Emas Dinilai Menjadi Investasi Paling Cocok Untuk Milenial

Emas Dinilai Menjadi Investasi Paling Cocok Untuk Milenial

Pada hari Kamis, 22 November 2018, harga emas yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami kenaikan sebesar Rp 3.030 menjadi Rp 613.370 per gram, dari sebelumnya Rp 610.340 per gram.

Menurut perencana keuangan Aidil Akbar, investasi emas masih menjadi jenis investasi yang menjanjikan. Meskipun demikian, menurutnya, kenaikan harga emas tidak akan terjadi dengan signifikan.

Melihat kondisi ini, maka investasi emas bisa menjadi pilihan bagi milenial untuk dilakukan dalam jangka pendek.

“Emas itu boleh untuk investasi jangka pendek atau jangka menengah. Investasi untuk satu tahun sampai lima tahun, dengan sifatnya untuk menjaga likuiditas. Dia sebagai pelengkap dari tabungan dan pengganti deposito,” jelas Aidil.

Aidil juga memprediksi kenaikan harga emas di tahun-tahun berikutnya tidak akan lebih dari kisaran enam persen.

“Rata-rata kenaikan emas hanya kurang lebih 5-6 persen per tahun. Jadi setara dengan inflasi pemerintah. Kalau dulu masih dapat naiknya 10-12 persen. Emas itu boleh dipakai untuk jangka pendek,” jelasnya lagi.

Menurut Aidil, generasi milenial lebih baik berinvestasi emas daripada deposito. Ia berpendapat bahwa deposito lebih mudah dicairkan uangnya, sehingga jenis investasi ini berbahaya jika dilihat dari gaya hidup milenial yang cenderung konsumtif.

“Sehingga tensi orang pakai emas untuk belanja itu jadi lebih tertahan. Kalau orang punya tabungan apalagi milenial mereka lebih mudah mencairkannya,” ungkapnya.

Kendati demikian, Aidil juga menilai bahwa investasi saham dan reksa dana juga masih cocok untuk generasi milenial saat ini.

“Untuk milenial kalau dilihat dari profil resiko mereka lebih berani. Jadi yang lebih cocok dengan investasi yang punya resiko tinggi seperti saham, reksa dana,” ungkapnya.

 

[Source]

Komentar