan usaha Anda.

Dalam mencari ide, jangan takut untuk hadir dengan ide yang berbeda. Walaupun ide muncul dari hal yang sederhana, namun bukan berarti Anda tidak bisa menghadirkan terobosan baru.

Salah satu contoh yang bisa kita lihat adalah Sayurbox yang didirikan oleh Amanda Cole. Sebenarnya ide berbelanja sayuran segar bukanlah hal baru. Namun, Amanda berhasil menyediakan solusi baik bagi petani maupun konsumen, yaitu dengan mendistribusikan produk pertanian langsung tanpa melewati tengkulak. Sehingga, harga menjadi lebih murah, dan petani pun mendapatkan keuntungan lebih dari hasil pertaniannya.

Bahkan, mereka juga menjamin konsumen bisa mendapatkan sayuran yang baru dipanen dari petani lokal.

Nah, belajar dari Amanda Cole, ide startup sukses bisa jadi cukup sederhana. Bahkan ide-ide sederhana seperti makanan, belanja kebutuhan bulanan, transportasi, dan layanan keuangan bisa menawarkan solusi bagi konsumen dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.

Visualisasikan bisnis

“Sebuah visi didukung dengan rencana yang jelas, memberikan Anda persaan percaya diri dan kekuatan personal yang luar biasa.”

Brian Tracy – Penulis dan Public Speaker

Setelah mendapatkan ide, berikutnya adalah memvisualisasikan dan merencanakan bagaimana startup ini akan dijalankan. Ada beberapa hal yang harus dipikirkan untuk bisa membuat rancangan startup yang baik. Pertama adalah pasar atau market, kemudian organisasi, legalitas, dan terakhir risiko.

Pemasaran

Ketika Anda memiliki ide dan produk yang akan dihasilkan, maka Anda pasti akan memikirkan ke mana produk itu akan dipasarkan.

Salah satu ciri unik dari perusahaan startup adalah mereka bisa menemukan konsumen untuk produknya di mana saja. Terkadang yang terjadi adalah bagaimana Anda bisa mempengaruhi orang untuk mengubah gaya hidupnya dan menggunakan produk yang ditawarkan. Jadi, tidak melulu mencari orang yang membutuhkannya.

Selain itu, mungkin saja saat melakukan riset untuk pemasaran, Anda menemukan hal baru yang memaksa Anda untuk berinovasi. Memodifikasi atau merubah layanan atau produk Anda. Hal ini karena bagaimanapun, Anda harus bisa hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan memecahkan permsalahan mereka.

Selain itu, Anda juga bisa menentukan cara pemasaran. Kebanyakan startup akan memanfaatkan media sosial dan Google Ad untuk memperkenalkan produknya. Hal ini karena saluran-saluran tersebut lebih terjangkau dan mampu menjangkau banyak orang.

Salah satu perusahaan yang mengoptimalkan media sosial adalah Shopee. Mulai dari menggunakan influencer, mengadakan campaign, dan tentu saja beriklan di YouTube, Shopee mampu ”menjebak” banyak orang untuk mengenal dan meningkatkan kredibilitas mereknya.

Estimasikan potensi pasar ini dengan baik karena nantinya bisa digunakan saat memberikan presentasi pada calon investor.

Organisasi

Selanjutnya adalah organisasi, atau orang-orang yang ingin Anda libatkan. Fungsi dan peran orang-orang ini harus Anda rancang untuk membangun sebuah perusahaan yang kuat.

Ada tiga tipe orang yang Anda butuhkan dalam sebuah startup, yaitu:

  1. Orang yang memahami teknologi dan bisa membangun sistem untuk menyelesaikan masalah;
  2. Orang yang memahami faktor manusiawi atau sosial yang ada di balik sebuah permasalahan, kemudian mampu menyajikan solusi;
  3. Orang yang tahu bagaimana menjangkau mereka dengan kebutuhan atau permasalahan kemudian menawarkan solusi.

Buat gambaran susunan organisasi setelah menentukan fungsi dan peran. Walaupun pada awal beroperasi Anda belum bisa merekrut banyak orang, tetap penting untuk memiliki visi mengenai organisasi ini.

Legalitas dan administrasi

Di sini Anda harus memikirkan urusan regulasi, administrasi, dan keuangan. Anda juga mungkin membutuhkan bantuan untuk bagian ini, terutama bantuan untuk urusan legalitas dan keuangan.

Buat rencana dan rancangan untuk menentukan kapan Anda mendaftarkan perusahaan startup ini agar mendapatkan surat izin dari lembaga terkait.

Kemudian, jangan lupa untuk mencari konsultan bisnis dan keuangan. Hal ini penting untuk merancang model keuangan serta model formal untuk usaha Anda. Jika perlu, rekrut seorang akuntan untuk membantu selama awal proses pembangunan perusahaan.

Risiko

Anda harus mempertimbangkan beberapa risiko dari awal sehingga bisa merencanakan solusinya. Adapun risiko yang harus dipertimbangkan adalah, risiko keuangan, produk atau layanan, pemasaran, hingga jika terjadi peniruan.

Rasanya risiko keuangan adalah hal mendasar yang harus diantisipasi oleh sebuah usaha. Hal ini mengingat pada awal sebuah startup berjalan, revenue atau keuntungan belum menjadi prioritas. Oleh karenanya, sekali lagi, carilah bantuan konsultan keuangan dan bisnis untuk menyusun model keuangan Anda.

Kemudian risiko di segi produk atau layanan biasanya berkaitan dengan fitur dan fungsi produk yang sulit digunakan. Dalam hal ini Anda harus mau terus belajar dan berkembang, karena inovasi produk harus terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Sebenarnya, risiko dalam hal produk dan layanan juga termasuk pada risiko peniruan. Contohnya, saat Traveloka hadir, banyak platform dengan konsep serupa bermunculan. Akhirnya, Traveloka tidak hanya soal tiket pesawat dan hotel, namun menambah layanan hingga penyediaan tiket konser dan festival. Ke depannya pasti Traveloka akan terus berinovasi untuk mempertahankan posisi mereka sebagai salah satu perusahaan digital yang terdepan.

Selanjutnya yang selalu menjadi ketakutan adalah pemasaran. Setiap pengusaha pasti memiliki rasa takut apakah ada yang membeli produknya atau tidak. Di sinilah pentingnya riset. Bukan hanya menentukan apakah produk dan layanan akan ada peminat atau tidak. Riset pemasaran juga bisa membantu Anda menentukan bagaimana nantinya Anda menyajikan dan menjangkau konsumen.

Pendanaan startup

“Modal mengikuti ke manapun kesempatan berada.”

Naveen Jain – Pendiri InfoSpace

Setiap usaha memang butuh modal. Modal bisa Anda dapatkan dari mana saja. Memang bukan berarti mudah, tapi kesempatan selalu ada untuk membangun startup Anda.

Modal awal bisa jadi bersumber dari diri sendiri atau kelompok keluarga dan pertemanan yang percaya dengan konsep usaha Anda.

Selain itu, ada juga beberapa sumber pendanaan yang bisa dipertimbangkan sebagai berikut.

Investor

Biasanya investor datang setelah Anda mengajukan konsep startup dengan lengkap. Ada banyak investor yang mau mendanai masa-masa awal sebuah startup. Salah satunya adalah East Ventures. Bulan November 2012, Traveloka yang baru berumur sekitar 7 bulan mendapat investasi dari perusahaan ini.

Sealin East Ventures, ada banyak investor lainnya yang aktif menanamkan dananya untuk perkembangan industri di Indonesia. Namun, perlu diingat juga bahwa biasanya para investor ini akan lebih tertarik pada startup yang sudah berjalan.

Lomba

Modal juga bisa datang dari kompetisi atau lomba. Jadi, jika Anda punya ide yang menarik dan bisa menyusun ide tersebut secara baik, maka jangan takut untuk mengikuti lomba-lomba ide startup seperti ini.

Salah satu contohnya adalah lomba startup yang diadakan oleh Perusahaan Gas Negara (PGN) di Semarang.

Komunitas

Terakhir adalah modal yang berasal dari komunitas. Crowdfunding makin digemari di Indonesia, dan menjadi salah satu pilihan investasi murah meriah bagi banyak orang.

Ada beberapa website crowdfunding yang bisa Anda hubungi, dan mereka akan menyelurkan dana dari banyak orang sebagai modal startup Anda.

Berbisnis untuk berkembang

“When you are young, work to learn, not to earn.”

Robert Kiyosaki – Penulis dan Pengusaha

Kata mutiara di atas ada benarnya juga. Hasil dari usaha yang dirintis tidak dapat kita rasakan dalam waktu singkat. Menjalankan startup harus dibekali dengan pola pikir yang dinamis. Artinya, selalu mau berkembang dan mempelajari hal-hal baru.

AturDuit tentunya masih memiliki banyak informasi lain mengenai usaha, mulai dari membangun hingga mengembangkannya.

Komentar