Berbagi Cerita Keuangan Para Fans, Dari Rock N Roll Sampai K-Pop

Berbagi Cerita Keuangan Para Fans, Dari Rock N Roll Sampai K-Pop

Masih ingat berita tentang tiket konser Syahrini yang dihargai Rp 25 juta dan habis terjual?

Disadari atau tidak, pastinya Anda mengidolakan seseorang, baik dia merupakan orang di dunia nyata maupun karakter dari komik atau animasi.

Tergantung dari kadar “kemilitanannya” setiap penggemar rela mengeluarkan beberapa ratus ribu untuk membeli album, tiket konser, atau merchandise. Dalam setahun, seorang artis bisa mengeluarkan seri merchandise beberapa kali. Bayangkan jika seorang penggemar membeli semua serinya, dan pastinya, harga merchandise ini bukan puluhan ribu lagi, melainkan ratusan ribu.

Mungkin banyak orang juga yang masih bingung kenapa ada yang rela menghabiskan banyak waktu, uang, dan tenaga untuk mendukung idolanya.

Berikut ini kami menghadirkan ulasan santai mengenai kehidupan finansial para penggemar atau fans. Mungkin setelah ini, Anda akan memiliki pandangan berbeda mengenai fans.

Seringai

Grup Musik Seringai

Sumber gambar :lorongmusik.com

Alasan menjadi penggemar

Menjadi penggemar, pada banyak kasus, tidak akan memberikan keuntungan finansial pada Anda. Yang terjadi malah, Anda akan mengeluarkan banyak uang untuk para idola Anda.

Namun bagi mereka yang menjadi penggemar setia, mengakui bahwa dengan mendukung dan mengikuti sepak terjang idolanya, mereka merasa bahagia dan terinspirasi.

Hal ini diakui oleh Nuraini (28) yang mengaku mengikuti perkembangan musik JJ Lin sejak 2004  hingga sekarang. JJ Lin merupakan penyanyi asal Singapura yang berhasil menguasai Asia dengan membawakan lagu-lagu berbahasa Mandarin.

Ia mengatakan menyukai penyanyi ini membuatnya terdorong untuk mempelajari bahasa baru, dan bermimpi untuk mengunjungi tempat-tempat baru.

Sedangkan seorang penulis yang menjadi penggemar musik rock, Nuran (31), mengatakan bahwa pengalamannya saat menghadiri konser atau memiliki album dari band kesayangan memberikan kepuasan tersendiri. Perasaan ini, bagi Nuran, tidak bisa diukur dengan uang.

Ia bahkan menyatakan kesetiaanya untuk terus mendukung Guns N Roses dan Seringai sampai band itu bubar atau ada yang meninggal.

Belanja untuk idola

Koleksi album JJ Lin Nuraini

Koleksi album JJ Lin Nuraini

Selain seorang penggemar musik pop Mandarin dan rock, kami pun berhasil menemukan penggemar K-Pop. Dimana kalau bicara tentang K-Pop, para penggemarnya tidak ragu untuk mendukung para idolanya.

Jessica (24) mengakui tidak menghitung pengeluarannya untuk membeli album, merchandise, tiket konser, bahkan barang-barang yang menampilkan foto-foto anggota Girls Generation.

Perlu diketahui, sistem album atau rilis musik dalam industri K-Pop berbeda dengan cara rilis album pada industri musik lainnya. Mereka punya album, mini album, dan repackage album. Sehingga dalam setahun mereka bisa memiliki tiga sampai empat album. Hal inilah yang membuat para penggemarnya harus memiliki budget sendiri jika album-album ini keluar. Pasalnya untuk band ternama, seperti Girls Generation, tidak jarang para penggemar harus saling berlomba untuk mendapatkan album, merchandise, atau tiket konsernya.

Jessica bahkan mengaku pernah melakukan perjalanan ke Korea untuk melihat band kesayangannya ini tampil.

Di kesempatan berbeda, Nuran juga mengatakan bahwa dirinya pernah membeli hoodie Guns N Roses saat mereka konser di Singapura seharga Rp 700.000.

“Kalau kaus band lokal biasanya merentang di harga Rp120 ribu sampai Rp150 ribu,” tambahnya.

Nuran mengakui hanya berbelanja saat ada momen spesial yang diadakan oleh band-band kesayangannya. Jadi dia tidak memiliki budget khusus untuk kegemarannya ini.

Berbeda dengan Nuran dan Jessica, Nuraini mengakui bahwa dirinya memang menyiapkan budget khusus untuk membeli album dan merchandise yang dirilis JJ Lin. Ia bahkan tidak segan untuk menyiapkan dana besar untuk biaya perjalanan nonton konser di luar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan Taiwan. Hal ini karena JJ Lin tidak pernah mengadakan konser di Indonesia sejak 2008.

Terakhir kali perjalanannya untuk mengunjungi konser JJ Lin di Singapura, 2018, ia menghabiskan Rp 1,5 juta untuk tiket pulang pergi Singapura – Jakarta. Ditambah akomodasi dan makan, biaya perjalanan bisa di kisaran Rp 2 juta.

Karena tiket dijual dengan kurs dolar Singapura, maka mahal dan murah tergantung kondisi nilai mata uang saat itu. Nuraini mengatakan ia membayar Rp 3,7 juta untuk tiket VIP di konser JJ Lin ini.

Sedangkan untuk konser di Bulan Februari mendatang di Taiwan, ia telah membeli tiket konser seharga Rp 2,7 juta untuk kelas VIP.

Dilema keuangan para fans

Nah, bicara soal budget, ada penggemar yang memiliki budget seperti Nuraini, dan ada yang tidak seperti Nuran. Sebelum lebih jauh membahas, apakah Anda termasuk tim Nuraini atau tim Nuran?

Karena mereka menyukai para idolanya sejak masa kuliah, rasanya mustahil saat itu untuk menuruti keinginan membeli berbagai merchandise yang dirilis para musisi kesayangan.

Nuran mengakui sering mengalami dilema saat masa kuliah dulu, antara membeli tiket konser atau bertahan hidup.

Bagi para penggemar yang masih duduk di bangku sekolah, dilema seperti ini pasti sering terjadi. Mereka harus menabung sebagian uang sakunya untuk bisa membeli tiket konser atau album.

Bahkan bagi yang sudah bekerja pun, untuk menyambangi idolanya kadang musti tersandung masalah biaya. Mau tidak mau, mereka harus menabung untuk nonton konser atau membeli merchandise.

Di sisi lain, Nuraini menjadikan kondisi ini sebagai pendorongnya untuk bekerja. Sehingga sekarang, ia mendapatkan pekerjaan dengan bayaran yang mencukupi untuk memenuhi “passion”nya sebagai seorang penggemar. Ia mengakui saat ini tidak pernah mengalami dilema keuangan karena sistem budget yang diterapkannya.

Bisnis menjual merchandise

Koleksi merchandise SNSD

Koleksi pribadi merchandise SNSD Jessica

Di akhir obrolan kami, Jessica memperlihatkan paket yang baru ia terima dari sebuah toko online yang menjual merchandise Girls Generation. Ia pun menjelaskan bahwa adanya fandom ini merupakan peluang bisnis yang menguntungkan.

Jessica mengatakan bahwa dirinya sering membeli sepaket merchandise band untuk kemudian dijual eceran ke penggemar dari fandom lainnya. Ia hanya menyimpan seri atau merchandise dengan foto band kesayangannya saja.

“Gue nggak pernah jual merchandise SNSD,” jawabnya saat ditanya apakah dia pernah menjual merchandise dengan tema Girls Generation.

Ia mengatakan kartu pos atau foto yang dijual diberi harga antara Rp 50.000 sampai Rp 150.000 per item. Harga ini tentunya tergantung harga di pasaran atau seberapa terkenal anggota band yang menjadi tema merchandise ini.

Jessica juga mengatakan bahwa bisnis merchandise tidak resmi ini umum dilakukan dalam sebuah fandom, apapun band atau musisinya. Bahkan, agensi yang menaungi para artis juga mengetahui hal ini.

Uang yang mereka dapatkan dari menjual barang-barang ini nantinya digunakan untuk membiayai perjalanan untuk nonton konser. Bahkan banyak yang menggunakan uang hasil penjualan ini untuk membeli hadiah yang nantinya diberikan pada para idola kesayangan.

Ada juga yang menggunakan uang hasil penjualan untuk membuat banner atau pernak-pernik konser yang bisa dibagikan gratis ke penggemar lainnya saat konser.

Rasanya untuk alasan-alasan inilah, para agensi tidak menentang penjualan merchandise tidak resmi ini. Selain itu, mereka juga ikut mendapatkan manfaat promosi, serta nantinya uang hasil penjualan juga digunakan para penggemar untuk membeli tiket konser, album atau merchandise resmi yang mereka rilis.

Tidak seperti biasanya, Anda tidak menemukan tips keuangan dari kami untuk para fans setia. Karena rasanya perhitungan keuangan tidak berlaku bagi Anda yang memang menyukai seorang idola.

Apapun alasan Anda memiliki idola dan mengeluarkan uang untuk mendukung mereka, jangan sampai lupa bahwa Anda pun harus bertahan. Jangan sampai hal yang seharusnya menginspirasi dan berpengaruh positif malah membuat Anda bangkrut.

Bagi Anda penggemar musik rock Indonesia, silakan bernostalgia dengan Kikan lewat obrolan santai kami.

Komentar