Indonesia Bisa Bernafas Lega Setelah Mendapat Pembebasan Bea Masuk Ke Australia

Indonesia Bisa Bernafas Lega Setelah Mendapat Pembebasan Bea Masuk Ke Australia

Perundingan kerja sama perdagangan antara negara Indonesia dan Australia atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) sudah berada pada babak akhir.

Setelah selama enam tahun dirundingkan, pada November 2018 perjanjian kerja sama perdagangan tersebut akan ditandatangani oleh kedua negara.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag), Imam Pambagyo mengatakan, adanya pencapaian perjanjian kerja sama ini merupakan angin segar bagi Indonesia di tengah kondisi global seperti saat ini. Dengan adanya kerja sama ini, Indonesia bisa mendorong aktivitas ekspor ke Australia.

“Capaian ini merupakan momentum yang tepat bagi kedua negara di tengah situasi saat ini dan cukup signifikan. Karena dua ekonomi negara besar di kawasan ini bisa kerjasama ini supaya berintegrasi dan bermitra,” ungkapnya di Kantor Kemendag, Jakarta.

Direktur Perundingan Bilateral Kemendag, Ni Made Ayu Marthini mengatakan,‎ menyampaikan bahwa dalam perjanjian kerja sama ini, Australia berkomitmen untuk memberikan tarif 0 persen kepada produk-produk Indonesia.

“Ada sekitar kurang lebih 7.000 pos tarif (produk Indonesia) yang mendapatkan 0 persen. Kalau dari sana (produk Australia) hanya sekitar 90 persen. Tidak semuanya,” terangnya.

Dia juga menuturkan bahwa produk-produk Indonesia yang mendapatkan bea masuk 0 persen antara lain produk otomotif seperti sepeda motor, mobil hybrid, dan listrik.

Kemudian untuk produk tekstil seperti pakaian, t-shirt, celana dan jersey juga mendapatkan tarif bea masuk 0 persen dari tarif bea sebelumnya yaitu 5 persen. Hal ini menjadikan produk-produk tekstil Indonesia mampu berkompetisi dengan Malaysia, Thailand, Vietnam yang sudah mendapatkan pembebasan tarif terlebih dahulu.

Selain itu, produk herbisida dan pestisida yang juga mendapatkan tarif 0 persen dari sebelumnya 5 persen. Kemudian produk lainnya seperti peralatan elektronik, permesinan, karet dan turunannya, kayu dan turunannya, kopi, coklat, serta kertas yang sudah rlebih dahulu tmendapatkan bea masuk 0 persen, dapat lebih ditingkatkan jumlah ekspornya melalui konsep economic powerhouse.

 

[Source]

 

Sumber image : businessfirstmagazine.com.au

Komentar