Indonesia Mengajukan Keberatan Atas Desakan Sanksi Rp 5 Triliun Ke WTO

Indonesia Mengajukan Keberatan Atas Desakan Sanksi Rp 5 Triliun Ke WTO

Berkaitan dengan desakan sanksi sebesar Rp 5 triliun yang diajukan oleh Amerika, Pemerintah Indonesia akan mengajukan keberatan ke Badan Penyelesaian Sengketa (BPS) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Jenewa, Swiss.

Duta Besar Indonesia untuk Swiss Hasan Kleib akan mengajukan keberatan, dan menjelaskan bahwa pemerintah sudah melaksanakan keputusan sengketa dagang yang sempat dipermasalahkan oleh Amerika.

“Tentu akan kami sampaikan keberatan atas permintaan otorisasi AS di WTO, langkah berupa revisi aturan yang sudah dilakukan pemerintah untuk melaksanakan putusan juga akan kami paparkan ke mereka,” jelas Hasan.

Amerika sempat menggugat kebijakan yang diterapkan Indonesia mengenai produk makanan, tanaman, produk hewan, termasuk apel, anggur, kentang, bawang, bunga, jus, buah kering, sapi, ayam, dan daging sapi ke WTO.

Namun gugatan ini telah dikabulkan oleh pihak Indonesia, karena usaha Indonesia dalam mengajukan banding saat itu tidak berhasil.

Pekan lalu, masalah ini kembali mengemuka di WTO. Pihak Amerika meminta WTO untuk memberikan sanksi pada Indonesia yang dianggap tidak melaksanakan putusan perselisihan dagang.

Dalam dokumen yang telah dipublikasikan oleh pihak WTO pekan lalu, AS meminta WTO menjatuhkan sanksi sebesar 350 juta US dolar atau Rp 5 triliun pada Indonesia.

Hasan membantah tuduhan dari Amerika ini. Menurutnya, pihak Indonesia sudah melaksanakan keputusan dari WTO dengan membuat revisi pada aturan yang dipermasalahkan Amerika.

Oke Nurwan, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, juga memberikan pernyataan bahwa pemerintah Indonesia telah mengganti aturan yang dipermasalahkan Amerika.

Peraturan baru tersebut; Peraturan Menteri Pertanian Nomor 23 Tahun 2018, Permentan Nomor 24 Tahun 2018, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 64 Tahun 2018, dan Permendag Nomor 65 Tahun 2018 .

 

[Source]

Sumber image : marines.mil

Komentar