Adakah Dampak Akuisisi Uber Oleh Grab Bagi Penumpang dan Mitra?

Adakah Dampak Akuisisi Uber Oleh Grab Bagi Penumpang dan Mitra?

Pada tanggal 26 Maret 2018 lalu, Grab resmi mengakuisisi perusahaan penyedia jasa transportasi daring lainnya, Uber. Pihak Uber setuju untuk menjual bisnisnya di Asia Tenggara pada Grab agar bisa membenahi bisnis mereka, juga untuk mempersiapkan diri sebelum melantai di bursa saham, tahun depan.

Dengan adanya akuisisi ini, apa dampaknya pada penumpang serta mitra pengemudi Grab dan Uber? Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menanggapi dengan menyarankan para penumpang yang biasa menggunakan Uber untuk mengunduh aplikasi Grab karena di awal bulan April aplikasi ini tidak aktif lagi.

Sedangkan terkait dengan tata cara pemesanan dan fitur penumpang, Ridzki memastikan tidak ada perubahan. Untuk mereka yang baru menggunakan Grab, bisa menggunakan GrabPay sebagai pilihan pembayan non tunai.

Untuk tarif, tidak ada perubahan. Bagi layanan dengan tarif tetap, seperti GrabCar dan GrabBike, akan dihitung berdasarkan jarak dengan biaya surcharge yang berlaku berdasarkan permintaan perjalanan dan ketersediaan armada pada waktu tertentu, kondisi lalu lintas, dan estimasi waktu perjalanan,” kata Ridzki saat ditemui hari Selasa minggu lalu.

Sedangkan untuk layanan GrabTaxi, perhitungan tarif didasarkan pada argo yang dipasang oleh perusahaan taksi. Kemudian semua data pengguna Uber akan ditransfer ke aplikasi Grab, kecuali data tentang pembayarannya.

Kemudian untuk para mitra pengemudi, Grab menyarankan untuk melakukan pendaftaran ulang. Batas akhir transisi ini adalah tanggal 8 April 2018.

Sebelum tanggal 8 April ini, aplikasi Uber masih aktif dan bisa digunakan oleh mitra pengemudi dan penumpang.

Dalam waktu dekat ini, mitra pengemudi Uber akan diberi tahu mengenai tata cara transfer atau bergabung ke Grab. Namun jika ada mitra pengemudi Uber yang sudah memiliki akun Grab, maka mereka cukup melanjutkan dengan akun yang ada.

“Uber juga akan membayarkan setiap tarif insentif terkait perjalanan yang telah diambil dan diselesaikan dengan aplikasi Uber Partner. Mitra pengemudi dapat menghubungi layanan Uber support pada bagian ‘Help’ di aplikasi Uber atau melalui help. uber.com,” tutur Ridzki.

Adapun aset dan operasional Uber kawasan Asia Tenggara yang diambil alih oleh Grab adalah kawasan Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Sedangkan dalam kesepakatan akuisisi sendiri Uber akan memiliki 27,5 persen saham di Grab dan Dara Khosrowshahi sebagai CEO Uber akan bergabung dengan dewan direksi Grab.

 

[Source]

Komentar