Dollar Naik?Tunda Dulu Membeli Barang-Barang Ini

Gonjang-ganjing nilai tukar rupiah terhadap dollar masih menjadi isu yang terus diperbincangkan masyarakat Indonesia sampai hari ini. Semakin hari, rupiah terus mengalami pelemahan. Hingga hari ini nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menembus angka Rp 13.000. Kisah dollar naik tentu membuat masyarakat resah dan khawatir. Akibatnya, inflasi yang sedemikian tinggi dapat mengganggu perekonomian masyarakat.

Dollar naik dan pelemahan kurs rupiah kali ini berdampak luas, termasuk naiknya harga bahan bakar minyak. Belum lagi nanti akan memengaruhi harga sembako dan barang-barang impor yang masih dikonsumsi oleh masyarakat. Pun dollar naik ini tentu membuat Anda harus berpikir keras untuk membeli barang-barang impor yang sudah diidamkan. Ada baiknya Anda menunda dulu membeli beberapa barang seperti yang kami rangkum berikut ini.

1.Barang Elektronik

Dollar Naik barang elektronik

Sudah jadi hal umum dan lumrah apabila dollar naik maka harga barang-barang elektronik akan ikut meninggi. Biasanya, kenaikan harga terjadi secara signifikan pada barang-barang seperti komputer jinjing atau laptop, telepon genggam, kamera hingga komponen pendukung komputer. Dan beberapa barang tersebut merupakan kebutuhan bagi sebagian masyarakat untuk mendukung aktivitas dan pekerjaan mereka.

Ketika kurs dollar semakin melambung beberapa barang elektronik tersebut mengalami kenaikan sekitar 10-15 persen. Seperti yang dikutip dari cnnindonesia.com, rata-rata harga jual barang elektronik meninggi. Misalnya, kamera digital mengalami kenaikan harga jual sekitar Rp 200.000-300.000 per unit sejak pertengahan Januari. Tercatat hampir semua jenis kamera mengalami kenaikan harga, khususnya untuk produk keluaran enam bulan terakhir.

Untuk itu, bila Anda sedang berencana membeli kamera untuk keperluan yang belum terlalu mendesak sebaiknya tunda dahulu. Paling tidak hingga nilai rupiah kembali stabil. Akan sangat rugi dan berdampak buruk bagi kondisi keuangan Anda jika terus memaksakan kehendak.

2.Tur Perjalanan

dollar naik tur perjalanan

Apakah Anda punya rencana berwisata ke luar negeri dalam waktu dekat dengan menggunakan tur perjalanan? Cobalah untuk berpikir ulang. Di saat dollar naik, harga tur perjalanan turut meninggi. Para agen perjalanan wisata akan melakukan penyesuaian tarif paket tur perjalanan wisata ke luar negeri. Pelemahan rupiah ini akan merugikan wisatawan outbond (dari dalam ke luar negeri). Pasalnya, paket tur perjalanan yang dibuat oleh agen wisata di Indonesia menggunakan tarif dollar AS.

Harga tur perjalanan yang dipasarkan oleh agen wisata tentu mengalami kenaikan. Data yang berhasil dihimpun AturDuit, terdapat kenaikan sekitar 5-6% pada harga tur perjalanan. Oleh karena itu, situasi dollar yang terus melambung membuat pelancong menunda rencana perjalanan mereka ke luar negeri. Padahal, selama ini paket tur ke Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Hong Kong, dan Tiongkok banyak diminati.

3.Furniture

dollar naik furniture

Bila Anda tergolong pribadi yang gemar berburu furniture impor bermerek dan juga antik, cobalah menunda sesaat keinginan Anda untuk menambah koleksi terbaru. Harga barang-barang furniture bermerek yang merupakan hasil impor ternyata mengalami kenaikan cukup tinggi. Kenaikannya bisa mencapai 10-30 %. Otomatis harga jualnya naik secara signifikan dan bisa membuat kantong jebol jika Anda memaksakan diri untuk membelinya. Meskipun, kualitas furniture impor bermerek masih jadi favorit beberapa konsumen Indonesia karena jaminan purna jual dan daya tahannya sangat baik.

4.Hobi dan Produk Fesyen

dollar naik hobi dan fesyen

Senang berbelanja barang-barang impor seperti pakaian, sepatu hingga mainan melalui online? Untuk saat ini perketat bujet dan tutup mata dari segala produk fesyen dan hobi Anda yang malang melintang di internet. Barang-barang tersebut memang lebih mudah dicari melalui jasa online karena produknya yang cenderung limited. Tapi, dengan pengaruh dollar naik saat ini, harga barang-barang tersebut juga ikut naik.

5.Tiket Pesawat

dollar naik tiket pesawat

Industri penerbangan mengalami penurunan karena tiket pesawat yang harganya melambung. Hal ini karena pendapatan maskapai di Indonesia dalam bentuk rupiah sementara sebagian komponen biaya dibayarkan dengan mata uang dollar. Dikutip dari cnnindonesia.com, depresiasi kurs rupiah turut memengaruhi 70 persen dari komponen biaya operasional pesawat, termasuk biaya avtur. Sehingga apabila rupiah terdepresiasi 10 persen sewajarnya ada kenaikan harga tiket sebesar 7 persen.

Tiket pesawat otomatis akan mengalami kenaikan karena dollar naik. Buat Anda yang telah merencanakan perjalanan dan hendak membeli tiket pesawat dalam waktu dekat lebih baik siapkan bujet lebih. Agar Anda tidak terlalu merugi akibat hal ini.

Pelajari 5 Tanda Kesalahan Besar Dalam Mengatur Keuangan di Usia Muda agar tak terpengaruh dollar naik!

Komentar