BI Melarang Double Swipe Untuk Pembayaran Menggunakan Kartu Kredit

BI Melarang Double Swipe Untuk Pembayaran Menggunakan Kartu Kredit

Bank Indonesia (BI) telah memutuskan bahwa melakukan penggesekan ganda pada mesin kasir merupakan sebuah pelanggaran. Para pengusaha ritel sudah menuruti aturan dari BI ini, meskipun berisiko akan lambatnya transaksi karena memasukkan nomor kartu secara manual.

Untuk mengatasi hal ini, BI meminta toko ritel menggunakan inovasi dalam pelayanan transaksi agar bisa lebih cepat prosesnya. Salah satu solusi yang tersedia adalah menggunakan electronic data capture (EDC) yang terintegrasi.

“Mereka (toko) bisa menggunakan mesin EDC agar langsung tersambung ke komputer kasir,” jelas Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Eni V Panggabean.

Menurutnya dengan terhubungnya komputer kasir dengan EDC, maka transaksi akan menjadi lebih mudah. Karena kartu tidak usah digesek lagi ke mesin kasir.

Di kesempatan lain, PT Bank Negara Indonesia (BNI) telah melakukan tindakan untuk mengurangi terjadinya pencurian data nasabah karena kartu kredit yang digesek dua kali. Kepala Divisi Bisnis Kartu Kredit BNI, Corina Leyla Karnalies mengimbau merchant untuk menggunakan Integrated Cash Register (ICR).

“Jadi mesin kasir dan EDC sudah terkoneksi, ketika pemegang kartu akan check out, mesin kasir akan kirim nominal belanja ke EDC dan tinggal deep saja tidak perlu swipe lagi,” jelas Corina.

Tanggapan pengusaha ritel tentang kebijakan ini

Pihak Asosiasi Pengusaha Ritel (Aprindo) mengatakan bahwa double swipe di mesin kasir saat proses pembayaran bertujuan untuk validasi.

Ketua Umum Aprindo, Roy Mandey, juga menyatakan bahwa kegiatan pembayaran yang dilakukan di merchant anggota Aprindo aman dari penyalahgunaan dan tidak ada kebocoran data.

“Data transaksi rritel modern dilakukan terpusat dan tersimpan dengan baik di server komputer masing-masing perusahaan dan diakses hanya oleh mereka yang memiliki otoritas,” tegas Roy dalam sebuah konferensi pers di Jakarta.

Terkait dengan adanya kebijakan dari BI yang melarang double swipe, pihak Aprindo menyatakan dukungannya. Roy juga menyatakan bahwa Aprindo akan memastikan bahwa merchantmerchantnya tidak melakukan double swipe untuk pembayaran menggunakan kartu. Sehingga kekhawatiran akan bocornya data nasabah dapat dicegah.

 

[Source 1]

[Source 2]

Komentar