Dampak Baik Dan Buruk dari Kenaikan Upah Minimum

Dampak Baik Dan Buruk dari Kenaikan Upah Minimum

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, telah menandatangani kesepakatan mengenai besaran Upah Minimum Provinsi (UMP). Sesuai dengan keputusan pemerintah provinsi ini, UMP DKI Jakarta mulai 2018 menjadi Rp 3.149.631.

Pro dan kontra pasti terjadi, terutama dari kalangan buruh. Sebagaimana yang diberitakan oleh beberapa media, para buruh ini menganggap bahwa jumlah yang ditetapkan masih terlalu kecil untuk mereka. Sedangkan, pihak pemerintah provinsi berpendapat bahwa jumlah ini sudah adil untuk pihak buruh dan pengusaha. Angka ini juga, menurut pemerintah, sudah cocok dengan unsur Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Namun apa sebenarnya dampak dari kenaikan UMP pada perekonomian kehidupan ekonomi secara umum? Apakah UMP bisa menjamin kesejahteraan buruh? Pastinya ada dampak positif dan negatif dari kenaikan upah minimum ini.

Mari kita lihat ulasannya dari segi dampak UMP pada kehidupan ekonomi secara umum, tidak spesifik area Jakarta saja.

Akibat positif dari kenaikan upah minimum

Satu hal yang pasti dari naiknya upah minimum ini adalah penghasilan yang meningkat. Pastinya naiknya penghasilan ini akan diikuti dengan fenomena-fenomena berikutnya, seperti meningkatnya daya beli masyarakat dan munculnya usaha baru. Berikut dampak positif yang bisa dirasakan masyarakat dari naiknya upah minimum.

1.      Terpenuhinya standar kebutuhan hidup layak

Tujuan utama dari kenaikan upah minimum setiap tahunnya adalah untuk mewujudkan kesejahteraan hidup para karyawan dan keluarganya. Tentunya dengan kenaikan upah ini, kesejahteraan hidup mereka akan terjaga.

Dalam menentukan besaran upah minimum, pemerintah daerah akan memasukkan unsur Kebutuhan Hidup Layak, atau KHL, kedalam perhitungannya. Inilah yang menyebabkan upah minimum di tiap daerah berbeda-beda. Biasanya daerah yang jauh dari pusat industri mendapatkan upah yang lebih tinggi, karena harga kebutuhan di sana juga lebih tinggi.

Penyesuaian dengan harga kebutuhan pokok ini diperlukan untuk menentukan angka kenaikan upah yang tepat. Dimana angka upah minimum ini bisa memenuhi kebutuhan hidup karyawan, namun tidak terlalu memberatkan pengusaha.

2.      Konsumsi masyarakat yang meningkat

Naiknya upah minimum di daerah pasti akan menimbulkan dampak, baik negatif maupun positif. Salah satu dampak positif dari kenaikan upah ini adalah meningkatnya daya beli masyarakat.

Dunia usaha merupakan penyokong dari perekonomian daerah. Namun dunia usaha ini akan lemah jika tidak ada masyarakat yang membeli. Dengan meningkatnya penghasilan, konsumsi domestik juga akan cenderung meningkat. Daya beli masyarakat akan menguat dan hal ini jugalah yang nantinya akan berdampak positif pada perekonomian daerah dan nasional secara keseluruhan.

Meningkatnya konsumsi masyarakat ini juga bisa mendorong munculnya jenis-jenis usaha baru. Sehingga potensi terbukanya lapangan karyawanan baru semakin besar. Adanya kemandirian masyarakat ini juga memperkuat ekonomi pribadi mereka, juga berdampak pada menguatnya perekonomian daerah secara keseluruhan. Adanya usaha baru ini juga akan menekan tingkat pengangguran dan kemiskinan.

3.      Penyesuaian upah

Jika upah minimum dinaikan, maka perusahaan harus juga menyesuaikan gaji pegawai secara keseluruhan, bahkan gaji mereka yang angkanya memang sudah di atas UMP. Hal ini memang berdampak positif bagi karyawan, terutama bagi mereka yang sudah lama bekerja dan bergaji di atas UMP.

Penyesuaian gaji pada tiap jenjang di perusahaan ini juga akan mencegah kecemburuan antara karyawan. Mereka yang sudah bekerja lebih lama tentunya menginginkan apresiasi lebih dari perusahaan. Begitupun mereka yang memiliki jenjang jabatan lebih tinggi pastinya juga akan mengalami penyesuaian pendapatan.

Jika dilihat dari sisi ini, kenaikan upah minimum berdampak baik pada seluruh karyawan. Dimana mereka bisa lebih stabil secara finansial dan meningkatkan taraf hidupnya. Oleh karenanya, para karyawan melihat kenaikan upah minimum ini sebagai kesempatan untuk mengingkatkan produktifitasnya karena penyesuaian upah mereka juga berdasarkan pada kinerja selama setahun.

Risiko atau dampak negatif yang bisa muncul dari naiknya upah minimum

Semua kebijakan pasti ada sisi baik dan buruknya. Kenaikan upah minimum ini juga pastinya berisiko dari segi pengusaha dan karyawan. Pertimbangan risiko-risiko inilah yang tidak bisa luput dari perhatian pihak pemerintah, pengusaha dan investor, juga masyarakat secara umum.

1.      Naiknya harga barang

Seiring dengan kenaikan nominal UMP, biasanya kenaikan harga berbagai komoditi juga terjadi. Tidak bisa dipungkiri bahwa para pengusaha retail akan menyesuaikan harga barang yang dijualnya dengan kondisi yang terjadi, seperti biaya transportasi dan produksi. Namun naiknya harga barang kebutuhan ini juga bisa disebabkan oleh naiknya upah minimum di satu daerah.

Tentunya kenaikan harga ini bukan serta merta kehendak pengusaha retail yang menaikan harga karena upah masyarakat yang bertambah. Namun kenaikan harga ini juga didasarkan pada bertambahnya permintaan dan unsur lainnya.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa salah satu dampak dari peningkatan upah adalah konsumsi yang meningkat. Tentunya kondisi ini menjadikan permintaan akan barang dan jasa juga meningkat. Hal ini menjadi salah satu unsur penentu harga barang di satu daerah, karena permintaan konsumen akan memperngaruhi biaya produksi dan operasional perusahaan.

Jadi jangan kaget kalau pengumuman kenaikan upah ini, cepat atau lambat, akan diikuti dengan naiknya harga berbagai komoditi. Makin tingginya harga ini dikarenakan kondisi yang terjadi setelah upah minimum diimplementasikan di setiap perusahaan.

2.      Pemutusan hubungan kerja

Harus diakui memang naiknya upah minimum selalu berisiko. Terutama bagi perusahaan, dimana kenaikan upah artinya meningkat juga pengeluaran yang belum tentu akan dibarengi dengan meningkatnya profit.

Perusahaan pasti membutuhkan profit. Menggaji karyawan dengan jumlah yang lebih tinggi akan merugikan jika tidak sejalan dengan produktifitas dan kondisi pasar yang baik. Oleh karenanya, kenaikan UMP juga bisa memicu adanya pengurangan karyawan untuk efisiensi biaya.

Dengan pemutusan hubungan kerja ini apakah perusahaan akan rugi? Tidak juga. Apalagi dengan terus berkembangnya teknologi, tidak dipungkiri bahwa banyak perusahaan yang memilih tenaga mesin daripada manusia. Selain produktifitas yang meningkat, perawatan mesin juga tidak semahal membayar buruh setiap bulannya.

Oleh karenanya, penting bagi pemerintah daerah untuk mepertimbangkan risiko ini. Karena bagaimanapun kenaikan upah adalah hal yang pasti, namun hal ini tidak boleh menjadi pemicu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena perusahaan tidak mampu membayar karyawannya.

3.      Menurunnya investasi

Salah satu pertimbangan calon investor sebelum memutuskan untuk menanamkan modalnya di satu daerah adalah upah minimum. Upah minimum yang berlaku di satu daerah ini penting dipertimbangkan karena mereka juga akan mempertimbangkan biaya operasional dan kesempatan pasar yang ada.

Jika upah minimum ini meningkat terlalu tinggi, para investor akan ragu untuk menanamkan modalnya. Meningkatnya daya beli masyarakat juga belum tentu menjadi penentu keberhasilan sebuah usaha. Mengingat tren konsumsi di Indonesia terus berubah, para investor ini harus bisa jeli melihat kesempatan yang ada dan perubahan apa yang akan terjadi.

Pastinya pemerintah daerah juga memastikan upah minimum ini tidak merugikan dunia usaha. Selain itu, mereka juga bisa memastikan peluang pasar di daerahnya sehingga para investor tidak ragu untuk menanamkan uangnya dan membangun usaha baru. Jika tidak ada investor yang menanamkan modalnya, maka daerah akan menanggung risiko meningkatnya angka pengangguran.

Tidak adanya investasi pada satu daerah juga mengakibatkan kurangnya dana untuk pertumbuhan usaha. Akibatnya mereka yang ingin membuka usaha hanya berani mempekerjakan sedikit orang, pastinya kondisi ini juga menciptakan risiko meningkatnya angka pengangguran.

Oleh karena itu, keberadaan investor ini juga penting untuk kemajuan dan stabilisasi ekonomi daerah.

Anda mungkin sempat melihat beberapa media menerbitkan berita yang menunjukan protes dari kalangan serikat buruh mengenai upah minimum provinsi ini. Bahkan, pada tiap tahunnya pada Hari Buruh Internasional, tema kenaikan upah buruh selalu jadi bagian dari tuntutan saat unjuk rasa. Namun setelah melihat faktor-faktor di atas ada baiknya kita pun mulai bertanya apakah kenaikan upah merupakan satu-satunya penentu kesejahteraan buruh?

Berkaitan dengan kesejahteraan pekerja, mari kita lihat lagi ulasan mengenai profesi-profesi yang harus menjadi perhatian pemerintah. Mengingat profesi-profesi ini krusial namun memeproleh bayaran yang kecil.

Komentar