Perbankan Nasional Mulai terapkan Penurunan DP KPR Bulan Ini

Perbankan Nasional Mulai terapkan Penurunan DP KPR Bulan Ini

Perbankan nasional memberi pernyataan bahwa mulai bulan ini (Agstus), mereka akan mulai menurunkan nominal uang muka (down payment/DP) untuk kredit pemilikan rumah (KPR).

Penurunan dilakukan agar sejalan dengan kebijakan pelonggaran rasio pinjaman (loan to value/LTV)yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI) sejak tanggal 1 Agustus 2018 lalu.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sudah menyatakan bahwa pihaknya siap untuk membebaskan DP KPR bagi nasabah yang baru pertama kali mengambil KPR.
Direktur Konsumer BRI Handayani pun mengatakan bahwa pembebasan tersebut akan berlaku bagi nasabah payroll atau karyawan tetap dengan penghasilan per bulan yang dibayarkan secara otomatis ke rekening nasabah di BRI.

Adapun mereka yang akan mendapat prioritas pembebasan DP adalah nasabah pekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian.

“Mereka kami berikan fasilitas KPR tanpa DP dengan jangka waktu maksimal hingga 25 tahun,” kata Handayani.
Selain BRI, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN juga menyatakan bahwa penurunan DP ini tidak sampai nol persen. Penurunan rasio DP nantinya hanya akan dilakukan sampai 1 persen khusus bagi nasabah yang mengambil KPR non subsidi.

“DP kami turunkan menjadi 1 persen, sehingga sama dengan DP untuk perumahan KPR Subsidi dan ini sudah kami terapkan per Agustus ini,” jelas Budi.

Direktur Keuangan dan Treasury BTN Iman Nugroho Soeko juga mengatakan bahwa rasio DP tak sampai nol persen dikarenakan sebelumnya bank telah memberikan DP 1 persen untuk KPR Subsidi.

“Selain itu, KPR tanpa DP justru kurang mendidik. Kami inginnya ketika orang mau ambil KPR ya mulai menabung juga untuk bisa dapatkan DP minimal 1 persen tadi,” katanya.

Direktur Departemen Statistik BI Gantiah Wuryandani, mengatakan bahwa pelonggaran LTV BI ini sudah berlaku. Hanya saja pihaknya tidak bisa memaksa bank untuk melonggarkan rasio DP.

Kebijakan penurunan DP KPR ini sangat bergantung pada manajemen risiko dan kemampuan pihak bank. “Kalau mereka berpandangan beda, maka kebijakannya tidak sama. Ini sesuai dengan kondisi masing-masing bank,” jelasnya.

Kendati begitu, ia juga yakin bahwa dengan adanya pelonggaran LTV BI maka pertumbuhan permintaan KPR dan penjualan rumah meningkat pada paruh kedua tahun ini.

Sementara itu, Hasil Survei Properti Residensial Pasar Primer BI per kuartal II 2018 menemukan bahwa pertumbuhan penjualan properti minus 0,08 persen dari sebelumnya 10,55 persen pada kuartal I 2018.

Padahal harga rumah cenderung turun pada kuartal ini. Harga rumah hanya tumbuh 0,76 persen pada kuartal II 2018 padahal kuartal sebelumnya naik 1,42 persen. Meski demikian, pertumbuhan KPR justru tumbuh 13,52 persen dari sebelumnya 11,99 persen.

 

[Source]

Komentar